UNTUK INDONESIA
Mobil Listrik Honda E Rilis di Frankfurt Motor Show
Akselerasi Honda E mampu meraih kecepatan 0-100 km/h dalam waktu 8 detik.
Mobil listrik Honda E. (Foto: Dokumentasi Honda)

Jakarta - Honda melakukan peluncuran versi produksi massal dari mobil listrik Honda E  yang digelar pada 10 September 2019 di Frankfurt Motor Show, Jerman. 

Dirancang dengan menekankan desain yang simpel dan praktis, Honda E ditujukan untuk memenuhi gaya hidup modern di perkotaan dan menawarkan berbagai kelebihan meliputi teknologi terintegrasi dan rasa berkendara yang dinamis.

Pada bagian eksterior, kehadiran spion konvensional kini digantikan Side Camera Mirror System dengan mengusung kamera berukuran kecil yang terhubung langsung dengan layar berukuran 6 inchi di dalam dashboard. 

Mobil Listrik Honda EMobil listrik Honda E. (Foto: Dokumentasi Honda)

Penggunaan teknologi kamera sebagai yang pertama di segmen mobil compact menciptakan tampilan yang lebih stylish, pengalaman berkendara lebih aman serta aerodinamika yang lebih baik.

Mobil Honda E tampil unik dengan kontur yang halus, serta mengusung gagang pintu berbentuk pop-out sehingga menghasilkan penampilan yang mulus untuk mewujudkan desain modern. 

Didukung dengan Side Camera Mirror System, Honda E telah berhasil mewujudkan tampilan eksterior yang halus, nyaris tanpa celah pada titik temu antara kaca depan dan pilar A. 

Mobil Listrik Honda EMobil listrik Honda E. (Foto: Dokumentasi Honda)

Sedangkan di bagian interior, lima buah layar generasi terbaru terpampang di dashboard, dimana salah satunya adalah layar sentuh LCD selebar 12,3 inchi yang terhubung dengan sistem infotainment untuk mendukung gaya hidup konsumen di perkotaan, serta dilengkapi kabin bernuansa modern dengan material terbaik.

Honda E dilengkapi dengan motor penggerak listrik yang menghasilkan dua besaran tenaga, masing-masing sebesar 136 PS dan 154 PS, serta torsi maksimal 315 Nm. 

Sementara itu, Honda E dapat mencapai jarak maksimal sebesar 220 km dalam sekali pengisian daya, didukung baterai berkapasitas 35,5 kWh yang menjadi baterai mobil berukuran terkecil di kelasnya serta dapat mencapai level 80 persen dalam 30 menit pengisian daya. Sedangkan untuk akselerasi, Honda E mampu meraih kecepatan 0-100 km/h dalam waktu 8 detik.

Mobil Listrik Honda EMobil listrik Honda E. (Foto: Dokumentasi Honda)

Akses terhadap aplikasi maupun layanan online di layar dashboard juga dapat dilakukan dengan komando suara melalui teknologi Honda Personal Assistant, sebuah kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dapat melakukan percakapan secara natural dengan pengendara dan penumpang untuk akses yang lebih mudah.

Honda Personal Assistant dapat diaktifkan dengan mengatakan, “OK Honda” diikuti dengan sebuah pertanyaan atau instruksi. Seiring waktu, Honda Personal Assistant juga dapat semakin mengenali suara dari setiap individu untuk memberikan respon yang lebih akurat.

Tidak hanya itu, para pemilik Honda E juga dapat selalu terhubung dengan mobilnya melalui aplikasi smartphone My Honda+. Diluncurkan sejak tahun 2017, aplikasi tersebut telah mendapatkan berbagai pembaruan untuk menyediakan fungsi yang lebih banyak, meliputi laporan kondisi kedaraan, remot untuk mengatur fitur climate control, serta memonitor lokasi kendaraan. 

Tambahan fungsi yang dikhususkan untuk kendaraan listrik juga telah ditambahkan, meliputi kontrol pengisian daya dan monitor terhadap sisa energi yang tersedia, serta dapat membantu mencari stasiun pengisian daya terdekat.

Untuk meningkatkan keamanan, Honda E juga dapat diakses menggunakan kunci digital untuk mengunci dan membuka kunci kendaraan melalui aplikasi di smartphone. []

Berita terkait
Volkswagen Produksi Mobil Listrik Secara Massal
Volkswagen mengalihkan strateginya untuk memproduksi mobil listrik secara massal dengan biaya yang efisien.
Volume Oli Mesin Berkurang? Jangan Dulu Ditambah
Jika sudah berkurang sebaiknya cek terlebih dahulu batas normal volume oli mesin mobil Anda sebelum menambahnya.
Merawat AC Mobil Agar Tetap Dingin
Kondisi sebaliknya apabila AC mobil rusak atau bermasalah maka kabin akan terasa panas di tengah kondisi lalu lintas yang macet seperti di Jakarta.
0
Masa Depan Wiranto di Kabinet Jokowi Jilid 2
Menimbang masa depan Wiranto dalam pemerintahan Jokowi jilid 2, tetap di kabinet atau terpental keluar.