UNTUK INDONESIA
Pawang Harimau Aceh Merindukan Kakbah di Usia Senja
Carwani Sabi pawang harimau Aceh yang berusia 85 tahun sangat ingin menunaikan ibadah haji dikala umurnya yang sudah senja.
Carwani Sabi, 85 tahun, bekerja sebagai pawang harimau di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh sejak tahun 2007. (Foto: Tagar/Nukman)

Subulussalam - Carwani Sabi tak menyangka ia akan menjadi pawang harimau hingga dikontrak di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh. Pria berusia 85 tahun ini bahkan sempat beberapa kali tampil di layar televisi swasta nasional.

Penampilan Carwani di televisi bukan tak ada alasan. Sosok kelahiran Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat itu memang memiliki segudang pengalaman di dunia kepawangan harimau. Hal inilah yang membuat pihak perusahaan televisi mengundang Carwani untuk menceritakan pengalamannya.

Selain itu, pengalaman Carwani juga membuat BKSDA Aceh mengontrak dirinya sebagai tenaga pawang harimau di Aceh. Sejak tahun 2007, pria yang akrab disapa Kek Carwani telah mendedikasikan dirinya menjadi pawang harimau resmi.

Saat itu, Aceh sedang dilanda konflik harimau sehingga jasanya kerap digunakan untuk turut menangani konflik hewan yang dilindungi itu.

Di tengah usianya yang sudah mendekati 100 tahun, ia pun masih tampak piawai menggeluti profesinya sebagai seorang pawang di kala terjun ke lokasi penanganan konflik harimau. Terkadang, Kek Carwani sering dipapah ketika berjalan menuju lokasi penanganan konflik bersama tim BKSDA.

Saya hanya minta satu permintaan yaitu, berangkat naik haji. Itu saja. Saya sudah tua, tenaga pun tak ada lagi.

Di Aceh, sudah menjadi tradisi bagi BKSDA menggunakan metode ritual pawang sebagai langkah awal untuk menangani konflik harimau dengan masyarakat. Cara pawang menghalau binatang buas itu untuk kembali ke hutan selama ini dirasa efektif oleh BKSDA, sehingga Kek Carwani selalu diterjunkan ke lokasi konflik.

Saat diwawancarai Tagar di sela-sela kesibukan aktivitasnya menangani konflik harimau yang terjadi di Desa Darul Makmur dan Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh, Kek Carwani mengaku ilmu pawang harimau yang ia dapatkan itu merupakan warisan dari ayahnya yang juga adalah seorang pawang harimau yang dikenal di masanya itu.

Kepawangan kek Carwani ia dapatkan secara temurun dari ayahnya. Dulunya, Kek Carwani sering diajak oleh ayahnya dalam urusan mengusir harimau, apabila ada harimau yang masuk kampung. Berasal dari itulah ia mendapatkan keterampilan khusus pawang yang diajarkan oleh ayahnya.

Pawang Harimau AcehCarwani Sabi, 85 tahun, pawang harimau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, mengecek harimau yang terperangkap di dalam kandang jebak yang dipasang tim BKSDA Aceh di areal perkebunan masyarakat Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh, Sabtu, 7 Maret 2020. (Foto: Tagar/Nukman)

"Saya dapat ilmu pawang ini dari ayah saya dulu. Saya sering ikut bersama ayah sampai saya pun diajari tentang ilmu pawang harimau,” kata Kakek Carwani kepada Tagar.

Dari profesinya menjadi tenaga khusus pawang di BKSDA Aceh, Kek Carwani memperoleh gaji sebesar Rp 2,5 juta setiap bulan. Meski demikian, Kek Carwani tak menjadikan gaji sebagai tolak ukur dirinya menjadi seorang pawang.

Menurutnya, gaji bukan suatu faktor utama baginya untuk menjadi seorang pawang di BKSDA Aceh, melainkan tujuan utamanya adalah untuk membantu masyarakat dan menyelamatkan harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang sudah dikategorikan sebagai satwa yang dilindungi yang sudah terancam punah.

"Gaji bukan ukuran bagi saya, menjadi orang yang berguna bagi orang banyak adalah sesuatu kebaikan bagi saya. Bisa membantu orang tentu menjadi amal bagi saya,” ujar kek Carwani.

Saat Tagar melontarkan pertanyaan tentang perlakuan ritual khusus yang dilakukannya sewaktu mengusir harimau, Kek Carwani enggan membeberkannya, dengan mengumpan tawa ia hanya mengatakan bahwa semua berdasarkan dengan memanjatkan doa kepada Tuhan dengan jauh dari rasa ketakaburan.

Pohon asam itu kalau ibarat perjanjian damai Aceh adalah MoU (kesepakatan) saya dengan harimau. Pohon asam itu seolah-olah adalah sebagai pulpen kami untuk meneken perjanjian.

"Tidak ada mantra-mantra khusus, saya hanya memohonkan doa kepada Allah. Intinya jangan takabur, karena harimau adalah makhluk Allah. Sama seperti kita sama-sama makhluk Allah. Saya hanya berdoa bermohon kasihani Allah," ujarnya dengan mengumbar senyuman.

Pawang Harimau AcehCarwani Sabi, 85 tahun, pawang harimau yang dimiliki Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA) Aceh tengah bercengkerama bersama tim BKSDA Aceh yang tengah melakukan pengamanan harimau yang masuk dalam kandang perangkap di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Sabtu, 7 Maret 2020. (Foto: Tagar/Nukman)

Saat menjalankan ritual pengusiran harimau ada satu pemandangan menarik yang selalu dilakukan Kek Carwani yaitu dengan menancapkan pohon asam kecombrang atau kincung alias batang acem cikala sebutan masyarakat setempat.

