UNTUK INDONESIA

Perintah Copot Baliho Rizieq Shihab, Ini Profil Pangdam Jaya

Seperti apakah profil Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman yang memerintahkan anggotanya menurunkan semua baliho dan poster Rizieq Shihab?
Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman. (Foto: Tagar/net)

Jakarta - Nama Panglima Kodam (Kodam) Jaya Mayjen Dudung Abdurachman beberapa hari belakangan ini menjadi perbincangan publik. Pasalnya, Jenderal TNI berbintang dua ini tegas terhadap ormas Front Pembela Islam (FPI).

Bahkan ia dengan keras meminta ormas pimpinan Rizieq Shihab itu dibubarkan karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Di perintahnya, semua baliho Rizieq Shihab yang dipasang di sejumlah wilayah di Jakarta diturunkan oleh anggota TNI.

"Ada baju loreng menurunkan baliho habib (Rizieq Shihab). Itu perintah saya, itu perintah saya. Karena berapa kali (Sat) Pol PP turunkan, dinaikan lagi," kata Dudung.

Pria yang pernah menjabat sebagai Gubernur Akademi Militer (Akmil) ini pun mengeluarkan pernyataan tegas bahwa siapapun yang membuat kekacauan di Jakarta akan berhadapan dengannya.

"Saya peringatkan, saya peringatkan dan saya tidak akan segan-segan menindak dengan keras yang coba-coba mengganggu persatuan dan kesatuan," ujar Dudung.

Langkah tegas TNI dibawah komando Dudung Abdurachman mencopot baliho dan poster tokoh sentral FPI itu mendapat apresiasi dari sejumlah pihak, salah satunya Indonesia Police Watch (IPW).

Lantas seperti apa profil Mayjen Dudung Abdurachman?

Dihimpun dari berbagai sumber, Mayjen Dudung Abdurachman lahir di Bandung, Jawa Barat pada 16 November 1965. Ia merupakan anak dari pasangan Nasuha dan Nasyati. Ayahnya merupakan seorang PNS di lingkungan Bekangdam III/Siliwangi.

Sejak kecil Dudung tinggal di barak tentara bersama kedua orang tuanya. Hal ini yang membuat ia bercita-cita menjadi seorang prajurit TNI. Profesi itu didambakannya sebagai upaya meringankan beban ibunya untuk membiayai pendidikan delapan saudara kandungnya. 

Selepas lulus SMA pada tahun 1985, ia mendaftar ke Akabri Angkatan Darat.

Dudung menghabiskan masa pendidikan SD sampai SMA di Kota Bandung (1972-1985). Tahun 1981 saat masih duduk di bangku SMP, ayahnya meninggal dunia. Guna membantu perekonomian keluarganya Dudung berjualan koran keliling saat masih duduk di bangku SMA Negeri 9 Bandung.

Pria yang pernah mengikuti kursus Dasar Kecabangan Infanteri (Sussarcabif) tahun 1988 ini menjual kue tampah di perempatan Jalan Belitung di sekitar Kodam III/Siliwangi dan juga menjadi loper koran. Hal ini dia jalani ketika duduk di bangku SMA Negeri 9 Bandung.

Selepas lulus SMA pada tahun 1985, ia mendaftar ke Akabri Darat. Dudung yang saat itu dinyatakan lulus pada seleksi penerimaan calon taruna Akabri, kemudian mengikuti pendidikan Akademi Militer (Akmil) selama tiga tahun sampai 1988 dan lulus dengan menyandang pangkat Letnan Dua (Letda).

Adapun sejumlah posisi yang pernah dia jabat, yakni sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0406/Musi Rawas, Dandim 0418/Palembang, Aspers Kasdam VII/Wirabuana (2010—2011).

Lalu pada tahun 2011 ia dipercayakan menjadi Danrindam II/Sriwijaya. Empat tahun kemudian ia menjabat sebagai Dandenma Mabes TNI dan pada tahun 2015 sampai 2016 Dudung menjabat sebagai Wagub Akmil.

Baca juga: Pangdam Jaya Sikat FPI, Doni Monardo Manjakan Rizieq Shihab

Baca juga: Giring: PSI Dukung Sikap Tegas Pangdam Jaya ke FPI

Tahun 2016-2017 sebagai Staf Khusus Kasad dan tahun tahun 2017 Dudung dipercayakan menjadi Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Kasad sampai tahun 2018.

Sebelum menjadi Pangdam Jaya, Dudung menjabat promosi jabatan sebagai Gubernur Akmil selama dua tahun yakni dari tahun 2018 sampai 2020. Dan sejak 27 Juli 2020 dia dipercayakan menjadi orang nomor satu di Kodam Jaya, []

Simak video pernyataan tegas Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman di bawah ini

Berita terkait
Giring: PSI Dukung Sikap Tegas Pangdam Jaya ke FPI
Plt Ketum PSI, Giring Ganesha Djumaryo mendukung sikap tegas Pangdam Jaya terhadap FPI. Bagi Giring Persatuan dan Kesatuan paling utama.
PDIP: Negara Harus Respons Usulan Pangdam Jaya Bubarkan FPI
PDIP mengapresiasi tindakan tegas Pangdam Jaya yang menurunkan baliho Rizieq Shihab di wilayah DKI Jakarta.
Pangdam Jaya Sikat FPI, Doni Monardo Manjakan Rizieq Shihab
Pangdam Jaya mengancam FPI, macam-macam akan dibubarkan, bertolak belakang dengan Doni Monardo yang memanjakan Rizieq Shihab. Kenapa tidak kompak?
0
Perintah Copot Baliho Rizieq Shihab, Ini Profil Pangdam Jaya
Seperti apakah profil Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman yang memerintahkan anggotanya menurunkan semua baliho dan poster Rizieq Shihab?