UNTUK INDONESIA

Pangdam Jaya Sikat FPI, Doni Monardo Manjakan Rizieq Shihab

Pangdam Jaya mengancam FPI, macam-macam akan dibubarkan, bertolak belakang dengan Doni Monardo yang memanjakan Rizieq Shihab. Kenapa tidak kompak?
Anggota TNI menurunkan baliho Rizieq Shihab, ini terekam dalam video yang viral pada Kamis, 19 November 2020. (Foto: Tagar/Screenshot video viral)

Jakarta - Pengamat intelijan Stanislaus Riyanta mengatakan ketegasan Panglima TNI diikuti Pangdam Jaya terhadap FPI, karena situasi sudah tidak bisa lagi dibiarkan, negara harus hadir  memastikan bangsa ini masih terjaga persatuan dan kesatuan. Terhadap Kepala Satgas Covid Doni Monardo yang memanjakan Rizieq Shihab dengan mengirimkan 20 ribu masker, Stanis mengatakan seharusnya semua unsur dalam negara kompak, sehingga dampaknya tidak terjadi seperti sekarang.

Stanis menuturkan pernyataan Panglima TNI yang akan menghadapi kelompok pengganggu persatuan dan kesatuan bangsa yang kemudian diikuti tindakan Pangdam Jaya ini terjadi pasca pernyataan HRS pada acara Maulid Nabi yang menyebut TNI dan Polri dengan tidak pantas. 

"Sikap tegas TNI sebagai penjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini saya lihat karena memang tampaknya situasi ini sudah tidak bisa dibiarkan. Negara harus hadir memastikan bahwa bangsa ini masih terjaga persatuan dan kesatuannya serta tidak ada ruang bagi kelompok yang narasi dan tindakannya bisa mengganggu persatuan dan kesatuan. Memang saat ini negara harus tegas, ketika negara melalui instumennya yaitu TNI bersikap demikian itu sudah sepantasnya," ujar Stanis kepada Tagar, Jumat, 20 November 2020.

Seharusnya memang di tingkat pemerintah daerah, termasuk Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan BPBD / Satgas Provinsi kompak dan tegas dalam menangani ini. Kalau tidak kompak, dampaknya seperti yang terjadi sekarang.

Terhadap Doni Monardo yang mengirimkan 20 ribu masker ke pernikahana putri Rizieq Shihab, Stanis mengatakan, "Doni Monardo memang dihadapkan pada pilihan sulit, ketika kerumunan sudah tidak bisa dicegah maka dia menjalankan pilihan lain, yaitu memastikan yang datang menggunakan masker untuk pencegahan. Situasinya sulit. Seharusnya memang di tingkat pemerintah daerah, termasuk Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan BPBD / Satgas Provinsi kompak dan tegas dalam menangani ini. Kalau tidak kompak, dampaknya seperti yang terjadi sekarang."

Sebelumnya, sebuah video viral menunjukkan orang-orang berseragam loreng mencabuti menurunkan baliho bergambar wajah Rizieq Shihab. Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan ia yang memerintahkan pembersihan baliho Rizieq Shihab itu.

"Itu perintah saya. Karena berapa kali Pol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Perintah saya itu," kata Mayjen Dudung, Jumat, 20 November 2020.

Dudung menjelaskan aturan yang harus dipatuhi dalam pemasangan baliho. Ia meminta semua pihak tidak seenaknya sendiri dan merasa paling benar. "Kalau siapa pun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum. Kalau memasang baliho sudah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan. Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, enggak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya."

Ia dengan tegas meminta FPI atau Front Pembela Islam yang dipimpin Rizieq Shihab jangan berani macam-macam dengan TNI atau bubarkan saja kalau bertindak seenaknya. "Kalau perlu, FPI bubarkan saja itu. Bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari. Sekarang kok mereka ini seperti yang ngatur suka-sukanya sendiri. Saya katakan itu perintah saya. Dan ini akan saya bersihkan semua, tidak ada itu baliho yang mengajak revolusi dan segala macam."

Dudung menegaskan akan menindak tegas siapa pun yang mengganggu persatuan. "Jangan coba mengganggu persatuan dan kesatuan. Jangan merasa mewakili umat Islam, tidak semua, banyak umat Islam yang berkata, berucap, dan bertingkah laku baik."

Sementara Doni Monardo yang seperti tidak kompak dengan Panglima TNI, sebelumnya mengatakan bahwa pengirimian masker dan hand sanitizer tidak spesial untuk Rizieq Shihab. Maksudnya, ia juga mengirimkan masker untuk warga Petamburan yang lain. []

Berita terkait
TNI Cabuti Baliho Rizieq Shihab, Polisi Hanya Berdiam Diri
Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat turunkan baliho Habib Rizieq Shihab. Polisi hanya berdiam diri.
Pangdam Jaya Copot Baliho Rizieq, Fadli Zon: Hidupkan Dwifungsi ABRI?
Anggota Komisi I DPR Fadli Zon mengkritik kewenangan Pangdam Jaya Mayjend TNI Dudung Abdurachman yang copot baliho Habub Rizieq Shihab.
Rizieq Shihab Bermanuver Kacaukan NKRI, IPW Senang TNI Copot Baliho
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane senang melihat manuver TNI dalam pencopotan baliho pentolan FPI Habib Rizieq Shihab.
0
Subsidi Kuota, Kemenag Paksa Siswa Pakai Operator XL, Ada Apa?
Pengamat kebijakan publik Adib Miftahul menyayangkan sikap Kementerian Agama (Kemenag) RI memaksa siswa pakai operator dari PT XL Axiata Tbk.