UNTUK INDONESIA
Pemkab Maros Sulsel Siapkan Usulan PSBB
Pemkab Maros sudah mengusulkan PSBB ke Kementerian Kesehatan melihat kasus positif Corona di MAros terbanyak ke tiga di Sulsel.
Ilustrasi masyarakat Maros melakukan antisipasi dengan menutup jalan masuk di perkampungan. (Foto: Tagar/Aan Febriansyah)

Maros - Pemerintah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan sudah mempersiapkan usulan untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Rencana pengusulan PSBB ini melihat jumlah kasus positif Corona di Maros terbanyak ketiga setelah Kota Makassar dan Gowa.

“Pemkab Maros telah mempersiapkan pengusulan PSBB ke pusat, tapi masih melihat kondisi dulu, apalagi data pasien positif saat ini ada orang Maros, tapi tinggalnya bukan di Maros, hanya KTP-nya saja,” kata Sekertaris Daerah Kabupaten Maros, Davied Syamsuddin, Selasa, 21 April.

Davied menyebut, Pemkab Maros saat ini tengah melakulan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulsel soal rencana penerapan PSBB. Ia juga menambahkan, bahwa  perkembangan pasien sembuh di Maros sudah lima orang dan ini merupakan perkembangan baik.

Pemkab Maros telah mempersiapkan pengusulan PSBB ke pusat, tapi masih melihat kondisi dulu.

Ia menambahkan ada beberapa poin yang dibutuhkan sebelum mengusulkan PSBB, yakni tingkat kematian meningkat, dan tingkat penyebaran masif di beberapa kabupaten, di Maros baru delapan kecamatan yang terparah, belum keseluruhan.

"Kami perlu mendata siapa-siapa saja yang terdampak pembatasan akibat aktivitas terhenti, jangan sampai kita tidak siap memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat secara mendasar. Tapi kita akan tetap mengarah kesana," ujar.

Ia menambahkan, sejauh ini Pemkab Maros sudah menerapkan PSBB secara bertahap di lebih 34 titik, baik tingkat kecamatan maupun kelurahan atau desa.

"Ini sepertinya efektif juga, makanya PSBB itu secara masif, ini kami sudah lakukan secara sektoral di kecamatan dan di desa, pembatasan itu baik angkutan, maupun mobilitas masyarakat juga kami batasi,” jelasnya.

Pengusulan PSBB di Kabupaten Maros ini juga berdasar dari hasil pembahasan bersama antara rapat Tim Gugus Tugas Covid-19 dan Pemkab Maros pada Senin, 20 April 2020. []

Berita terkait
1000 Liter Disinfektan Gratis untuk Warga Maros
BRPBAP3 Kabupaten Maros Sulawesi Selatan memberikan cairan disinfektan secara gratis kepada masyarakat
Sering Ketemu Warga, Bupati Maros Jalani Rapid Test
Sering berinteraksi dengan warga, Bupati dan Wakil Bupati MAros menjalani rapid test.
Pasien Corona Sembuh di Maros Bertambah
Jumlah pasien sembuh dari virus corona di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan terus bertambah.
0
Keringanan Retribusi untuk Pedagang Semarang
Pemkot Semarang membebaskan retribusi untuk PKL dan memberi diskon 50 % retribusi pedagang pasar.