UNTUK INDONESIA
Pelaku Penyerangan Brutal di Kulon Progo Menyerah
Dua pelaku penyerangan brutal di Kulon Progo menyerahkan diri ke polisi. Petugas masih memburu dua lainnya yang masih DPO.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto (kiri) dan Direktur Reserse Kriminal Umum Ajun Komisaris Besar Polisi Burkan Rudy Satria (Kanan) saat jumpa pers di Mapolda DIY pada Jumat, 14 Februari 2020. (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah).

Sleman - Gideon Her Kriganto warga Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta disekap dan dianiaya bersama-sama oleh empat orang pelaku. Mereka membabi buta korban dengan segala bentuk kekerasan.

Akibat perbuatan para pelaku, korban mengalami luka hampir di sebagian tubuhnya. Setelah puas berbuat kekerasan fisik itu korban lalu dilepas dan akhirnya melaporkan kejadian penganiayaan kepada Polda Daerah Istimewa Yoyakarta (DIY) untuk segera diproses.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIY Komisaris Besar Polisi Yuliyanto mengatakan keempat pelaku telah merampas kemerdekaan orang dan bersama-sama melakukan kekerasan fisik. Dua di antaranya dapat diamankan dan dilakukan penahanan di rumah tahanan Polda DIY.

Kedua pelaku adalah SY 37 tahun dan AN 26 tahun. Mereka merupakan warga yang tinggal di Minggir, Kabupaten Sleman. "Dua orang pelakunya sudah petugas amankan inisial SY dan AN. Dua lagi masih DPO (daftar pencarian orang)," Kata Yuliyanto kepada wartawan saat juma pers di Mapolda DIY pada Jumat, 14 Februari 2020.

Yuliyanto mengatakan, peristiwa itu dilaporkan pada 27 Januari 2020 di wilayah Kecamatan Minggir, Sleman. Pada Minggu 9 Februari 2020 Polda DIY berhasil mengamankan AN sekitar pukul 02.15 WIB.

Namun saat itu pelaku mencoba melarikan diri akhirnya petugas terpaksa memberikan peringatan tembakan di kakinya. Sementara itu, pelaku SY menyerahkan diri pada Kamis 13 Februari 2020 ke Polda DIY dengan diantar orang tuanya.

Dua orang pelakunya sudah petugas amankan inisial SY dan AN. Dua lagi masih DPO (daftar pencarian orang).

Menurut Yuliyanto, berdasarkan keterangan dari pelaku, saat terjadi tindak pindana tersebut, proses penyekapan dan penganiayaan korban direkam oleh salah satu pelaku yang masih DPO. Video penganiayaan bersama-sama itu akhirnya viral di media sosial.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Ajun Komisaris Besar Polisi Burkan Rudy Satria mengatakan modus keempat pelaku itu mengajak korban ke sebuah lokasi penyekapan. Korban dibawa oleh pelaku SY dan korban tidak mengetahui sudah ada tiga pelaku lainnya. Korban lalu disekap dan dianiaya bersama-sama.

Tak hanya itu, pelaku SY memainkan senjata senapan penembak ikan di sebelah telinga korban. Pelaku juga melakban kedua mata korban saat melakukan penganiayaan.

"Menurut keterangan pelaku yang sudah diamankan, karena korban telah mengganggu keamanan mereka. Perannya sama mengeroyok bareng-bareng tapi yang lebih dominan (menganiaya) adalah pelaku AN," katanya.

Burkan mengatakan, setelah melakukan pendalaman ternyata pelaku SY selain terlibat kasus penganiayaan bersama-sama, pelaku juga terlibat kasus brutal di jalanan yang menganiaya korban di wilayah Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo pada 1 Februari 2020.

Dalam tindakan penganiayaan tersebut, korban yang diketahui inisial MR Kalibawang mengalami luka bacok di punggung dan kepala. "SY juga pelaku penganiayaan di daerah Nanggulan, Kulon Progo. Setelah dilakukan pengembangan lagi dan petunjuk-petunjuk yang lain ternyata pelakunya salah satu tersangka SY," ucap Burkan.

Barang bukti yg diamankan dari rumahnya ada pedang, motor kemudian senjata senapan angin. Dan sudah di sita oleh Polres Kulon Progo. Atas perbuatannya kedua pelaku dikenakan pasal 333 KUHP dan atau Pasal 351 ayat 2 KUHP dan atau pasal 170 KUHP. Ancaman kurungan minimal lima tahun penjara. []

Baca Juga:

Berita terkait
Terungkap Identitas Pembacokan Brutal di Kulon Progo
Polisi mengantongi identitas pelaku pembacokan brutal di Kulon Progo. Barang bukti berupa senapan angin dan motor pelaku sudah diamankan.
Tiga Orang Bawa Pedang Beraksi Brutal di Kulon Progo
Tiga orang melakukan aksi brutal di Kulon Progo. Tanpa basi-basi mereka menyabet pedang di dua lokasi yan berbeda. Polisi mengejar pelaku.
Aksi Klitih Anak Muda di Yogyakarta Semakin Brutal
Aksi klitih semakin brutal di Yogyakarta. Sekelompok anak muda menyerang korban saat sedang makan di warung. Mereka juga merusak warung tersebut.
0
Tujuh Tips Menurunkan Berat Badan dengan Madu
Madu bukan hanya baik untuk kesehatan tubuh, tetapi bisa menurunkan berat badan tanpa efek samping.