UNTUK INDONESIA
Pebalap Cantik Bernyali Besar Itu Kini Cuci Darah
Semua berpikir perempuan tersebut bukan pasien cuci darah, mungkin seorang model karena parasnya yang cantik dan trendy.
Foto: Dok. Indri Barbie

Minggu pagi itu, 6 Oktober 2019 lalu, salah satu ruangan di Hotel Ghotic, Bandung, dipenuhi para peserta kopi darat (kopdar) yang digelar Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI). Mayoritas yang hadir adalah pasien gagal ginjal kronik. Mereka berkumpul untuk bersilahturahmi dengan teman senasib serta mendengar ceramah medis.

Pikiranku saat itu menjadi pasien cuci darah tidak lama lagi akan menghadapi maut.

Diantara peserta yang hadir terdapat perempuan muda dengan dandanan modis ala anak milineal. Menggunakan jaket kulit hitam dipadu make up yang mencolok, membuatnya menjadi pusat perhatian.

Semua berpikir perempuan tersebut bukan pasien cuci darah, mungkin seorang model karena parasnya yang cantik dan trendy. Tapi, anggapan itu sirna seketika tatkala ia memperlihatkan ciminonya (pembuluh darah untuk akses hemodialisa) yang menonjol di tangan kirinya.

Aku takjub dengan ciminonya karena dibuat di sekitar lengan yang tertoreh tatoo begitu indah. Tetapi, bagi dokter Romzi Karim, spesialis bedah vaskuler, yang saat itu menjadi pembicara justru mengatakan sebuah contoh cimino yang bermasalah.

Indri Barbie, begitu nama bekennya, sengaja bertanya karena ciminonya terasa sakit seusai hemodialisa.

Indri BarbieFoto: Dok. Indri Barbie

Tak percuma Indri Barbie mendatangi acara tersebut karena dokter Romzi mengatakan kalau dirinya harus segera mendatangi poli bedah vaskuler. Bila dibiarkan berlarut-larut berpotensi ciminonya mati.

"Masih bisa diperbaiki bila cepat ditangani," ujar dokter muda berwajah tampan yang hari itu juga menjadi pusat perhatian pasien cuci darah perempuan.

Pemilik nama asli Indri Nurlia Sari, sebelum ini dikenal sebagai pesohor. Nama bekennya Indri Barbie karena dirinya menyukai tokoh boneka barbie.

Dunia balap motor (drag bike) membuat namanya melambung. Indri Barbie mengawali terjun ke dunia balapan yang penuh resiko ini sejak tahun 2011, saat masih duduk di bangku SMA. Indri Barbie sendiri lahir di Bandung tanggal 25 Juli 1994, masih muda belia.

Semua pertanyaan penggemarku di medsos tidak aku jawab. Aku tidak siap berkomunikasi dengan mereka. Aku menjadi penyendiri.

Media menjulukinya pebalap cantik. Wanita yang terjun ke dunia penuh maut tetapi tetap rajin merawat tubuh dan piawai bersolek.

Indri BarbieFoto: Dok. Indri Barbie

Media juga menjulukinya pebalap perempuan bernyali besar dan pantang menyerah. Setiap kehadiran di arena balap selalu membuat publik kagum karena seringnya ia sendirian sebagai perempuan yang berhadapan dengan pebalap laki-laki.

Selain itu, ia juga memenangkan beberapa kejuaraan, salah satunya adalah juara satu kelas FFA atau Free for All di Brigif Cimahi.

Itulah yang membuat dirinya mempunyai banyak penggemar. Saat ini akun IG (Instagram)-nya mempunyai follower sampai ratusan ribu.

Dunia balap dan wajahnya yang ayu membuat Indri Barbie masuk ke dalam dunia sinetron. Akhir Tahun 2015, ia menjadi salah satu pemain sinetron "Anak Jalanan", yang tayang di RCTI, ratingnya paling tinggi.

Tak hanya itu, ia juga dikontrak oleh Yamaha menjadi duta iklan produk motor negara Jepang tersebut.

