UNTUK INDONESIA
Penumpang KRL Terus Turun Hari ke Hari Akibat Corona
Jumlah penumpang KRL terus menurun seiring merebaknya wabah virus corona. Mereka bekerja dari rumah demi mencegah penularan virus corona.
KRL Commuterline jurusan Tanah Abang-Rangkasbitung. (Foto: Tagar/Dea Zirda)

Jakarta - Jumlah penumpang KRL atau kereta Commuterline terus menurun seiring merebaknya wabah virus corona. Presiden Jokowi telah mengistruksikan kepada masyarakat agar bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Begitu juga kebijakan untuk anak sekolah untuk belajar dari rumah. Kondisi demikian yang membuat penumpang KRL kian merosot.

“Jumlah pengguna (penumpang) Commuterline telah turun sekitar 50 persen,” kata VP Corporate Communication PT KCI Anne Purba, dalam siaran pers, Minggu, 22 Maret 2020.

Anne mengatakan pada Jumat, 20 Maret 2020, penumpang kereta Commuterline tercatat hanya 459.922 orang.

Berdasarkan data dari PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), pengguna jasa KRL terjadi penurunan sejak Senin (16/3/2020) hanya sebanyak 733.140 orang. Walaupun masih terlihat ramai di sejumlah stasiun, menurut Anne jumlah tersebut menurun 27 persen daripada Senin, 9 Maret 2020 yang bisa mencapai 1.009.362 penumpang.

“Sejak adanya pemberitahuan mengenai kuliah online, penutupan tempat umum dan tempat wisata pada Sabtu (14/3/2020) Pengguna Commuterline turun 32 persen,” kata Anne.

“Pada hari Selasa 17 Maret, akibat semakin bertambahnya orang yang bekerja dari rumah, jumlah penumpang KRL tercatat 610.207,” ujarnya.

Kemudian, pada Rabu 18 Maret, jumlah penumpang KRL semakin menurun tercatat 547.713 orang. Jika dalam kondisi normal penumpang KRL bisa mencapai 1.000.000 orang setiap hari. Tetapi sejak di berlakukannya work from home penumpang KRL semakin menurun. 

Masyarakat semakin sadar tentang bahayanya virus corona dan menjauhi tempat-tempat keramaian. Untuk mendukung sosial distancing, PT KCI tidak mengurangi jumlah kereta pada setiap stasiun.

Bahkan, perjalanan kereta menuju Bogor-Jakarta perjalanan ditambah menjadi dua pada jam sibuk pada pagi hari. Hal ini dilakukan untuk mengurangi adanya kepadatan di kereta, untuk mencegah penularan virus corona.

Demi mencegah penyebaran virus corona, PT KCI melakukan antisipasi pengecekan suhu tubuh kepada para penumpang sebelum menaiki kereta. Mereka yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat Celsius akan diminta untuk tidak menaiki KRL. 

PT KCI juga memberikan imbauan kepada penumpang untuk tetap antre dengan tertib dan mengikuti pemeriksaan demi kesehatan bersama. Hal ini dilakukan di sejumlah stasiun termasuk stasiun-stasiun terpadat seperti Stasiun Bogor, Manggarai, Gondangdia, Juanda, Sudirman, Tanah Abang, Tangerang, Duri, dan Rangkasbitung. 

Pelayanan ini dilakukan PT KCI sesuai dengan arahan Presiden Jokowi di tengah adanya wabah corona. Presiden Jokowi meminta dalam kondisi apa pun transportasi umum harus dijamin keberadaannya. PT KCI juga mengajak para penggunanya untuk mengikuti imbauan dari pemerintah untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Imbauan ini sangat penting untuk mencegah penyebaran virus corona agar tidak meluas.

Selain itu PT KCI juga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar untuk tetap menjaga kesehatan dengan meminum vitamin C, tetap menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan setelah memegang benda apapun, selalu memperhatikan etika batuk dan bersin di tempat umum, dan gunakanlah masker bagi yang sedang sakit maupun sedang dalam pemulihan. 

Apabila merasa kurang fit atau kurang sehat silakan untuk mengunjungi pos kesehatan gratis PT KCI yang ada di 30 stasiun. Dan, jangan lupa selalu menjaga jarak sejauh satu meter di antara pengguna KRL.[]

(Dea Zirda)

Berita terkait
Moeldoko Respons Potensi Penularan Corona di KRL Jakarta-Bogor
KSP Moeldoko menekankan masyarakat tidak perlu khawatir menggunakan KRL Commuter Line rute Bogor-Depok-Jakarta Kota soal rentan virus corona,
Penyebab Pemakai KRL Bogor-Jakarta Rawan Kena Corona
PT KCI jelaskan penyebab Kereta Rel Listrik (KRL) rute Bogor-Depok-Jakarta berisiko tinggi penyebaran virus corona.
KRL Bogor-Jakarta Berpotensi Tinggi Penularan Corona
Layanan KRL Commuter Line rute Bogor-Depok-Jakarta disebut sebagai salah satu moda transportasi dengan potensi penyebaran wabah virus corona.
0
Kenapa Orang Indonesia Harus Kenal Ki Hajar Dewantara
Ada nama besar Ki Hajar Dewantara di balik peringatan Hari Pendidikan Nasional setiap tanggal 2 Mei. Ini profil Ki Hajar Dewantara.