UNTUK INDONESIA
Pilkada Bantul Digoyang Mahar Politik Rp 500 Juta
Pilkada Bantul digoyang isu cawabup Totok Sudarto memberi mahar politik kepada petahana Suharsono. Namun, keduanya membantah tudingan itu.
ilustrasi mahar politik. (Foto: pixabay)

Bantul - ‎Isu tidak sedap tentang Pilkada 2020 Bantul muncul dari bakal calon wakil bupati Bantul, Totok Sudarto yang dikabarkan telah memberi mahar sebesar Rp 500 juta kepada bakal calon bupati Bantul Suharsono.

Kabar itu muncul dari kepada Ketua Forum Masyarakat Projotamansari Sejahtera Demokratis dan Agamis (Proseda) Kabupaten Bantul, Zahrowi.

"Kabarnya mahar Rp 500 juta ini sudah sampai ke telinga saya sendiri dan jika ini benar maka sangat ironis apalagi Totok Sudarto dan Suharsono belum menjadi pasangan calon bupati dan calon wakil bupati yang sudah mendapatkan rekomendasi dari partai atau koalisi partai," katanya, Selasa 3 Maret.

Proseda sendiri menginginkan Pilkada Bantul bebas money politics, jurdil, ASN netral, edukasi dan rakyat berdaulat.

Menurut Zahrowi, Pilkada yang diwarnai dengan politik uang merupakan embrio terjadinya perilaku koruptif karena pasti jika paslon nantinya terpilih akan mencari bagaimana uang yang dikeluarkan bisa kembali lagi.

"Kita ingin Pilkada di Bantul ini ingin masyarakat berdaulat dalam memilih pemimpinnya. Jadi kalau sudah ada terhembus adanya info mahar maka ini sangat ironis bagi masyarakat dan menjadi contoh masyarakat yang tidak edukatif," ucapnya.

Ia berharap masyarakat memilih calon pemimpin yang benar-benar didukung dari rakyat berdaulat. Jangan sampai visi Proseda ini justru bukan menjadi buruk.

Kita ingin Pilkada di Bantul ini ingin masyarakat berdaulat dalam memilih pemimpinnya.

Sementara itu bakal calon wakil bupati Bantul yang digadang-gadang akan mewakili Suharsono, Totok Sudarto membantah adanya kabar setoran mahar sebesar Rp 500 juta kepada Suharsono. "Itu tidak benar, saya tidak mengeluarkan apa pun, itu sangat tidak benar," ungkapnya ketika dihubungi melalui sambungan telpon.

Totok menuding ada pihak-pihak yang ingin menyudutkan dirinya dan juga bakal calon bupati Suharsono. "Jadi kalau uang keluar itu hanya untuk membeli makanan, gula, teh atau kopi. Mosok kita mengumpulkan orang tidak kita beri makanan atau minuman dan itu kan juga pasti keluar uang," katanya.

Bupati Bantul SuharsonoBupati Bantul Suharsono. (Foto: Dok.Tagar)

Ia dan timnya mengaku sudah sepakat dalam Pilkada Bantul tidak akan melakukan money politics karena memang tidak punya uang untuk digunakan money politics. "Anda juga tahu harta saya seberapa, saya hanya pensiunan PNS dan bisa dicek harta saya lewat PPATK. Jadi kabar itu tidak benar sama sekali," ungkapnya.

Terpisah, ketika dikonfirmasi Suharsono juga membantah telah menerima mahar dari Totok Sudarto sebesar Rp 500 juta. "Tidak benar, hanya saya kepada pak Totok untuk mempersiapkan uang jika ada tamu yang datang untuk membeli kopi atau yang lainnya. Masak tamu yang datang ke Pak Totok saya yang kirim kopi. Ini kan untuk kepentingan Pak Totok sendiri," ujarnya.

Bakal calon bupati Bantul dari Partai Gerindra ini mengatakan kalkulasi dana selama 6 bulan untuk kegiatan menerima tamu dan lain-lain besarannya memang sekitar Rp 500 juta.

"Pak Totok bilang berapa dana yang disiapkan, kemudian saya jawab tidak tahu persis namun saya menghitung untuk kepentingan saya sendiri saja nilainya ya segitu (Rp 500 juta). Saya kalau ngumpul-ngumpulkan orang atau pendukung dalam 6 bulan ya sekitar Rp 500 juta," jelasnya. []

Baca Juga:

Berita terkait
PKB-PDIP Resmi Usung Petahana di Pilkada Bantul
PKB dan PDIP resmi mengusung Ahdul Halim Muslih (AHM) dan Joko Purnomo pada Pilkada Bantul. AHM saat ini petahana atau wakil bupati Bantul.
PAN Bentuk Poros Tengah di Pilkada Bantul
PAN Bantul mewacanakan membangun poros tengah di Pilkada. Pertimbangannya untuk memberi pilihan lebih banyak bagi warga memilih calon pemimpin.
PDIP-PKB Usung Halim-JP di Pilkada Bantul
Koalisi PDIP-PKB hampir pasti mengusung Abdul Halim Muslih - Joko Purnomo dalam Pilkada Bantul 2020. Saat ini tinggal menunggu resminya saja.
0
Ganjar Pranowo, Gubernur Paling Sigap Atasi Covid-19
Ganjar Pranowo dinobatkan sebagai gubernur paling sigap dalam mengatasi pandemi Covid-19. Ini profil Gubernur Jawa Tengah tersebut.