Koma

Ketika acara memasuki waktu istirahat makan siang, aku mencoba menemuinya. Setelah selesai makan kusapa dirinya dan meminta izin duduk di sebelahnya. Indri Barbie sendiri ditemani oleh ibundanya dan satu lagi saudaranya.

Dengan ramah dan tersenyum manis dia mempersilahkan aku duduk di sebelahnya.

"Kenalkan, saya Peter Hari. Saya meminta izin ingin menulis riwayat Teteh," ujarku ke dia.

Aku senang sekali Indri Barbie menjawab bersedia diwawancarai dan mau ditulis kisahnya.

"Kenapa terkena gagal ginjal, Teh?" tanyaku.

"Tekanan darah tinggi, Om," katanya dengan ramah.

Ketika kutanya apakah selama ini dia tahu kalau punya riwayat hipertensi, pemilik mata indah dan bulu mata yang lentik ini menggelengkan kepalanya.

"Waktu itu, sekitar November 2016, ketika bangun tidur tiba-tiba mataku tidak bisa melihat, benar-benar buta. Aku juga muntah darah dan segera dilarikan ke rumah sakit," ucapnya.

Ibunya yang berada di sampingnya menambahkan saat itu Indri Barbie juga mengalami koma, dan langsung masuk ICU.

"Tiga hari koma. Kami semua bingung. Pas Teteh sadar dan bisa membuka mata, dokter langsung melakukan tindakan cuci darah," ujar sang ibunda dengan nada sedih.

Di tengah menikmati masa muda yang sukses sebagai pesohor, justru saat itu Indri Barbie menderita penyakit yang menakutkan. Perasaannya hancur ketika harus menghadapi kenyataan pahit itu.

"Perasaanku campur aduk. Aku merasa semuanya akan segera berakhir. Pikiranku saat itu menjadi pasien cuci darah tidak lama lagi akan menghadapi maut," ujarnya.

Indri Barbie beranggapan musibah itu akan menghancurkan hidupnya. Lantas, perempuan bernyali besar saat ada di arena adu balap motor itu menjadi takut bertemu orang lain.

Pesannya kepada semua pasien cuci darah , tetaplah semangat meskipun berat menjalani hidup.

"Semua pertanyaan penggemarku di medsos tidak aku jawab. Aku tidak siap berkomunikasi dengan mereka. Aku menjadi penyendiri," katanya lagi.

Sang Ibunda lantas menceritakan Indri Barbie mengalami amnesia hampir setahun.

"Teteh lupa dengan orang di sekelilingnya. Nomor hp-nya aja tidak ingat lagi. Mungkin karena dampak depresinya," ujar ibundanya.

Tak hanya sampai di sini, cobaan yang harus dialami pebalap motor ini tak putus-putusnya. Ia mengalami kelumpuhan. Kata ibundanya, Teteh tak mampu berdiri. Otot dan saraf di seluruh tubuhnya melemah, kemana-mana harus digendong.

"Selama setahun Teteh harus berobat di poli saraf. Selama itu pula Teteh harus meminum obat untuk saraf-sarafnya yang melemah," ujar perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik itu.

Pantang Menyerah

Mampu "berdamai" dengan penyakitnya adalah kunci bagi pasien cuci darah untuk bisa melanjutkan kehidupannya. Seringkali, semangat hidup akan tumbuh kembali ketika melihat realita teman-teman senasibnya. Muncul perasaan bukan hanya dirinya sendiri yang mengalami sakit tetapi banyak lainnya, dan tetap bergairah menjalani hari-harinya.

Indri BarbieFoto: Dok. Indri Barbie

"Akhir Tahun 2017 aku didaulat menjadi narasumber di sebuah acara yang digelar Rumah Sakit Immanuel Bandung. Saat itu, selang oksigen masih menempel di hidungku, dan aku diminta berbicara di panggung untuk memotivasi pasien cuci darah lainnya," ujarnya.

