UNTUK INDONESIA
Politikus Gerindra Ungkap Demokrat Ogah Bantu Prabowo-Sandi di Pilpres 2019
Politikus Gerindra ungkap Demokrat memang ogah bantu Prabowo-Sandi di Pilpres 2019, Demokrat hanya peduli Pileg, bukan Pilpres.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato politiknya dalam acara HUT Ke-17 Partai Demokrat di Jakarta, Senin (17/9/2018). Acara itu menggagas tema "Utamakan Rakyat dan Bangun Politik Yang Beradab". (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)

Bandung, (Tagar 15/10/2018) - DPD Partai Gerindra Jawa Barat mengakui Partai Demokrat memang setengah hati mendukung Prabowo Subianto dengan Sandiaga Uno selama kampanye di Pemilihan Presiden 2019 baik di tingkat pusat terutama di daerah. Keengganan ini disinyalir kuat karena belum selesai deal politik antara SBY dan PS sampai adanya tarikan kuat dari  kubu Joko Widodo dengan KH Ma'ruf Amin.

"Apabila ngobrol dengan Pak Irfan Suryanegara (Ketua DPD Partai Demokrat Jabar), teman-teman di Demokrat (DPP) itu belum tersentuh (belum banyak bicara dan diyakinkan dengan tawaran transaksi politik) dari DPP Partai Gerindra dan ini mempengaruhi konsolidasi di Jabar," tutur Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jabar, Daddy Rohanady saat ditemui di DPRD Jabar, Bandung, Senin (15/10).

Selain itu jelas Daddy, sikap setengah hati Partai Demokrat pun dipengaruhi oleh tarikan kuat dari kubu Joko Widodo dengan KH Ma'ruf Amin yang konon katanya kubu kompetitor menawarkan posisi menteri dan jabatan strategis apabila PD bergabung dengan kubu Jokowi-MA.

Baca juga: Politik Dua Kaki, Demokrat Cari Aman di Pilpres 2019

"Memang diakui dari pembicaraan dengan Ketua DPD Partai Demokrat Jabar bahwa kubu sebelah menawarkan sesuatu barang (jabatan) yang kelihatan dan yang tidak kelihatan. Inilah yang menjadi dasar PD nampak setengah hati mendukung meski secara administratif PD mendukung PS tetapi pada nyatanya tidak mendukung," jelasnya.

Di samping itu terang dia, faktor kurangnya komunikasi DPP Partai Gerindra yang tidak memasukkan teman-teman dari Partai Demokrat di tubuh Badan Pemenangan Nasional pasangan nomor urut 02 khususnya di posisi strategisnya menjadi pengaruh kuat sikap setengah hati membantu Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.  

"Memang secara administratif Partai Demokrat mendukung Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019, tetapi yang kita harapkan bukan dukungan sebatas administratif tetapi dukungan nyata di lapangan seperti logistik, support taktik dan teknis di lapangan," keluhnya.

Apabila Partai Demokrat tidak setengah hati, tentunya target memperoleh suara 60 sampai 75 persen oleh Prabowo-Sandiaga di Jabar akan terealisasi, karena mau bagaimana pun juga Partai Demokrat di Jabar memiliki kekuatan basis suara yang mampu mendongkrak perolehan suara Prabowo-Sandiaga di Jabar.

Baca juga: AHY Bikin Demokrat Terbelah Dukung Prabowo-Sandi

"Jadi memang Partai Demokrat terkesan ogah mendukung kita (Prabowo-Sandiaga), dan terkesan mereka (Partai Demokrat) melihat angin dulu arahnya ke mana (keuntungannya ke mana)," tegasnya.

Daddy menambahkan, meskipun Pilpres 2019 berbarengan dengan Pileg hal ini bukan menjadi alasan Partai Demokrat khususnya di Jabar ikut berkontribusi dalam memenangkan Prabowo-Sandiaga di Jabar.

