UNTUK INDONESIA
PSCS Fokus Jaga Performa Karena Laga Lawan PSGC Diundur
Pelatih PSCS Cilacap Djoko Susilo harus bekerja keras menjaga kondisi pemain setelah pertandingan pamungkas Liga 2 melawan PSGCS Ciamis diundur.
Pelatih PSCS Cilacap Djoko Susilo berupaya menjaga kondisi pemain menyusul diundurnya pertandingan terakhir Wilayah Barat Liga 2 melawan PSGC Ciamis. Tampak pemain PSCS Arief Yulianto (kanan) berebut bola di pertandingan Liga 2. (Foto: Tagar/Arif Purniawan)

Cilacap - Pelatih PSCS Cilacap Djoko Susilo harus bekerja ekstra karena pertandingan pamungkas melawan PSGC Ciamis di penyisihan Wilayah Barat Liga 2 diundur. Motivasi pemain dan sentuhan bola harus tetap dijaga agar tidak menurunkan performa saat menghadapi tim yang terdegradasi musim ini. 

Laga terakhir Wilayah Barat seharusnya digelar pada Kamis 17 Oktober 2019. Namun pertandingan diundur menjadi Senin 21 Oktober 2019 di Stadion Wijaya Kusuma, Cilacap

Mundurnya jadwal laga terakhir itu membuat pelatih Djoko Susilo harus mengasah pemain agar mereka tidak kehilangan sentuhan bola. Atmosfer pertandingan mereka juga jangan sampai hilang karena ini berpengaruh pada motivasi dan nonteknis pemain. 

Apa pun yang terjadi, pemain harus fight. PSGC memang sudah degradasi. Tetapi tim ini tetap berbahaya dan bisa menyulitkan

Pasalnya, PSCS terakhir kali bertanding pada Senin 7 Oktober 2019. Saat itu, mereka melakoni laga tandang melawan Persiraja Banda Aceh. Di laga tersebut, PSCS kalah 1-2 sehingga mereka harus bekerja keras untuk mendapatkan tiket ke 8 Besar Liga 2. 

"Setelah laga diundur, saya harus mengangkat kembali tim ini. Sentuhan bola jangan sampai hilang karena kami terakhir main pada 7 Oktober 2019 di Banda Aceh,” kata Djoko Susilo.

"Bila sampai hilang sentuhannya dan atmosfer pertandingan, ini bisa berpengaruh pada tim. Padahal, kami harus memenangkan laga tersebut," jawabnya.

PSCS menghadapi laga krusial memperebutkan tiket ke 8 Besar. Mereka masih bersaing dengan Perserang Serang dan PSMS Medan

Di laga pamungkas ini, PSCS menghadap PSGC yang sudah terdegradasi. Hanya, Djoko menegaskan tim harus tetap waspada. Menurut dia PSGC tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, mereka bisa menyulitkan langkah PSCS untuk memenangkan pertandingan. 

“Apa pun yang terjadi, pemain harus fight. PSGC memang sudah degradasi. Tetapi tim ini tetap berbahaya dan bisa menyulitkan,” tuturnya.

PSCS harus memenangkan laga terakhir itu. Bahkan meski sudah menang, mereka masih harus menunggu hasil pertandingan Perserang dan PSMS. 

Baik PSCS maupun Perserang memiliki poin sama, 33. Hanya Perserang secara head-to-head unggul dari PSCS sehingga menduduki peringkat tiga. Sedangkan PSCS berada di posisi empat. PSMS sendiri berada di peringkat lima dengan poin 31. Namun PSMS memiliki dua pertandingan sisa. 

Di laga terakhir, Perserang harus sowan ke markas Cilegon United.
Bila Perserang maupun PSMS kalah dan PSCS yang memenangkan pertandingan, maka PSCS akan bersaing dengan PSMS yang berhak mengisi satu slot tim yang lolos 8 Besar. 

PSMS juga memiliki peluang lolos setelah laga mereka melawan Babel United yang dibatalkan karena tidak mendapat izin dari kepolisian tetap bisa digelar oleh PT Liga Indonesia Baru.

Djoko mengaku sedikit kecewa karena PSMS seharusnya kalah WO dari Babel United. Pasalnya Babel United sudah datang pada H-1 pertandingan, pada saat penundaan jadwal yang sebelumnya digelar pada 13 Oktober. Namun tim berjuluk Ayam Kinantan masih diberi kesempatan melakoni pertandingan pada 21 Oktober 2019. []

Berita terkait
PSCS Terancam, PSMS Paling Berpeluang Lolos 8 Besar
PSCS Cilacap terancam gagal lolos ke babak 8 Besar Liga 2 2019. PSCS masih harus bersaing dengan Perserang Serang dan PSMS Medan.
PSCS Cilacap Kalah, Persiraja Lolos 8 Besar
Persiraja Banda Aceh lolos 8 Besar Liga 2 setelah mengalahkan PSCS Cilacap 2-1. Sebaliknya, kekalahan itu membuat peluang PSCS lolos menipis.
PSCS Cilacap Bergantung Laga PSMS Medan di Ciamis
Harapan PSCS Cilacap ke 8 Besar Liga 2 ditentukan pertandingan tim lain, yaitu PSMS Mdan melawan tuan rumah PSGC Ciamis, Senin 7 Oktober 2019.
0
Viral, Puisi Terakhir Mahasiswi UIN Makassar Sebelum Dibunuh Pacar
Asmaul Husna, 24 tahun, mahasiswi UIN Alauddin Makassar tewas dibunuh kekasihnya. Sebelum dibunuh, ia menulis puisi kepada ibunya.