UNTUK INDONESIA
Pengakuan Pemkot Yogyakarta soal Efek Pedestrian Malioboro
Uji coba pedestrian Malioboro memberi efek bagi ekosistem di sana. Pedagang turun omzet. Hal itu diakui Wali Kota Yogyakarta.
Suasana kawasan Malioboro, Yogyakarta, pada hari pertama uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan itu, Selasa, 3 November 2020. (Foto: Tagar/Kurniawan Eka Mulyana)

Yogyakarta - Uji coba pedestrian kawasan Malioboro yang merupakan kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY terus menuai pro dan kontra. Berada di dalam wilayahnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta pun mengakui mulai terjadinya penurunan perekonomian di kawasan tersebut sejak salah satu destinasi wisata favorit pelancong yang akan bebas kendaraan bermotor itu pada Selasa, 3 November lalu.

"Kami memang mendengar semuanya, kami akan kaji, karena yang terjadi saat ini sepi kan. Kegiatan ekonomi jangan sampai terganggu. Tetapi, dicoba dulu, Senin pekan depan (9 November) kami sampaikan hasil kajiannya. Kami lihat dulu Sabtu dan Minggu, kondisinya seperti apa," kata Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, Jumat, 6 November 2020.

Haryadi memastikan pemkot tetap mendukung kebijakan Pemda DIY yang sedang menerapkan uji coba pedestrian kawasan Malioboro. Namun, Pemkot tetap menaruh beberapa catatan, yang bakal terus dikaji hingga awal pekan mendatang.

Baca Juga:

Menurut dia, sejumlah catatan yang menjadi perhatiannya seperti keramaian di Malioboro. Haryadi mengaku berani mengatakan hal tersebut lantaran hingga saat ini sudah banyak muncul keluhan dari pedagang dan pelaku usaha di sana, terkait sepinya pengunjung di masa uji coba.

"Khususnya berkaitan dengan bagaimana situasi keramaian di Malioboro ini agar tetap terjaga. Saya katakan, bahwa uji coba pedestrian ini menuju arah mana? Kaitannya dengan pembatasan, atau pelarangan (kendaraan bermotor melintas)," papar dia.

Kami memang mendengar semuanya, kami akan kaji, karena yang terjadi saat ini sepi kan. Kegiatan ekonomi jangan sampai terganggu. Tetapi, dicoba dulu.

Orang nomor satu di jajaran Pemkot Yogyakarta ini pun berjanji akan terus mendengarkan dan mengkaji masukan-masukan dari semua pihak untuk mengevaluasi jalannya uji coba pedestrian ini, khususnya mereka yang terdampak langsung. Mulai dari pelaku usaha, atau pengguna jalan yang mengeluhkan antrean panjang di sirip-sirip Malioboro.

Dia pun sepenuhnya memahami bahwa upaya uji coba pedestrian ini merupakan langkah Malioboro menuju kawasan heritage. Hanya saja, untuk ke arah sana, tetap dibutuhkan kajian supaya tak ada pihak yang merasa dirugikan. "Semua kami kaji kok dan saya paling berkepentingan dalam hal ini, agar sosialnya maju, ekonominya maju. Jangan diadu antara heritage dengan ekonomi, sebenarnya komplementer itu, jadi jangan diadu," papar dia.

Baca Juga:

Sementara itu, menurunnya perekonomian kawasan Malioboro sejak uji coba pedestrian diakui sejumlah pedagang di sana. Bahkan para pedagang menyebut omzet mereka anjlok hingga 30 persen. "Omzet anjlok tinggal 30 persen. Ini sudah kami alami sejak hari pertama uji coba," kata Koordinator PPMAY Karyanto Yudomulyono.

Dia menambahkan pihaknya merasa terjadi kemunduran bisnis dan usaha dalam pemberlakuan uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor. Para konsumen terjebak kemacetan hingga kemudian beralih ke toko di kawasan lain. "Jelas kami merasakan kemunduran usaha. Konsumen banyak yang terjebak macet di Ngampilan, Suryotomo, dan Ngupasan sehingga batal masuk toko," imbuh dia.

Karyanto pun mempertanyakan kebikan dari Pemda DIY ini. "Apakah Pemda DIY pernah memikirkan kesusahan ini, kami yang paling terimbas pada upaya mencari nafkah," ujarnya. []

Berita terkait
Formulasi Rekayasa Lalu Lintas Malioboro Terus Dikaji
Uji coba kawasan Malioboro sebagai pedestrian sudah memasuki hari keempat. Penumpukan kendaraan terlihat di sejumlah ruas jalan di sekitarnya.
Warga Yogyakarta Kebingungan Rekayasa Lalu Lintas Malioboro
Sejumlah warga Yogyakarta masih kebingungan dengan dengan rekayasa lalu lintas di kawasan Maliboro saat uji coba hari kedua.
Curhat Kusir Soal Rekayasa Lalu Lintas Malioboro Yogyakarta
Uji coba rekayas alalu lintas di kawasan Malioboro Yogyakarta mulai 3 November 2020 dikeluhkan oleh pelaku wisata di sana.
0
Pengakuan Pemkot Yogyakarta soal Efek Pedestrian Malioboro
Uji coba pedestrian Malioboro memberi efek bagi ekosistem di sana. Pedagang turun omzet. Hal itu diakui Wali Kota Yogyakarta.