"PD hanya fokus di Pileg, sikapnya sama seperti di pusat lebih sukseskan Pileg dibandingkan Pilpres 2019 (menangkan Prabowo-Sandiaga). Tetapi ya, kita harapkan dukungan real (tidak fokus di Pileg saja atau memikirkan partai sendiri)," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Daerah Jabar pasangan Prabowo Subianto dengan Sandiaga Uno sekaligus Sekretaris Jenderal DPD Jabar Partai Gerindra, Abdul Haris Bobihue menyangkal sikap setengah hati Partai Demokrat dalam mendukung pemenangan Prabowo-Sandiaga khususnya di Jabar. Pihaknya justru mengklaim Partai Demokrat di Jabar siap memengkan PS di Jabar dengan kekuatannya di dapil masing-masing.

Baca juga: Gubernur Kader Demokrat Ini Sebut Jokowi Harga Mati 100 Persen

"Komunikasi bagus, berjalan dengan baik, seperti sekarang komunikasi masih lancar. Memang terkesan tidak ada dukungan (baik dari Partai Demokrat atau partai koalisi lainnya) karena kita di koalisi lebih banyak bergerak (kampanye) di dapil masing-masing," tuturnya.

Selain ikut mensosialisasikan Prabowo-Sandiaga di dapil masing-masing,  sebutnya, Partai Demokrat pun dan partai koalisi lainnya sering turut serta dalam rapat internal BPD Jabar pasangan nomor urut 02, tetapi memang diakui dari Partai Demokrat tidak maksimal.

"Tapi ya hal itu bukan menjadi kesimpulan Partai Demokrat setengah hati mendukung PS. Mungkin karena persoalan Pileg dan Pilpres berbarengan sehingga bagi Partai Demokrat agak sedikit sulit dan pusing karena diakui memang Pileg dan Pilpres 2019 cukup memusingkan karena kita harus menghitung atau memperjuangakan kursi kita di DPRD sekaligus mengamankan suara untuk calon presiden dan wakil presiden yang kita dukung," jelasnya.

Adapun terkait indikasi kuat belum adanya kesepakatan politik antara SBY dan Prabowo Subianto di Pilpres 2019 ini, aku Abdul Haris Bobihue, dirinya tidak mengetahui secara pasti karena ini sudah menjadi kewenangan DPP bukan DPD.

"Yang jelas kami sangat mengharapkan Partai Demokrat membantu menyebarkan APK untuk sosialisasikan Prabowo-Sandiaga di dapil masing-masing," harapnya.

Baca juga: Giliran Ketua Partai Demokrat Kalteng Dukung Jokowi-Ma'ruf

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Irfan Suryanegara membantah partainya setengah hati memenangkan Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019, dan lebih fokus memenangkan Pemilihan Legislatif 2019. Ia mengatakan pihaknya menunggu arahan DPP Partai Demokrat.

"Kata siapa tidak membantu Prabowo-Sandiaga? Kita itu fokus di Pileg 2019 sebagaimana arahan DPP, dan kita pun masih menunggu arahan DPP dalam Pilpres 2019 ini," pungkasnya.

Jangan lupa, katanya, Demokrat itu partai dengan perolehan suara 10 persen di Jabar dan itu cukup membantu mendongkrak perolehan suara bagi Prabowo-Sandiaga. Ditambah dengan suara partai koalisi lainnya. Sehingga katanya, suara Partai Demokrat bagi Prabowo-Sandiaga di Jabar ini cukup menentukan pemenangan pasangan nomor urut 02 ini.

"Ditambah dengan Partai Demokrat di Jabar memiliki banyak modal di logistik Kita banyak, infrastruktur paling lengkap. Belum lagi kekuatan kader Kita yang hampir 1.000 caleg se-Jabar yang siap memenangkan Prabowo-Sandiaga," tegasnya.

"Jadi posisi kita itu memang menentukan pemenangan Prabowo-Sandiaga di Jabar. Dan soal arahan atau strategi yang akan Partai Demokrat mainkan itu menjadi rahasia kita. Yang jelas SBY memberikan instruksi menangkan Pileg dan Pilpres 2019, tetapi lebih fokus pada Pileg 2019," ia menambahkan. []

Berita terkait
0
India Bantah Tudingan FPI Diskriminasi Umat Muslim
Duta Besar India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat membantah tudingan pemerintahannya mendukung diskriminasi terhadap warga muslim di India