UNTUK INDONESIA
Penelitian: Cahaya Lampu Warna Hijau Redakan Migrain di Kepala
Penelitian terbaru cahaya lampu berwarna hijau mampu mengurangi rasa sakit akibat migrain seperti minum obat.
Ilustrasi terapi alternatif penderita migrain dengan cahaya lampu hijau. (Foto: Pexels)

Jakarta - Penelitian terbaru di Amerika Serikat menyebutkan lampu berwarna hijau memiliki manfaat seperti ketika seseorang meminum obat untuk mengurangi rasa sakit akibat migrain. Lampu tersebut harus mengeluarkan cahaya warna hijau.

Penelitian yang dilakukan oleh dokter dari University of Arizona di Tucson tersebut merupakan bentuk terapi alternatif untuk menyembuhkan rasa sakit akibat migrain. Para peneliti menyimpulkan, lampu hijau memiliki efek menghilangkan rasa sakit dan bisa digunakan sebagai tindakan pencegahan migran.

"Sekarang saya memiliki alat lain di kotak peralatan saya untuk mengobati salah satu kondisi yang paling sulit, yaitu migran," kata Profesor dari University of Arizona sekaligus Direktur Chronic Pain Management Clinic, dr. Mohab Ibrahim, dikutip dari laman Medical News Today.

Penilitian itu didasari dari data Migraine Research Foundation bahwa 12% orang di Amerika mengalami migran. Migran diketahui merupakan sakit kepala yang dapat menyebabkan mual hingga penderitanya sulit untuk melakukan aktivitas.

Biasanya orang yang mengalami migran akan mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti obat yang tergolong mengandung narkotika bernama Opioid.

Namun, dalam kasus tertentu, penderita migrain yang sudah mengkonsumsi obat-obatan tetap tidak bisa mengontrol rasa nyeri, bahkan mereka rentan mengalami efek samping tidak menyenangkan setelah minum obat.

Ilustrasi Sakit KepalaIlustrasi sakit kepala. (Foto: emc.id)

Sesi penelitian cahaya lampu hijau

Penelitian ini melibatkan 29 responden yang mengalami migran. Awalnya para pesera berada di ruang gelap yang diterangi cahaya putih selama 1-2 jam. Fungsi cahaya putih berfungsi untuk mengontrol.

Kemudian 10 minggu berikutnya, 29 responden tersebut mendapatkan sinar cahaya hijau dengan panjang gelombang sekitar 525 nanometer dan kecerahan yang sama saat dipapar cahaya lampu putih. Proses diberi cahaya hijau ini menghabiskan waktu selama 1-2 jam.

Selama penelitian responden tidak boleh melakukan aktivitas yang membutuhkan penerangan tambahan, misalnya ketika membaca buku. Responden juga diminta menulis kuesioner berisi jumlah intensitas sakit kepala yang mereka alami pada saat terapi cahaya lampu warna hijau.

Hasil terapi

Hasil penelitian menyimpulkan pengobatan cahaya lampu warna hijau dapat menurunkan nyeri dan sakit di kepala yang dialami penderita migrain. Para peneliti menjelaskan, manfaat itu dapat dirasakan akibat efek plasebo yang membuat responden dapat merasakan perbaikan setelah perawatan cahaya hijau.

Selama penelitian, perawatan lampu hijau membuat kualitas tidur 29 responden yang mengalami migran menjadi lebih baik dan kemampuan melakukan aktivitas lainnya tidak menurun. (Niswatul Mahmudah)

Berita terkait
Dokter Bicara Tren Tindik di Dalam Hidung, Bahaya Gak Sih?
Tindik atau piercing di bagian dalam hidung sedang hits. Namun, apakah mengikuti tren ini berbahaya?
Dokter Saran Tinggalkan Olahraga Beregu saat Pandemi
Olahraga dapat membuat tubuh menjadi bugar dan imunitas menjadi naik. Saat pandemi, dokter sarankan tinggalkan olahraga beregu.
Melawan Virus Corona Pakai Ganja, Ini Hasil Penelitiannya
Melawan virus corona. Kandungan kimia alami dalam ganja memiliki dampak terhadap penanganan pasien positif?
0
Jerman Larang Kedatangan Au Pair di Masa Pandemi
Keluarga muda di Jerman menghadapi masalah karena program au pair ditunda yang disebabkan oleh pandemi virus corona