Pertama di Indonesia, Bank BJB Punya Perusahaan Efek Daerah

Bank BJB mendirikan perusahaan efek daerah (PED) pertama di Indonesia bernama BJB Sekuritas.
Kartu debet Bank BJB. Bank BJB mendirikan perusahaan efek daerah (PED) pertama di Indonesia bernama BJB Sekuritas. (Foto: Instagram/@bankbjb)

Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Dan Banten Tbk atau BJB  mendirikan perusahaan efek daerah (PED) pertama di Indonesia bernama BJB Sekuritas. Rencana dan persiapan pembentukan BJB Sekuritas telah digodok selama beberapa tahun terakhir dan baru bisa terealisasi menjelang penutupan tahun 2020.

Kepastian pendirian BJB Sekuritas ini diperoleh setelah Bank BJB menerbitkan akta pendirian PT BJB Sekuritas Jawa Barat. Perseroan terbatas tersebut akan menjadi anak perusahaan Bank BJB yang menaungi pengelolaan perusahaan efek daerah (PED) di Jawa Barat.

“Bank BJB siap memfasilitasi aktivitas transaksi efek bagi masyarakat khususnya di Jawa Barat melalui kehadiran BJB Sekuritas," kata Direktur Utama BJB, Yuddy Renaldi seperti dikutip dari emitennews.com, Jumat, 27 November 2020.

Aksi korporasi ini tentu saja didasari atas pertimbangan dan rencana yang sangat matang dengan memperhatikan geliat perkembangan transaksi efek dan peluang perluasan pemasaran yang tersedia. "Lewat BJB Sekuritas, Bank BJB juga hendak berkontribusi lebih nyata dalam mendongkrak literasi dan inklusi keuangan pasar modal yang bermuara pada tujuan optimalisasi potensi ekonomi melalui fasilitas pasar modal,” tutur Yuddy.

Langkah aksi korporasi ini menggenapi terobosan yang telah dilakukan Bank BJB di sektor pemasaran efek. Sebelumnya, Bank BJB juga tercatat sebagai bank pembangunan daerah pertama yang ditunjuk menjadi administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Setelah efektif beroperasi, BJB Sekuritas nantinya akan melayani kegiatan transaksi berbagai efek anggota bursa untuk kepentingan sendiri dan pihak lain. Selain itu juga, pemasaran efek, pembiayaan transaksi efek, dan kegiatan lain sesuai dengan persetujuan  Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebagai tahap awal, Bank BJB telah menyiapkan strategi untuk bekerja sama dengan universitas dan menjaring investor dari kalangan aparatur sipil negara (ASN). Bank BJB juga terus bergerak proaktif melakukan upaya-upaya literasi dan inklusi pasar modal secara berkesinambungan.

Saat ini Perseroan telah menyiapkan infrastruktur serta susunan direksi dan manajemen pengelola sekuritas, sambil menunggu tinjauan persetujuan dari OJK. Adapun modal awal yang disuntikkan kepada BJB Sekuritas mencapai Rp 9,5 miliar.

Keberadaan perusahaan efek daerah pertama di Indonesia ini juga diharapkan bakal memberikan kontribusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta menekan praktik investasi bodong di tataran masyarakat. Bank BJB memastikan bakal menjangkau calon investor dalam area seluas mungkin guna mengakomodasi kepentingan seluruh kelompok masyarakat untuk memanfaatkan pasar modal dan menjadi investor. []

Berita terkait
Pengamat: Kinerja Bank Sistemik Tetap Terdampak Pandemi
Pengamat ekonomi dan pasar modal, Siswa Rizali menilai kinerja perbankan tetap terdampak meski tak gagal akibat pandemi Covid-19.
Apa Itu Bank Sistemik , LPS Sebut Tak Signifikan Terimbas Pandemi
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meyakini tidak ada bank sistemik yang gagal akibat pandemi Covid-19.
Bank Indonesia Ajak Milenial Mencintai Kain Nusantara
Bank Indonesia mengajak generasi milenial mencintai kain nusantara sebagai kebanggan dan identitas nasional.
0
Stigma Anak Yatim Piatu Covid Mendera Ribuan Anak di India
Ribuan anak di India kehilangan orang tuanya akibat pandemi Covid-19, mereka diterpa stigma “Anak Yatim Piatu Covid”