UNTUK INDONESIA
Polisi Cari Penimbun Masker di Sulsel
Polda Sulsel kini sedang menyelidiki oknum yang menimbun masker di wilayah Sulawesi Selatan.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Augustinus Berlianto Pangaribuan saat diwawancarai beberapa waktu lalu. (Foto: Tagar/Lodi Aprianto)

Makassar - Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan terus mengantisipasi adanya oknum yang melakukan penimbunan masker kesehatan di Sulsel. Polisi sebut pihaknya saat ini melakukan penyelidikan dan pengecekan di sejumlah lokasi terkait langkahnya masker.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Augustinus Berlianto Pangaribuan mengatakan, pihaknya telah menerjunkan sejumlah tim dalam melakukan penyelidikan atau pengecekan keberadaan masker di Sulsel, khususnya Kota Makassar.

Kita sedang cek dilapangan, anggota masih terus mencari.

Karena tidak menutup kemungkinan, ada pihak-pihak tertentu yang akan memanfaatkan kondisi saat ini demi meraup untung besar.

"Kita sedang cek dilapangan, anggota masih terus mencari," kata Augustinus Berlianto Pangaribuan kepada Tagar, Selasa 3 Maret 2020.

Augustinus mengaku, saat ini pihaknya masih belum menemukan adanya pihak atau oknum tertentu yang mencoba menimbun masker kesehatan.

Namun, ia akan masih terus mencari karena tidak menutup kemungkinan, akan ada pihak-pihak tertentu yang akan memanfaatkan kondisi saat ini demi meraup untung besar.

"Kami masih akan terus cek," singkatnya.

Dalam kasus penimbunan masker, Polrestabes Makassar sudah berhasil menggagalkak aksi pengiriman masker kesehatan ke Negara New Zealand.

Dalam pengungkapan ini, Polisi berhasil menyita 10.000 picis masker merek Sensi yang berada di Jasa Pengiriman Barang DHL, Hotel Horizon, Kota Makassar, Sulsel.

Kami masih akan terus cek.

Selain itu, Polisi juga mengamankan dua orang mahasiswa yang hendak mengirim atau mengekspor masker kesehatan ke luar negeri ini masing-masing, James, 21 tahun dan Jordi, 21 tahun.

Kedua mahasiswa kampus Atmajaya Makassar ini sementara diamankan Polisi untuk dimintai keterangannya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengaku telah memerintah Kapolri, Jenderal Idham Asiz untuk menindak tegas para pelaku penimbun masker kesehatan, atau menjual masker dengan harga yang fantastis.

Diketahui, sebelum kemunculan corona, harga masker Sensi hanya berkisar Rp 20-30 ribu per boks. Kemarin harga masker Sensi mencapai Rp 340 ribu dan kini mencapai Rp 400 ribu. Selain itu, masker N-95 yang saat situasi normal seharga Rp 350 ribu, kini mencapai Rp 1,5 juta. []

Berita terkait
Corona Buat Harga Masker Melonjak, Permainan Kartel?
KPPU mengungkapkan harga masker yang kini melambung di pasaran, seusai temuan pertama kasus virus corona atau COVID-19 di Indonesia.
Masker Kesehatan Harga Murah Tersedia di Yogyakarta
Harga masker mahal usai virus Corona. Namun di Yogyakarta masih tersedia harga murah.
Ketersediaan Masker di BSD Langka Sejak Sebulan Lalu
Sejak mewabah di Cina, masker sudah langka, warga yang mencari kesulitan mendapatkan masker
0
Tes Swab Anggota DPRD Sumut Ini Negatif Covid-19
Anggota DPRD Sumatera Utara, Ebenejer Sitorus, menjadi pasien suspek Covid-19.