UNTUK INDONESIA
Perbedaan Vaksin Merah Putih dengan Bikinan China Sinovac
Vaksin Merah Putih dan bikinan China bernama Sinovac sama-sama untuk penanganan virus corona. Apa perbedaannya?
Ilustrasi vaksin untuk penganganan virus corona. (Foto: Tagar/Getty Images)

Jakarta - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang PS Brodjonegoro, mengharapkan pada akhir 2020 kemajuan pengembangan vaksin Merah Putih bisa memasuki tahapan uji praklinik. Sehingga pada triwulan I tahun 2021 dapat dilakukan uji klinik tahap pertama.

"Vaksin Merah Putih merupakan vaksin yang dikembangkan menggunakan isolat virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang bertransmisi di Indonesia," kata Bambang Brodjonegoro lewat keterangan tertulisnya, Rabu 21 Oktober 2020.

Ia menuturkan, vaksin Merah Putih dikembangkan oleh sejumlah institusi penelitian dan perguruan tinggi dalam negeri dengan menggunakan sejumlah platform pengembangan.

Adapun institusi tersebut adalah Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, dan Universitas Gajah Mada.

antivaksin fbIlustrasi uji klinis vaksin Covid-19 oleh perusahaan farmasi Johnson & Johnson (Foto: dok JNJ).

Berbeda dengan vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac dan Sinopharm asal China, vaksin Merah Putih dikembangkan menggunakan platform seperti protein rekombinan, DNA, dan RNA. Sedangkan Sinovac dan Sinopharm menggunakan platform inactivated virus atau virus yang dimatikan dalam pengembangan vaksinnya.

Selain itu, vaksin Merah Putih dikembangkan menggunakan isolat virus yang bertransmisi di Indonesia, berbeda dengan Sinovac dan Sinopharm yang menggunakan isolat virus dari negara asalnya yakni China.

Baca juga:

Menristek Bambang Brodjonegoro menuturkan Indonesia menempuh kebijakan dua skema paralel atau double track dalam pengembangan vaksin untuk penanganan pandemi Covid-19, yakni melalui kerja sama dengan pihak luar negeri dan membuat vaksin secara mandiri.

Penggunaan vaksin-vaksin yang dikembangkan di luar negeri merupakan upaya jangka pendek yang dapat segera dilakukan pemerintah. Sedangkan Vaksin Merah Putih dikembangkan sebagai upaya jangka menengah dan panjang dalam penyediaan vaksin untuk kebutuhan masyarakat Indonesia.

Belum diketahui secara tepat seberapa lama daya tahan vaksin mampu bertahan dalam tubuh. Badan Kesehatan Dunia (WHO) hanya memperkirakan vaksin Covid-19 bertahan selama enam bulan hingga dua tahun saja.

Berita terkait
Beda Tugas Terawan dan Erick Thohir soal Pengadaan Vaksin Corona
Jokowi menegaskan Menkes Terawan dan Menteri BUMN Erick Thohir bertanggung jawab terhadap pengadaan vaksin virus corona di Indonesia.
Penelitian Sebut Golongan Darah O Lebih Kebal Virus Corona
Penelitian terbaru di Denmark mengungkapkan golongan darah O memiliki risiko paling rendah terinfeksi virus corona.
Ibu Terinfeksi Lahirkan Bayi Positif Corona, Mitos Atau Fakta?
Apakah ada keterkaitan antara ibu hamil positif virus corona melahirkan anak terinfeksi Covid-19?
0
Pria Botak di Sumut Diancam 15 Tahun Penjara, Ini Kasusnya
Pria botak di Deli Serdang, Sumatera Utara, nodai adik ipar. Penjara 15 tahun menantinya.