UNTUK INDONESIA
Pentingnya Jaga Jarak Mencegah Sebaran Virus Corona
Dengan kesadaran menjaga jarak fisik atar manusia menjadi faktor yang sangat menentukan dalam mencegah penyebaran virus corona.
Ilustrasi jaga jarak untuk memutus mata rantai virus corona. (Foto: Tagar/Aan)

Makassar - Dengan kesadaran menjaga jarak fisik atar manusia menjadi faktor yang sangat menentukan dalam mencegah penyebaran virus corona atau covid-19. Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, dr. Ichsan Mustari mengatakan menjaga jarak sangat dibutuhkan untuk memutus mata rantai virus corona.

“Kenapa jaga jarak fisik sangat penting?, sebab perpindahan virus Corona melalui mulut dan hidung sangat cepat, olehnya itu kenapa ada anjuran untuk menjaga jarak antar manusia,” kata Ichsan, Minggu, 5 April 2020.

Menjaga jarak fisik ini tidak hanya dilakukan dalam lingkungan anggota keluarga dalam rumah saja, akan tetapi juga jaga jarak fisik saat berada di luar rumah, termasuk pembatasan sosial seperti di lingkungan kerja dan tempat ibadah.

Kenapa jaga jarak fisik sangat penting?, sebab perpindahan virus Corona melalui mulut dan hidung sangat cepat.

“Menjaga jarak dengan manusia dilakukan saat ini bukan untuk saling berjauhan. Semua itu dilakukan semata-mata hanya bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona yang kini sudah menjadi pandemi di kota-kota besar di Indonesia, hingga ke pelosok desa,” tambahnya.

Ichsan menambahkan, sejauh ini dari data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel sebanyak 80 orang. Dari jumlah tersebut terdapat sembilan orang yang sudah sembuh dan enam orang lain meninggal dunia.

Berdasarkan hal tersebut, Ichsan kembali mengingatkan pentingnya menjaga interaksi secara sosial dan menjaga jarak fisikuntuk mencegah penyebaran virus corona di tengah- tengah masyarakat. []

Berita terkait
Manfaat Menakjubkan Donor Darah untuk Kesehatan
Donor darah memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Berikut Tagar mengulas manfaat mendonarkan darah.
Penumpang Bandara Soetta Wajib Isi Kartu Kesehatan
Penumpang domestic Bandara Soekarno Hatta (Soetta) wajib mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan (Health Alert Card/HAC)
BPS Jatim Catat Biaya Kesehatan Naik Akibat Covid-19
BPS Jawa Timur mencatat harga obat-obatan dan produk kesehatan menyumbang inflasi sebesar 0,12 persen.
0
Relaksasi Kredit, Bank di Daerah Masih Saja Menagih
Presiden Jokowi membuat kebijakan relaksasi kredit saat pandemi Covid-19, praktiknya petugas bank milik negara masih ada yang menagih bunga kredit.