UNTUK INDONESIA

Penanganan Stres Pandemi, Pemicu Gangguan Kesehatan Mental

Pandemi virus corona yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir bisa memicu terganggunya kesehatan mental. Bagaimana menanganinya?
Tanaman hias tropis Janda Bolong. (Foto: Pixabay)

Jakarta - Pandemi virus corona yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir bisa meningkatkan kadar stres dan kecemasan tiap individu. Akibatnya kesehatan mental menjadi terganggu sehingga berpotensi menurunkan daya tahan atau imunitas tubuh.

Pengajar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) Dini Rahma Bintari menuturkan, kesehatan mental dapat dijaga dengan menyadari potensi yang ada pada diri sendiri dan di sekitar tiap individu.

"Dengan banyak bersyukur, berolahraga, mengkonsumsi makanan yang sehat, memenuhi kebutuhan tidur dengan baik, mencoba hal baru," kata Dini lewat keterangan tertulis UI, Selasa, 17 November 2020.

Menerima perasaan yang ada, menerima kondisi dan mengelola perasaan agar menjadi lebih positif.

IlustrasiIlustrasi stres pada anak. (Tagar/pixabay)

Tiap individu, kata dia, juga harus menjalani aktivitas seperti biasa dengan menerima dan beradaptasi dengan keadaan. Bersitegang dengan sutuasi dan kondisi yang tidak dapat dipahami dapat menimbulkan kecemasan sehingga memicu stres.

"Menerima perasaan yang ada, menerima kondisi dan mengelola perasaan agar menjadi lebih positif, dan menyadari bahwa ini memang bukan situasi yang normal," ujarnya.

Dini mengatakan, memerhatikan pola perilaku sehari-hari dapat mendeteksi kesehatan mental. Sikap-sikap negatif yang kini menjadi kebiasaan biasanya menjadi gejala dari terganggunya kesehatan mental.

"Cemas, sulit tidur, lebih mudah marah, terus menerus mencari berita yang negatif, sakit perut berlebihan, berpikiran negatif, tidak bisa bekerja atau belajar dengan baik, sukar tersenyum, menarik diri dari lingkungan, yang merupakan tanda-tanda terjadinya stres psikologis," tuturnya.

Ilustrasi senang, merayakanIlustrasi lepas dari gangguan kesehatan mental. (Foto: Pixabay)

Bagi pasangan atau keluarga yang mendapati orang terdekatnya mengalami gangguan kesehatan mental diimbau untuk intens memberikan motivasi dan semangat. Mereka yang kesehatan mentalnya terganggu diharapkan dapat bekerja secara produktif atau menyibukan diri dengan menjalani hobi.

"Mencari peluang ekonomi, ikut berkontribusi pada komunitas, berkegiatan sosial, dan dapat menyebarkan informasi positif kepada masyarakat," ujar Dini.

Berita terkait
Tips Menjaga Kesehatan Mental Ibu Hamil Saat Pandemi
kesehatan mental saat pandemi penting dijaga oleh ibu hamil. Sebagai langkah ibu dan janinnya tetap sehat.
5 Manfaat Olahraga Bareng Pasangan, Makin Mesra Bisa Langgeng
Rutinitas kerja yang padat membuat hubungan antara Anda dan pasangan menjadi merenggang. Olahraga bersama menjadi solusinya.
5 Kegiatan Seru di Rumah saat Libur Panjang, Waktunya Me Time!
Bagi yang memilih di rumah, banyak lho kegiatan bisa dilakukan tanpa harus bepergian ke luar kota saat libur panjang akhir Oktober 2020.
0
Pemrov DKI Larang Pakai Monas untuk Reuni 212, Acara Ditunda
Pelaksanaan Reuni 212 yang sedianya digelar pada 2 Desember 2020 di Monas Jakarta resmi ditunda.