UNTUK INDONESIA

Profil Ahok, Masuk Bursa Capres Pilihan Pengganti Jokowi

Nama Ahok masuk dalam bursa presiden pilihan masyarakat bersaing dengan Prabowo Subianto, Ridwan Kamil, dan Tri Rismaharini.
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Foto: Antara)

Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap disapa Ahok itu masuk dalam bursa presiden pilihan masyarakat. Ahok bersaing dengan sejumlah nama lainnya, seperti Joko Widodo, Prabowo Subianto, Ridwan Kamil, dan Tri Rismaharini.

Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebut mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sebagai salah satu presiden pilihan rakyat. Hal tersebut terungkap berdasarkan hasil survei LSI yang dirilis pada Senin, 22 Februari 2021.

Profil Basuki Tjahaja Purnama

Pria yang memiliki nama lengkap Ir. Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap disapa Ahok ini lahir di Manggar, Belitung Timur, 29 Juni 1966. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut merupakan warga negara Indonesia yang berdarah Tionghoa dan memeluk agama Kristen Protestan.

Ahok adalah putra pertama pasangan Indra Tjahaja Purnama dan Buniarti Ningsih. Masa kecilnya dihabiskan di Desa Gantung, Kabupaten Belitung Timur hingga dirinya menyelesaikan pendidikan sekolan menengah tingkat pertama (SMP).

Kemudian, ia melanjutkan sekolahnya di Jakarta. Ahok adalah lulusan Teknik Geologi di Fakultas Teknik Mineral, Universitas Trisakti. Lulus dengan gelar insinyur Geologi, Ahok kembali ke tanah kelahirannya, Belitung. Ia mendirikan CV Panda yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan PT Timah di tahun 1989.

Di tahun 1992, Ahok mengawali kariernya di dunia bisnis menjabat sebagai Direktur PT Nurindra Ekapersada sebagai persiapan membangun pabrik Gravel Pack Sand (GPS) pada 1995. Pada akhir tahun 2004, seorang investor Korea berhasil diyakinkan untuk membangun Tin Smelter (Pengolahan dan pemurnian bijih timah) di KIAK.

Dunia Politik

Di tahun 2004, Ahok mulai terjun ke dunia politik, ia bergabung di bawah benera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB) sebagai ketua DPC Partai PIB Kabupaten Belitung Timur. Pada pemilu 2004, ia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur pada periode 2004-2009.

Pada pilkada Kabupaten Belitung Timur tahun 2005, Ahok bersama Khairul Effendi dari Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) terpilih sebagai Bupati-Wakil Bupati Belitung Timur periode 2005-2010. Namun, pada 11 Desember 2006, Ahok mengundurkan diri dari jabatannya tersebut untuk maju dalam Pilgub Bangka Belitung pada 2007. Pada 22 Desember 2006, ia resmi menyerahkan jabatannya kepada wakilnya. Pada pilkada Gubernur Bangka Belitung tahun 2007, Ahok dikalahkan oleh saingannya, Eko Maulana Ali.

Di tahun 2009, Ahok mencalonkan diri dan terpilih menjadi anggota DPR dari daerah pemilihan Bangka Belitung mewakili Partai Golongan Karya. Kemudian, ia kembali mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Joko Widodo dalam pemilu Gubernur DKI Jakarta 2012.

Pada 14 November 2014, DPRD DKI Jakarta mengumumkan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta menggantikan Joko Widodo yang terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia.

Sebelumnya diberitakan, Ahok masuk dalam bursa presiden pilihan masyarakat. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang yang punya hak memilih dalam pemilu, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dari populasi itu dipilih secara random sebanyak 1.200 responden sebagai sampel basis. Margin of error dari ukuran sampel tersebut sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca juga: 

Terhadap responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih dan dilakukan sejak 25 - 31 Januari 2021 lalu.

Pada simulasi semi terbuka dengan menunjukkan daftar 29 nama tanpa nama Joko Widodo dan responden boleh menyebutkan nama lain, Prabowo Subianto paling unggul, yakni 22,6 persen. Kemudian Ganjar Pranowo 10,6 persen, Anies Baswedan 10,2 persen, Ahok 7,2 persen, Sandiaga Salahudin Uno 6,9 persen, Tri Rismaharini 5,5 persen, Ridwan Kamil 5 persen, AHY 4,8 persen. Sementara nama lain kurang dari 3 persen, dan belum menjawab 10,4 persen. []

Berita terkait
Profil Giring Ganesha, Trending Kritik Menohok Anies Baswedan
Nama Giring Ganesha trending di media sosial Twitter setelah mengkritik Anies Baswedan terkait penanganan banjir.
Profil dan Fakta-fakta Cendekiawan Jalaluddin Rakhmat
Profil Jalaluddin Rakhmat beserta sederet fakta keilmuannya sebagai salah satu cendekiawan Indonesia. Penulis Buku Psikologi Komunikasi itu wafat.
Profil Firmanzah, Akademisi Eks Staf Khusus SBY Tutup Usia
Firmanzah adalah seorang akademisi yang kemudian diangkat menjadi Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi era Presiden Susio Bambang Yudhoyono (SBY).
0
Mardani Ali Sera Kritik Kerumunan Warga Menyambut Presiden
Mardani Ali Sera mengkritik terjadinya kerumunan warga yang menyambut kedatangan Presiden Jokowi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).