Pendaki Hilang di Gunung Guntur Belum Ditemukan

Upaya spiritual juga sudah dilakukan, tapi masih belum menemukan titik terang.
Ilustrasi Gunung Guntur. (Foto: Tagar/Ist)

Jakarta - Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam Jawa Barat (BBKSDA Jabar) menutup sementara Gunung Guntur, Kabupaten Garut, dari aktivtas pendakian hingga waktu yang tidak ditentukan, menyusul adanya laporan pendaki yang hilang. Hingga saat ini, tim SAR masih terus melakukan pencarian.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah V Garut, Dodi Arisandi mengatakan, penutupan Gunung Guntur itu berlaku sejak Senin, 20 September 2021. 

"Sampai waktu yang tidak ditentukan. Nanti kita lihat perkembangan di lapangan," ujarnya saat dihubungi awak media, Selasa, 21 September 2021.

Lebih dari 100 orang tim SAR gabungan sudah diturunkan untuk melakukan pencarian, hingga terakhir dilaporkan hari ini, pukul 16.30 WIB, pendaki yang dilaporkan hilang di Gunung Guntur masih belum ditemukan.  

Dodi mengakui, proses pencarian terhambat karena cuaca yang mendung di atas Gunung Guntur, ini membuat kondisi di lapangan gerimis dan berkabut. Tim SAR yang melakukan pencarian juga sudah  turun dari atas gunung. Sebab, apabila pencarian dipaksakan hingga malam hari justru akan menimbulkan risiko.

"Untuk sementara pencarian dihentikan. Kita akan lakukan evaluasi, baru besok akan dilanjutkan pencarian," ujarnya.

Dodi menuturkan, berdasarkan hasil evaluasi sementara, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan pendaki yang dilaporkan hilang. Bahkan, pihaknya sudah melakukan upaya spiritual, tapi masih belum menemukan titik terang.



Untuk sementara pencarian dihentikan. Kita akan lakukan evaluasi, baru besok akan dilanjutkan pencarian.



Sebelumnya, pendaki atas nama Muhammad Gibran (14) dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Guntur pada Minggu, 19 September 2021. Gibran dilaporkan tetap berada di dalam tenda ketika teman-temannya mendaki ke puncak Gunung Guntur pada pagi hari harinya. Namun, ketika teman-temannya kembali, Gibran sudah tidak ada di tenda.

Dodi menjelaskan, pendakian tersebut merupakan pendikan bersama yang dibuka pendaftaranya melalui media sosial. Awalnya, Gibran mendaftar bersama satu orang temannya. Namun, temannya tak jadi ikut, sehingga ia pergi sendiri dan bergabung bersama rombongan.

"Jadi dia sendiri di rombongan itu. Jadi tidak saling kenal," katanya.

Ketika rombongan tersebut melanjutkan perjalanan ke puncak, setelah bermalam di Pos 3 Gunung Guntur, Gibran tidak ikut. Menurut Dodi, seharusnya Gibran tak dibiarkan seorang diri di tenda.

"Minimal harus ada yang menemani. Kita masih tanyakan kronologi pastinya ke ketua rombongan," katanya.

Ada kemungkinan Gibran turun terlebih dahulu karena terdapat masalah dengan rombongannya. Namun, berdasarkan keterangan keluarga, Gibran belum juga pulang ke rumah.

"Kita masih fokus pencarian di atas. Keluarganya juga ikut mencari," ujarnya. []


Berita terkait
Gunung Gede Pangrango Kembali Dibuka untuk Pendakian
Namun calon pendaki yang datang harus dapat menunjukkan surat telah divaksin minimal dosis pertama.
Pendaki Perempuan Hong Kong Pemecah Rekor Everest Terdampar di Nepal
Tsang Yin-Hung, pendaki pencetak rekor asal Hong Kong dan puluhan pendaki dari China terdampar di Nepal akibat pembatasan terkait pandemi Covid-19
Kemenparekraf Kembangkan Standardisasi Wisata Pendaki
Sejumlah destinasi wisata diprediksi akan naik daun pasca pandemi Covid-19 salah satunya jalur pendakian gunung api yang akan ramai pasca pandemi.
0
Pendaki Hilang di Gunung Guntur Belum Ditemukan
Upaya spiritual juga sudah dilakukan, tapi masih belum menemukan titik terang.