UNTUK INDONESIA
Plus Minus Beli Mobil Bekas Secara Daring
Terdapat faktor positif dan negatif dalam membeli mobil bekas secara daring atau online car listing.
Seorang warga melintas di samping deretan mobil bekas di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Jakarta Utara. (Foto: Antara/SIGID KURNIAWAN)

Jakarta - Pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu menuturkan terdapat faktor positif dan negatif dalam membeli mobil bekas secara daring atau online car listing.

Dia mengatakan cara seperti memberikan pilihan baru bagi calon pembeli, terutama mereka yang baru akan punya satu kendaraan dengan harga terjangkau dan alternatif pembayaran yang mudah dan praktis.

"Yang menjadi kunci kekuatan bisnis online, di samping trust (kepercayaan) yang kini semakin terbangun akan realibilitasnya, juga adalah harga yang lebih murah dan sistem pembayaran lebih fleksibel," kata Yannes, dikutip dari Antara, Jumat, 3 Juli 2020.

Lebih lanjut, dia menjelaskan situs atau marketplace jual-beli mobil yang sudah terpercaya memberikan kemudahan dan kenyamanan pengalaman proses pembelian bagi masyarakat secara daring, terlebih dalam masa pandemi virus corona Covid-19 seperti sekarang ini.

"Keamanan transaksi via gerai online bereputasi sudah aman, selama pembayaran diperantarai oleh aplikasi," ujarnya.

Sedangkan, salah satu aspek yang mungkin mengurangi pengalaman dalam membeli mobil bekas secara daring adalah calon pembeli tidak bisa memeriksa keadaan fisik mobil secara langsung.

"Minus point membeli mobil bekas online adalah pemeriksaan kondisi mobil masih harus offline, dan membutuhkan kesepakatan waktu dengan penjual," kata Yannes.

Yannes mengatakan maraknya situs jual-beli mobil bekas atau car listing merupakan salah satu dampak yang sejalan semakin banyaknya masyarakat yang beralih ke media digital.

Masyarakat menggunakan media digital untuk mencari informasi, membeli kendaraan, sistem angsuran kendaraan, pemilihan aksesoris kendaraan, booking service kendaraan, sampai pada akhirnya adalah proses dan tukar tambah, penggantian kendaraan lama ke kendaraan baru hingga menjual mobil.

Bukan hanya itu, dia memperkirakan bahwa akan muncul lebih banyak lagi usaha rintisan (startup) hingga marketplace jual-beli mobil, baik bekas maupun baru di Indonesia.

"Model bisnis online ini, mulai dari layanan informasi, jual-beli, dan menunjukkan tren berkembang," ujar Yannes.

"Startup-startup baru car marketplace akan semakin bertumbuh dengan pesat di Indonesia, termasuk dari pemain digital global," katanya. []

Berita terkait
Tren Bisnis Digital Pasca Virus Corona
Pergeseran kebiasaan konsumen akan mengubah tren bisnis digital dalam masa pandemik dan pasca pandemik virus corona Covid-19.
Suzuki Tingkatkan Pelayanan Teknis Selama Pandemi
Selama April dan Mei 2020, rata-rata kecepatan analisis dan penanganan masalah teknis Suzuki meningkat hingga 300 persen.
KIA Seltos Facelift Meluncur untuk Pasar Korea
KIA Motors Corp meluncurkan kendaraan Sport Utility Vehicle (SUV) subkompak, yaitu KIA Seltos, pada Rabu, (1/7/2020).
0
11 Orang Ditangkap Demo Rusuh Omnibus Law di Banyuwangi
Polresta Banyuwangi menangkap 11 orang diduga provokator demo rusuh omnibus law di depan DPRD. Dari 11 terdapat anak di bawah umur.