Penanganan Banjir Jadi Prioritas Wali Kota Semarang Hendi

Usai resmi dilantik, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan masalah banjir menjadi prioritas penanganan pihaknya.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu berbincang dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai pelantikan, Jumat, 26 Februari 2021. Usai dilantik, Hendi bergerak cepat tangani banjir. (Foto: Tagar/Istimewa)

Semarang - Persoalan banjir menjadi prioritas penanganan Hendrar Prihadi usai dilantik sebagai Wali Kota Semarang. Program-program penanganan banjir, baik jangka pendek maupun panjang, telah disiapkan jauh hari oleh Pemkot Semarang.   

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, persoalan banjir akan menjadi perhatian serius pihaknya. Program-program jangka pendek akan segera dilakukan, termasuk salah satunya menambah kapasitas pompa.

"Tentu program jangka panjang tetap akan difokuskan soal penanganan banjir itu. Akan kami evaluasi persoalan ini dan secepatnya dicarikan solusi," tutur Hendi, sapaan akrabnya, Sabtu, 27 Februari 2021.

Sebelumnya, usai dilantik bersama Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Jumat, 26 Februari 2021, Hendi menegaskan hal serupa. 

Jam 17.20 WIB, alhamdulillah, Jalan Kaligawe di bawah jalan tol yang kemarin cukup tinggi, sekarang airnya tipis, hanya sekitar 3 Cm, tidak mengganggu arus lalu lintas.

Hendi berharap seluruh masyarakat Semarang juga ikut berkontribusi di pencegahan banjir, di antaranya tidak dengan membuang sampah di saluran air maupun sungai.

"Termasuk program lain, misalnya pengendalian kerusakan lingkungan serta yang tidak kalah penting adalah penanganan Covid-19," ucapnya.

Diketahui, Kota Semarang hingga saat ini masih mempunyai pekerjaan rumah berupa persoalan banjir. Persoalan klasik tersebut menghantui masyarakat yang tinggal di sekitar sungai, seperti di Mangkang, kawasan utara Semarang, Genuk, Gayamsari hingga menggenangi jalur Pantura di Kaligawe.

Lima tahun terakhir, Pemkot Semarang di bawah kepemimpinan Hendi bukannya berpangku tangan. Mulai gerakan moral bersih sungai, penghijauan, normalisasi saluran, sungai hingga penambahan pompa maupun pembangunan rumah pompa baru digencarkan.

Secara garis besar, upaya tersebut cukup membuahkan hasil. Dalam musim hujan beberapa tahun terakhir, Kota Semarang bisa bernafas lega, daerah langganan banjir terbilang kering. Kalaupun ada genangan, langsung surut usai hujan reda.

 Baca juga: 

Hanya saja, di musim hujan awal tahun ini, seiring cuaca ekstem, yakni hujan intensitas tinggi dan berlangsung lama, daerah langganan banjir kembali tergenang air. Seperti di wilayah Genuk dan jalur vital Jalan Pantura Kaligawe. Di kawasan tersebut, empat hari terakhir terendam air.

Dan sesuai janji Hendi, pada Sabtu ini, Pemkot Semarang memaksimalkan upaya penyedotan menggunakan pompa air. Alhasil sore tadi, banjir di ruas Jalan Pantura Kaligawe tertangani. Penghubung Jakarta - Semarang - Surabaya itu , sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dengan aman.

"Jam 17.20 WIB, alhamdulillah, Jalan Kaligawe di bawah jalan tol yang kemarin cukup tinggi, sekarang airnya tipis, hanya sekitar 3 Cm, tidak mengganggu arus lalu lintas. Untuk akses menuju jalan tol cukup lancar, tapi lubangnya cukup banyak sehingga pengendara harus berhati-hati, namun sudah tidak ada air lagi," tutur petugas Polsek Genuk dikutip dari akun Instagram @polsek_genuk_restabessmg. []

Berita terkait
Pemakaman Warga Semarang Diantar Perahu Terjang Banjir
Kalimat tahlil mengiringi proses pemakaman jenazah warga Semarang di tengah kepungan banjir. Keranda berisi jenazah diantar menggunakan perahu.
Penanganan Banjir di Pantura Jateng, Ganjar Usul Rp 3,19 T
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengusulkan penanganan banjir di Pantura masuk program nasional. Penanganan banjir diusulkan Rp 3,19 triliun.
Kota Semarang Banjir Lagi, Hindari Jalan Pantura Kaligawe
Kota Semarang kembali disergap banjir. Para pengguna jalan, khususnya motor dan mobil rendah, sebaiknya mengindari Jalan Pantura Kaligawe.
0
Bentuk Satgas BLBI, Mahfud MD: Mereka Tak Bisa Sembunyi Lagi
Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan, Satgas akan memburu para obligor dan debitur BLBI sehingga mereka tidak bisa kabur lagi.