UNTUK INDONESIA
Penjualan Mobil Naik Tipis, Saham Tesla Turun 6 Persen
Tesla menghadapi tekanan untuk bisa meningkatkan penjualan mobil listrik sehingga berpengaruh terhadap saham yang turun 6 persen di Wall Street
Mobil ramah lingkungan ini juga tidak dibekali mesin, tetapi sebuah dinamo khusus yang terpasang di bagian depan dan belakang. (Foto: Instagram/@tesla_model_3)

Jakarta -  Perusahaan mobil listrik terbesar di dunia asal Amerika Serikat, Tesla Inc. pada Rabu, 2 Oktober 2019 waktu setempat merilis peningkatan tipis penjualan atau pengiriman di triwulan  ketiga 2019 sebesar 2 persen menjadi 97.000 unit. Angka itu dibawah perkiraan kalangan analis yang memprediksi sebanyak 97.477 unit. Raihan yang kurang menggembirakan itu berpengaruh negatif terhadap kinerja saham yang dinakhodai Elon Musk itu. Pada penutupan
perdagangan di bursa Wall Street, saham Tesla turun mendekati angka 6 persen.

Tesla menghadapi tekanan untuk bisa meningkatkan penjualan di tengah persaingan  di industri mobil listrik. Persaingan kian ketat ketika para pabrikan mobil mewah konvensional yang tadinya alergi dengan mobil listrik kini mulai ikut-ikutan memproduksi mobil ramah lingkungan itu. Tahun ini Tesla menargetkan peningkatan pengiriman dari 360 ribu unit menjadi 400 ribu unit.

Menurut analis dari Roth Capital Partners, Craig Irwin, untuk bisa mencapai target tersebut, perusahaan harus  melakukan pengiriman sekitar 104.800 unit di semester keempat. "Kalau melihat respon yang kurang menggembirakan, sepertinya target tersebut sulit tercapai," katanya seperti diberitakan dari Reuters, Kamis, 4 Oktober 2019.

Mobil Tesla Model S dan X berjenis sport utility vehicle (SUV)  harus bersaing ketat dengan SUV besutan Jaguar dan Land Rover. Pengiriman SUV Model S dan X turun 1,4 persen menjadi 17.400 unit di triwulan kedua 2019, ini dibawah perkiraan kalangan analis sebanyak 18.829 unit. Sementara pengiriman Model 3 jenis sedan di triwulan ketiga sebanyak 79.600 unit, diatas estimasi sebelumnya 79.470 unit, naik tipis dari triwulan kedua. Sang CEO, Elon Musk mengandalkan penjualan Model 3 untuk menghadapi tekanan pasar. Perusahaan akan menggenjot pengiriman sedan listrik ini ke pasar-pasar baru secara efisien untuk menjaga modal kerja. 

  • Pasar Cina

Jadwal produksi massal di pabrik Shanghai ini sangat penting bagi Tesla untuk bisa memenuhi pencapaian target di tahun 2019. Namun menurut laporan Reuters, tidak jelas kapan Tesla bisa memenuhi target akhir tahun mengingat masih belum jelasnya pemasanan, persoalan tenaga kerja dan siapa yang akan ditunjuk menjadi pemasok atau agen tunggal pemegang merek (ATPM). Jadwal produksi massal di pabrik Shanghai ini sangat penting bagi Tesla untuk bisa memenuhi pencapaian target di tahun 2019. 

Perusahaan berencana untuk memulai produksi di pabrik barunya di Shanghai bulan ini. Tesla yang berbasis di California ini menargetkan akan memproduksi sekitar 1.000 unit Model 3 di pabrik Shanghai hingga akhir tahun 2019. Tesla berambisi meningkatkan penjualan di Cina yang merupakan pasar mobil terbesar di dunia dan disamping untuk menghindari tarif impor yang  tinggi.

Mobil ListrikMobil Listrik seri S keluaran Tesla Mobil telah dipasarkan di Norwegia. (Foto:/AFP/Getty Images/Pierre-Henry Deshayes)

Baca Juga: Volkswagen Produksi Mobil Listrik Secara Massal 

Kendaraan Ibu Kota Baru, Moeldoko: Harus Mobil Listrik


Berita terkait
Enam Mobil Listrik China Mejeng di Pameran Otomotif
China merupakan pasar kendaraan listrik terbesar di dunia, mencapai 1,2 juta unit kendaraan listrik dan hybrid pada 2018.
Mengulik Enam Mobil Listrik Termurah di Dunia
Mobil listrik akan menjadi pilihan konsumen dalam beberapa tahun mendatang.
Mobil Listrik Honda E Rilis di Frankfurt Motor Show
Akselerasi Honda E mampu meraih kecepatan 0-100 km/h dalam waktu 8 detik.
0
Karnaval Busana Serba Hitam Bulukumba Raih MURI
Karnaval ribuan orang memakai pakian serba hitam di Kabupaten Bulukumba meraih rekor MURI.