UNTUK INDONESIA
Polisi di Bantaeng Kampanye Cuci Tangan Lewat TikTok
Seorang polisi di Bantaeng, Sulawesi Selatan, aktif mengedukasi warga untuk mencuci tangan dengan baik melalui TikTok.
Screenshot video sosialisasi CTPS sesuai standar WHO Bripka Syamsul melalui aplikasi TikTok. (Foto: Tagar/Fitriani Aulia Riska)

Bantaeng - Setiap anggota Polri adalah pengayom masyarakat yang seyogyanya memberikan contoh baik kepada masyarakat. Seperti kisah seorang polisi di Bantaeng, Sulawesi Selatan yang kerap mengedukasi masyarakat lewat aplikasi media sosial (medsos).

Bermain TikTok itu kelebihannya karena ada musik yang enak didengar. Biasanya orang akan lebih mudah menerima sesuatu jika dibuat dengan cara yang unik.

Namanya Bripka Syamsul I.J, S.Kep, Ns, M.M.Kep, yang sehari-hari karib disapa Pak Sul. Dia kepala urusan kesehatan atau Paurkes Polres Bantaeng. Pak Sul dikenal ramah kepada siapa saja dan juga eksis berinteraksi dengan masyarakat lewat aplikasi medsos.

"Saya main beberapa medsos, mulai dari Facebook, WhatsApp, Telegram, Instagram dan TikTok juga," katanya disela-sela mengukur suhu tubuh pengunjung Polres Bantaeng, Kamis, 26 Maret 2020.

Polres telah menerapkan pemeriksaan ketat sejak beberapa hari terakhir. Wabah virus corona (covid-19) mewajibkan setiap masyarakat dan instansi waspada terhadap penyebarannya. Di gerbang masuk, ada personel pengukur suhu tubuh tamu. Di sanalah Pak Sul, sesekali datang mengontrol pelaksanaan pemeriksaan kesehatan.

Pengunjung yang datang usai melakukan pengecekan suhu tubuh, juga diarahkan ke bilik disinfeksi. Di mana, terdapat cairan yang akan menyemprot ke seluruh tubuh untuk mengantisipasi adanya virus yang melekat. Polres Bantaeng juga menyediakan wastafel mencuci tangan di pos penjagaan.

Sul punya cara tersendiri mengajak orang untuk melakukan cuci tangan pakai sabun (CTPS). Selain mengedukasi secara langsung kepada orang-orang di sekitarnya, pria kelahiran 8 Juli 1987 itu juga membuat video dengan memperlihatkan cara melakukan CTPS sesuai standar World Health Organization (WHO) yang diunggah di akun TikTok.

Bripka SulBripka Syamsul, Kepala Urusan Kesehatan Polres Bantaeng saat ditemui Tagar, Senin, 30 Maret 2020. (Foto: Tagar/Fitriani Aulia Riska)

Menurutnya, berbagi melalui medsos justru lebih banyak yang bisa merasa manfaatnya. Sebab, medsos akan sangat berguna jika digunakan untuk hal-hal yang positif.

"Sebagian orang beranggapan medsos hanya membawa mudarat atau tidak membawa manfaat dan sekadar untuk bersenang-senang. Menurut saya, tidak selamanya begitu. Kalau kita membenahi akun medsos dengan konten positif, tentu bisa mengubah stigma itu," tuturnya.

Dalam videonya berdurasi 16 detik itu, Sul mempraktekkan enam langkah cuci tangan sesuai standar WHO. Dia tampil berseragam polisi di dalam sebuah ruangan dan begitu fasih melakukan praktek CTPS yang seirama dengan musik TikTok.

Postingan yang diunggah tanggal 16 Maret 2020 itu, hingga kini nyaris menembus angka 1 juta viewers. Video itu telah dibagikan 2.000 kali. Apalagi diaplikasi TikTok, Sul telah memiliki pengikut mencapai 60 ribu akun.

"Alhamdulillah rekaman sampai saat ini ditonton lebih dari 900 ribu kali, nyaris sejuta," kata polisi pemilik akun TikTok Shoel Dregd itu.

Menurut Sul, sosialisasi melalui medsos saat ini sangat efektif. Terutama di masa-masa isolasi diri atau ketika orang-orang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. Kemungkinan aktivitas berselancar di medsos akan semakin besar untuk membunuh rasa jenuh dan bosan di rumah.

"Reaksi netizen bermacam-macam, kebanyakan isinya adalah support, dukungan atas hal-hal positif seperti itu," kata ayah satu anak itu.

Imbauan melakukan CTPS kian digencarkan seiring mewabahnya covid-19 di Indonesia. Polisi Polres Bantaeng ini memilih berkampanye lewat aplikasi TikTok. Menurutnya, musik yang menjadikan latar video menarik dan orang akan lebih mudah mengingat langkah cuci tangan yang benar.

"Bermain TikTok itu kelebihannya karena ada musik yang enak didengar. Biasanya orang akan lebih mudah menerima sesuatu jika dibuat dengan cara yang unik dan mudah dihafal seperti itu," katanya.

TikTokBripka Syamsul melakukan sosialisasi CTPS bersama rombongan ibu-ibu Bhayangkari. (Foto: Tagar/Fitriani Aulia Riska)

Dari sejumlah postingan akun TikTok-nya, video kampanye cuci tangan tidak hanya direkam satu kali. Melainkan ditampilkan di tempat dan lokasi yang berbeda. Ada juga konten Sul mencuci tangan bersama ibu-ibu Bhayangkari di sebuah sekolah.

Sembari duduk di bangku kayu yang terletak tak jauh dari bilik disinfeksi, Sul sedikit terkekeh mengenang masa lalu yang mungkin dianggapnya lucu. Dia bercerita tentang pengalaman menggelikan selama berselancar di medsos.

Reaksi netizen bermacam-macam, kebanyakan isinya adalah support, dukungan atas hal-hal positif seperti itu.

Menurut Sul, medsos memiliki cara berinteraksi yang khas. Berhubungan satu sama lain dengan cara yang unik. Saling menyukai, saling dukung dan berbagi melalui konten-konten kreatif. Bahkan, tak sedikit orang-orang bertemu kawan lama setelah aktif di medsos.

"Kadang ketemu teman lama di medsos dengan cara postingan yang kita unggah terpantau oleh sekian banyak orang. Dari situ silaturahmi kembali terjalin, misalnya teman sesama kuliah atau di tempat tugas yang lama mungkin," katanya. []


Berita terkait
Setelah Badai Corona Berlalu
Dian Putri Mustafa, Tedi Hendratno dan Andi Wardha. Mereka tinggal di Makassar. Setelah badai virus corona berlalu, ini yang akan mereka lakukan.
Biar Saya Tanggung Corona, Lainnya Jangan Tertular
Pasien corona yang dinyatakan sembuh berbagi cerita selama menjalani perawatan di RSUD Wongsonegoro Semarang.
Pengalaman Diguyur Disinfektan Saat Wabah Corona
Di musim Corona ini, tidak selama penyemprotan disinfektan benar, salah satunya menyeprotkan di badan.
0
Arahan Jokowi Terkait Perencanaan Pembangunan 2021
Dalam Musrenbangnas 2020 secara virtual Presiden Joko Widodo memberikan arahan terkait perencanaan pembangunan 2021