Pengelolaan Sampah Medis yang Tepat Ikut Cegah Covid-19

Dinkes Semarang menyampaikan prosedur penanganan sampah infeksius selama pandemi sehingga aman dan tidak lagi berpotensi menularkan virus.
Dialog live Ngolah, Ngobrol Tentang Sampah di akun @semarangwegahnyampah, Rabu, 24 Maret 2021.(Foto:Tagar/Pemkot Semarang)

Jakarta - Sikap wegah nyampah (usaha untuk tidak menghasilkan sampah), diharapkan dapat memberikan andil terhadap upaya percepatan pemberantasan virus Covid-19 di Kota Semarang. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Muhammad Abdul Hakam dalam dialog live Ngolah, Ngobrol Tentang Sampah di akun @semarangwegahnyampah, Rabu, 24 Maret 2021. 

Dalam acara tersebut, Kepala Dinkes yang akrab disapa Abdul Hakam ini mengupas tuntas berbagai permasalahan sekaligus penanganan sampah selama pandemi dan isolasi mandiri di Kota Semarang.

Agar tak berdampak lanjut dari sisi kesehatan dan lingkungan, masker sekali pakai sebaiknya disterilisasi dengan disenfektan, dipotong pada bagian maskernya baru kemudian dibuang pada tempat sampah khusus medis.

"Selama pandemi ini banyak habit atau kebiasaan baik yang dilakukan seperti memakai masker, rajin mencuci tangan, mengelola sampah lebih baik maka nantinya tidak hanya Covid yang akan tertangani tetapi juga penyakit infeksius lain seperti diare akut, demam akut dan infeksi lainnya InshaAllah juga akan menurun," tutur Hakam.

Dalam kesempatan ini, Hakam menyampaikan sejumlah prosedur penanganan sampah infeksius selama pandemi sehingga aman dan tidak lagi berpotensi menularkan virus. Menurutnya, sampah-sampah para pasien terkonfirmasi Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit dan rumah isolasi dikelola oleh penyedia jasa khusus mulai dari proses pemilahan, pembakaran dengan insenerator hingga pengelolaan abu dari sampah infeksius tersebut. 

Sementara, untuk sampah dari pasien terkonfirmasi Covid-19 yang menjalani proses penyembuhan melalui isolasi mandiri diminta untuk melakukan pemilahan dan sterilisasi dengan cairan desinfektan pada sampah yang dihasilkan sebelum kemudian disetor pada pengolah sampah.

"Virus Covid-19 ini akan mati setelah 8 jam jika menempel pada benda mati, karenanya harus ditangani terlebih dahulu di setiap rumah pasien isoman," tandasnya.

Tak hanya, sampah isoman, dr. Hakam juga meminta partisipasi aktif warga masyarakat dalam mengelola sampah masker sekali pakai.

"Agar tak berdampak lanjut dari sisi kesehatan dan lingkungan, masker sekali pakai sebaiknya disterilisasi dengan disenfektan, dipotong pada bagian maskernya baru kemudian dibuang pada tempat sampah khusus medis. Hal ini, juga sebagai upaya menghindari penyalahgunaan penjualan kembali masker bekas oleh oknum tak bertanggungjawab," tegasnya.

Program Ngolah, merupakan program live instagram yang rutin diselenggarakan oleh akun @semarangwegahnyampah setiap Rabu dengan mengangkat tema-tema menarik dan update setiap Minggunya. 

Akun @semarangwegahnyampah ini juga aktif memberikan edukasi terkait upaya penanganan dan pengurangan sampah di Kota Semarang sebagaimana semangat Peraturan Walikota Semarang No. 27 Tahun 2019 tentang Pengendalian Penggunaan Plastik.[]

Berita terkait
Hendi Sebut Pemkot Semarang Bekerja Dalam Sebuah Aquarium
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi terus mendorong pemerintah daerah yang dipimpinnya untuk semakin transparan dan terbuka.
Hendi Ingin Kurangi Aplikasi Tak Bermanfaat dalam Pengembangan Semarang Smart City
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi Ingin inovasi berfungsi dan bermanfaat. Oleh sebab itu ia ingin mengurangi Aplikasi yang tak bermanfaat.
Kota Semarang Jadi Nominasi Pilot Project Zero Stunting
Kota Semarang masuk ke dalam nominasi pelaksanaan pilot project dalam penurunan angka kematian, ibu, bayi dan Stunting.
0
Hari Lahir Pancasila, Kemendagri: Naikkan Bendera Merah Putih Satu Tiang
Kemendagri meminta seluruh masyarakat menaikkan Bendera Merah-Putih satu tiang dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni.