UNTUK INDONESIA
Pernikahan Dini di Kudus Meningkat Jelang New Normal
Pihak perempuan banyak yang sudah hamil duluan. Hal ini yang menjadi penyebab permohonan dispensasi menikah di Kudus meningkat jelang new normal.
Sosialisasi bahaya pernikahan dini gencar dilakukan di kalangan pelajar di Kudus. Namun hal ini belum bisa membendung meningkatnya permohonan dispensasi pernikahan ke Pengadilan Agama setempat. (Foto: Tagar/Nila Niswatul Chusna)

Kudus - Pengadilan Agama mencatat angka pernikahan anak usia dini di Kudus mengalami lonjakan. Hal ini terlihat dari tingginya permohonan dispensasi pernikahan yang kembali membeludak jelang new normal.

Sebagaimana diketahui, surat dispensasi pernikahan dari Pengadilan Agama menjadi salah satu syarat pendaftaran pernikahan bagi mereka yang masuk kategori anak atau usia dini.

Kalau perempuannya hamil, pernikahan harus segera dilangsungkan.

Panitera Pengadilan Agama Kudus Muhammad Muchlis membenarkan jelang new normal permohonan dispensasi pernikahan di tempatnya mengalami lonjakan yang signifikan. Dari yang semula berkisar enam hingga 25 permohonan per bulan menjadi 35 permohonan pada bulan Juni.

"Januari ada 15 pemohon, Febuari ada 25, Maret 15, April 21, Mei 6 dan Juni 35 pemohon. Totalnya hingga Juni ada 116 pemohon," kata dia, Selasa, 7 Juli 2020. 

Menurutnya Muchlis peningkatan pemohonan dispensasi pernikahan ini terjadi karena beberapa faktor. Antara lain, adanya pembatasan pelayanan di Pengadilan Agama selama pandemi covid. Dimana di masa covid, pihaknya hanya melayani sekitar 20 perkara setiap harinya.

Tidak hanya itu, kebijakan perubahan batas usia menikah bagi anak perempuan juga menjadi salah satu faktor penyebab. Perempuan yang ingin mengakhiri masa lajangnya kini harus berusia minimal 19 tahun.

"Iya, usianya sekarang disamakan. Baik laki-laki maupun perempuan yang mau menikah minimal berusia 19 tahun. Kalau dulu perempuan 16 tahun sudah boleh menikah, sekarang harus 19 tahun," tuturnya.

Bicara mengenai penyebab pasangan dini mengajuan surat dispensasi pernikahan. Muchlis menyebut rata-rata pihak perempuan sudah hamil duluan.

"Kalau perempuannya hamil, pernikahan harus segera dilangsungkan. Makanya mereka meminta surat dispensasi nikah," ujarnya.

Namun, lanjut dia, jika pasangan tersebut belum kejadian hamil duluan maka Pengadilan Agama akan memberikan konseling untuk menunda melangsungkan pernikahan. Sebab pasangan usia dini belum siap secara biologis maupun psikologis dalam mengarungi mahligai rumah tangga. 

Muchlis menyatakan pasangan belum cukup umur yang menikah rentan mengalami perceraian. Untuk itu, pihaknya berharap sosialisasi mengenai hal ini bisa masif dilakukan oleh dinas terkait.

Terpisah, Plt Kepala Dinsos P3AP2KB Kudus Sunardi mengatakan pihaknya telah gencar melakukan sosialisasi mengenai bahaya pernikahan dini. Tidak hanya melalui penyuluh KB, namun juga dilakukan melalui progam duta genre.

"Setiap tahunnya kami melantik para remaja aktif sebagai duta genre. Merekalah yang bergerak menyosialisasikan bahaya pernikahan dini pada para remaja," ucap dia. []

 Baca juga: 

Berita terkait
Anak Indonesia Dibayangi Pernikahan Dini
Anak Indonesia dibayangi pernikahan dini. Indonesia peringkat 7 dari 10 negara dengan angka pengantin anak tertinggi di dunia.
Pernikahan Usia Dini Rawan Terjadi Kekerasan
Pernikahan di bawah umur berpotensi membuka pintu terjadinya berbagai tindak kekerasan.
Hamil Duluan, Dispensasi Nikah di Rembang Naik
Setelah UU Perkawinan yang baru disahkan, jumlah permohonan dispensasi menikah di Rembang naik. Beberapa dispensasi karena hamil duluan.
0
Tim Olimpiade SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta Dapat 5 Medali
Mewakili Yogyakarta, Tim Olimpiade SMA Kesatuan Bangsa sukses membawa pulang lima medali di ajang Kompetisi Sains Nasional tahun 2020.