Momen itu menjadi titik balik kebangkitan Indri Barbie. Sejak itu ia mulai berani bertemu dengan orang lain. Mulai rutin menjawab pertanyaan pengemarnya tentang sakit yang ia jalani. Bahkan, Indri Barbie dengan ringan tangan melayani keluhan pasien lain lewat media sosial.

Kehidupannya mulai bergairah, mulai menjalani aktivitas sesuai bakat dan minatnya.

"Masih suka balapan, Teh?"

"Udah berhenti, Om. Tapi aku masih menjalani aktivitas touring dengan motor gede. Dunia motor susah aku tinggalkan. Bahkan, aku pernah menjelajah luar Pulau Jawa dan HD (Hemodialisa) di tempat tujuan. Obsesiku ingin keliling dunia dengan motor gede," katanya dengan wajah berbinar.

Tak melulu menyalurkan hobi, Indri Barbie juga giat mencari nafkah lewat toko online-nya. Katanya dia owner di beberapa online shop.

November ini, Indri Barbie genap tiga tahun menjalani cuci darah. Walau begitu, kecantikannya masih terlihat. Terbukti dalam Kopdar Bandung ini banyak orang ingin berfoto dengannya. 

Ia merasa diberi Allah kesempatan kedua untuk tetap berada di dunia ini. Ia gunakan rahmat dariNya untuk mengisi kehidupannya dengan berkarya sekuat tenaga.

"Kegiatan seperti biasa hanya saja sedikit di kurangi jamnya supaya nggak terlalu lelah."

"Terkadang kalau ada pekerjaan shooting, photo shoot dan iklan, jika dalam keadaan fit aku ambil, walau itu di luar Kota Bandung," ujarnya dengan bersemangat.

Seperti bulan Maret 2017, ia diundang sebagai bintang tamu dalam mata acara "Hitam Putih" yang dibawakan oleh Dedy Corbuzeir di Trans7. Sederet acara televisi menjadikannya bintang tamu semasa Indri Barbie sakit, seperti di Nett TV acara Sarah Sechan, di Trans TV acara Pesona Malam, Nett TV acara Chef Table, dan di acara TV Bandung.

"Kalau photo shoot aku banyak jadi model untuk beberapa cloth distro di Bandung. Dan sempat juga menjadi brand ambassador liquid untuk vaping," ujarnya dengan bangga.

Bagi Indri Barbie tetap ada hikmah yang bisa diambil dari sakitnya itu.

"Untuk ke depannya aku tidak akan mengabaikan hal-hal kecil yang memang baik untuk jangka ke depannya. Aku tipe orang yang over dalam bekerja. Ke depannya, aku lebih membatasi diri dalam bekerja, tidak melupakan istirahat," ujarnya.

Pesannya kepada semua pasien cuci darah , tetaplah semangat meskipun berat menjalani hidup.

"Jalani hidup dengan sebaik mungkin, seikhlas mungkin dan lakukan semuanya karena itu ibadah," ucapnya mengakhiri pembicaraan kami berdua di ruang makan Hotel Ghotic.

Penulis: Petrus Hariyanto (Sekjen KPCDI)

Berita terkait
Sempat Setop, RSUD Sidempuan Kembali Layani Cuci Darah
Dokter Tetty Rumondang Harahap mengakui, selama beberapa terakhir ini di RSUD Padangsidempuan berhenti melayani cuci darah.
KPCDI: Jarum Habis, Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam
KPCDI menyayangkan RS Chasan Boesoirie Ternate menghentikan pelayanan cuci darah karena kehabisan stok jarum fistula. Nyawa pasien terancam.
Cemino, Akses Utama Bagi Pasien Cuci Darah
Seharusnya dokter meminta pasien membuat akses cemino terlebih dahulu sebelum 3 bulan pasien gagal ginjal menjalani terapi cuci darah.
0
Geram, Warga Blokir Akses Jalan Proyek PLTMH Pessel
Warga memblokir jalan menuju proyek PLTMH di Nagari Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir, Pesisir Selatan, Sumbar.