UNTUK INDONESIA
Pemkot Yogyakarta Anggap Tak Perlu Rapid Test Acak Wisatawan
Pemkot Yogyakarta menganggap tak perlu melakukan rapid test secara acak kepada wisatawan yang memasuki destinasi di wilayahnya. Ini alasannya.
Suasana Malioboro Yogyakarta membludak saat long weekend Oktober 2020. (Foto: Istimewa)

Yogyakarta - Pengelola wisata Candi Borobudur melakukan rapid test acak terhadap wisatawan yang datang ke tempat tersebut. Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta pun menganggap tidak perlu melakukan langkah serupa terhadap wisatawan yang sedang berlibur di Kota Pelajar.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan sejak awal pemkot memang meminta para wisatawan meyakinkan dirinya bahwa ketika berlibur harus dalam keadaan sehat, dan membawa surat-surat yang diperlukan ketika masuk ke Kota Yogyakarta. "Kami tidak melakukan random test (rapid test acak kepada wisatawan). Baik hasil rapid atau swab atau lainnya tentu harus dibawa, terutama ketika menginap di hotel. Sebab pasti ditanyai hal itu," katanya Sabtu, 31 Oktober 2020.

Baca Juga:

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta ini mengatakan rapid test acak di destinasi wisata hanya akan memberikan pemahaman ke masyarakat bahwa pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.

Menurutnya, apa yang dilakukan pengelola Candi Borobudur atau tempat lainnya dengan melakukan rapid test secara acak dan kemudian ditemukan ada yang reaktif, meski belum tentu juga positif Covid-19 maka sudah cukup memberikan peringatan. Artinya yang paling penting dalam menerima kedatangan wisatawan adalah prokes dimana pun, kapan pun dan dengan siapapun, apalagi di masa liburan harus tetap ditegakkan. "Jadi kami kira dengan hasil di Borobudur saja, sudah cukup semuanya harus sungguh melakukan protokol kesehatannya," tegas dia.

aik hasil rapid atau swab atau lainnya tentu harus dibawa, terutama ketika menginap di hotel. Sebab pasti ditanyai hal itu.

Namun, lanjut dia, jika rapid test acak itu bertujuan untuk screening, maka semestinya dilakukan seminggu setelah masa liburan. Tujuannya adalah untuk melihat apakah para pelaku wisata ada yang terpapar atau tidak, dan kemudian melakukan blocking jika ditemukan adanya paparan. "Itu tindakan pencegahan adanya sebaran," papar Heroe.

Heroe mengatakan, sejak awal pemkot sudah melakukan sejumlah upaya mencegah penyebaran virus. Seperti mempersiapkan masyarakat, pelaku usaha dan wisata untuk siap menghadapi liburan panjang. Caranya dengan melakukan review dan penerbitan surat verifikasi dari Pemkot Yogyakarta bahwa destinasi, hotel, resto atau pelaku usaha dan wisata dan destinasi wisata siap menyambut wisatawan, karena semua sudah menjalankan prokes.

Baca Juga:

Maka dari itu pihaknya terus menggencarkan sosialisasi dan pengawsan agar seluruh pelaku usaha, wisata atau kegiatan sosial dan olah raga perlu ada surat verifikasi telah melakukan prokes dengan sungguh-sungguh. "Dan ini yang paling penting agar kalaupun ada OTG (Orang Tanpa Gejala) yang berkunjung tidak terjadi sebaran atau paparan di tempat destinasi wisata," tambah dia.

Langkah berikutnya, Pemkot Yogyakarta juga menerjunkan tim gabungan di destinasi wisata, tempat parkir dan lain-lain agar semua orang menaati prokes. "Bahkan kami juga melakukan operasi penegakan yustisi di destinasi wisata dan tempat umum lainnya. Itu adalah cipta kondisi agar masyarakat dan semua pelaku usaha dan wisata siap-siap menerima banyak orang yang datang di Yogykarta," ungkapnya.

Langkah terakhir menyiapkan pelaku usaha dan masyarakat untuk selalu memakai masker, menjaga jarak dan selalu menyiapkan hand sanitizer atau tempat cuci tangan dengan sabun. "Itu yang perlu selalu ditegakkan, agar masyarakat terkondisikan bahwa dalam masa pandemi ini, semua aktifitas masih bisa dijalankan selama prokes Covid dijalankan dengan sungguh-sungguh," tuturnya. []

Berita terkait
Imbauan untuk Wisatawan Saat Long Weekend di Bantul
Long weekend Oktober ini dipastikan banyak wisatawan mnegunjungi dstinasi wisata di Bantul. Berikut imbauan agar ditaati pengelola dan wisawatan.
Suasana Malioboro Yogyakarta Menjelang Long Weekend
Wisatawan sudah mulai memadati Malioboro Yogyakarta saat long weekend Oktober 2020. Namun banyak wistawan yang belum patuh protokol kesehatan.
Jukir Kota Jogja Nakal Saat Long Weekend, Hubungi Nomor Ini
Sesuai Perda tarif parkir per jam untuk motor Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000. Selanjutnya berlaku tarif progresif. Adukan jika tak sesuai ketentuan.
0
Pemkot Yogyakarta Anggap Tak Perlu Rapid Test Acak Wisatawan
Pemkot Yogyakarta menganggap tak perlu melakukan rapid test secara acak kepada wisatawan yang memasuki destinasi di wilayahnya. Ini alasannya.