UNTUK INDONESIA

Apa Itu Bank Sistemik , LPS Sebut Tak Signifikan Terimbas Pandemi

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meyakini tidak ada bank sistemik yang gagal akibat pandemi Covid-19.
Logo Lembaga Penjamin Simpanan/LPS (Foto: Istimewa)

Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meyakini tidak ada bank sistemik yang gagal akibat pandemi Covid-19. Bahkan, kondisi perbankan dinilai masih kuat dan likuiditas memadai. Lantas, apa itu bank sistemik?

Bank Sistemik merupakan bank yang bank yang asetnya berjumlah besar dan kompleksitas produknya beragam dengan konglomerasi keuangan. Selain itu, bank sistemik juga mempunyai keterkaitan dengan bank lain dan tidak tergantikan jika terjadi kegagalan atau penutupan.

Kemudian, kegagalan bank sistemik bisa mengakibatkan gangguan bahkan kegagalan pada sektor jasa keuangan atau bank lainnya. Artinya, masalah yang terjadi pada internal suatu bank akan berpengaruh secara luas terhadap sektor jasa keuangan atau operasional bank lainnya lantaran bank sistemik saling berkaitan satu sama lainnya dan membentu suatu totalitas.

Dari seluruh bank yang ada di Indonesia, tidak semuanya masuk ke dalam kategori bank sistemik. Dikutip dari simulasikredit.com, berikut Tagar rangkum kriteria bank sistemik menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ukuran Skala Bank

Bank yang dikategorikan sebagai bank sistemik yakni bank-bank bersakala besar yang masuk dalam kategori BUKU 4 dan BUKU 3. Dalam kategori BUKU tersebut, bank memiliki cakupan kegiatan usaha yang luas dalam arti keragaman produk dan layanan juga penyertaan modal pada lembaga keuangan lain yang menjangkau lingkup internasional.

Selain itu, ukuran skala bank juga memperlihatkan total aset dan jumlah deposito yang dimiliki suatu bank. Semakin besar asetnya, maka risiko dampak sistemik kian tinggi jika terjadi masalah.

Interkoneksitas

Bank-bank besar tentu tak hanya bertugas sebagai penghimpunan dan penyaluran dana saja melainkan juga menjalin kerja sama dengan instansi-instansi lain, bank-bank lain, dan juga lembaga-lembaga keuangan lainnya. Bahkan, bank juga senantiasa berusaha untuk melakukan ekspansi melalui penyertaan modal pada sektor jasa keuangan lain baik di dalam maupun luar negeri. Ini yang mencerminkan bank-bank besar memiliki hubungan interkoneksitas yang kuat.

Dengan demikian, jika bank-bank besar tersebut mengalami masalah internal yang berisiko pada kegagalan operasionalnya, maka masalah tersebut tidak hanya berdampak secara internal pada bank itu saja. Namun meluas pada lembaga-lembaga dan sektor keuangan lain yang terkoneksi dengannya. Lebih buruknya lagi, masalah tersebut akan mengakibatkan krisis keuangan secara nasional bahkan global.

Kompleksitas Produk dan Transaksi

Semakin besar skala dan modal inti suatu bank, maka level kategorinya akan meningkat. Seiring dengan peningkatan level kategori tersebut nantinya, bank terkait memiliki kesempatan untuk menciptakan produk dan layanan yang lebih beragam dan kompleks dengan jangkauan yang lebih luas.

Nantinya, produk dan layanan tak hanya sebatas tabungan, giro, dan kredit saja melainkan ragam produk lain yang lebih kompleks seperti warkat, deposito, dan lainnya. Selain itu, kompleksitas produk dan transaksi yang ditawarkan oleh bank-bank besar ini membutuhkan perhatian dan pengelolaan yang sangat baik dan cermat agar tidak mengalami suatu kesalahan atau masalah.

Sebab, kesalahan sedikit saja bisa menimbulkan masalah yang berisiko pada terganggunya operasional, bahkan tidak menutup kemungkinan terjadinya kegagalan. Ini tidak hanya akan membahayakan kelangsungan bank terkait itu sendiri tetapi juga lembaga-lembaga keuangan lainnya. []

Berita terkait
Nilai Positif dan Negatif Restrukturisasi Kredit Perbankan
Restrukturisasi kredit terhadap debitur dinilai memiliki nilai positif baik bagi perbankan maupun UMKM.
Maybank Siapkan Opsi Penggantian Uang Nasabah yang Raib
Bank Maybank Indonesia tengah menjajaki opsi tata cara terkait proses penggantian uang tabungan milik atlet e-sport Winda Lunardi.
Merger Bank Syariah Jadi Angin Segar bagi Perbankan BUMN
Rencana penggabungan usaha atau merger 3 bank syariah BUMN menjadi angin segar untuk kemajuan ekonomi dan keuangan syariah.
0
Apa Itu Bank Sistemik , LPS Sebut Tak Signifikan Terimbas Pandemi
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meyakini tidak ada bank sistemik yang gagal akibat pandemi Covid-19.