Katanya, bahwa tujuan ditancapkannya pohon asam kecombrang itu merupakan sebuah isyarat perjanjian yang telah disepakati antara pawang dengan harimau yang hendak dihalau tersebut.

Apabila harimau tersebut tidak menaati perjanjian yang sudah disampaikan sang pawang di dalam ritual maka pertaruhannya harimau tersebut harus rela ditangkap oleh manusia.

Artinya, menurut Kek Carwani itu adalah risiko pelanggaran dari harimau tersebut karena tidak mengindahkan permohonan pawang di dalam ritual pengusiran.

"Pohon asam itu kalau ibarat perjanjian damai Aceh adalah MoU (kesepakatan) saya dengan harimau. Pohon asam itu seolah-olah adalah sebagai pulpen kami untuk meneken perjanjian," tutur Kec Carwani sambil tertawa.

Tak sedikit yang meragukan keahlian khusus sang kakek yang hanya mengenyam pendidikan 1,5 tahun sekolah rakyat (SR) itu. Banyak bukti yang telah dipersaksikan orang-orang tentang cara-caranya sewaktu mengusir harimau.

Kek Carwani juga memahami isyarat-isyarat alam dari sang harimau. Ia mencontohkan apabila adanya tanda bekas cakaran harimau pada batang pohon. Isyarat itu katanya adalah pertanda bahwa tak jauh dari bekas cakaran tersebut harimau sedang melakukan aktivitas perburuan.

Bahkan, hal itu diperlihatkan langsung oleh Kek Carwani saat didatangi Tagar di lokasi terperangkapnya harimau di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

Saat tiba di lokasi, Kek Carwani terlihat mendekati kandang jebak yang di dalamnya terdapat harimau. Di sana, ia terlebih dahulu melontarkan salam dengan ucapan Assalamualaikum kepada harimau.

Lalu, Kek Carwani langsung membukakan terpal plastik berwarna hitam penutup kandang jebak tersebut. Anehnya, satwa liar nan buas itu pun tunduk pada perintahnya.

“Berdiri!,” perintah Kek Carwani, harimaunya pun berdiri. “Buka mulut!,” kata Kek Carwani, harimaunya pun membuka mulut. “Tidur!,” lanjut Kek Carwani, lalu harimaunya pun merebahkan dirinya.

Gaji bukan ukuran bagi saya, menjadi orang yang berguna bagi orang banyak adalah sesuatu kebaikan bagi saya. Bisa membantu orang tentu menjadi amal bagi saya.

Pawang Harimau AcehKakek Carwani Sabi, 85 tahun, pawang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh (berpeci) dipapah oleh jurnalis Tagar, Nukman Suryadi (kanan) saat menuju lokasi diperangkapnya harimau di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Sabtu, 7 Maret 2020. (Foto: Tagar/Istimewa)

Peristiwa itu pun tentunya menjadi sebuah tontonan yang menakjubkan bagi Tagar. Betapa tidak seeokor harimau liar tampak tunduk pada perintah Kek Carwani.

Hal tersebut tentu berbeda dengan harimau di dalam aksi akrobatik, karena harimaunya sudah dilatih melalui latihan dan pendekatan yang membutuhkan waktu lama.

Kek Carwani yang mengaku sudah memiliki 30-an cucu dari enam kali pernikahannya itu ialah sosok yang suka bersenda gurau dengan orang-orang sekitarnya.

Terkhusus di mata tim BKSDA Aceh yang sering bersama Kek Carwani saat turun ke lokasi menyebutkan bahwa Kek Carwani adalah sosok yang suka menghibur melalui cerita-cerita pengalaman hidupnya selama menjadi pawang harimau.

Sudah 13 tahun lamanya, Kek Carwani menggeluti profesinya sebagai pawang resmi di BKSDA Aceh. Di usianya yang tak muda lagi, Kek Carwani hanya menaruh harapan agar dapat menunaikan ibadah haji.

Menyadari dirinya yang sudah senja, Kek Carwani pun berikrar akan mewariskan ilmu kepawangannya kepada salah seorang putranya yang kerap mendampingi dirinya saat turun ke lokasi konflik harimau.

Hal itu dilakukan Kek Carwani karena untuk menjadi seorang pawang selain butuh pengalaman juga harus cerdik saat berada di lokasi konflik satwa.

Di ujung wawancara, Kek Carwani menyampaikan salamnya kepada Presiden Jokowi. "Kalaulah Pak Jokowi memberikan saya lima permintaan, saya hanya minta satu permintaan yaitu, berangkat naik haji. Itu saja. Saya sudah tua, tenaga pun tak ada lagi,” ujar Kek Carwani.

Di mata tim BKSDA, Kek Carwani memiliki penilaian tersendiri. Saat Kek Carwani menemani tim misalnya, maka kenyamanan hadir dengan sendirinya kepada tim BKSDA yang bertugas di lapangan dalam kegiatan penanganan konflik harimau.

"Kalau kek Carwani sudah turun, rasa kekhawatiran kita di lapangan pun langsung ternatralisir. Kakek Carwani juga mengajarkan kita untuk tidak bersikap takabur dalam hal penanganan konflik harimau ini," kata Zaynul Wahyudin, salah seorang tim BKSDA Aceh.

Pria berusia 24 tahun itu menjelaskan, sosok kepawangan Kek Carwani adalah sosok yang humoris. Zaynul mengaku banyak mendapat ilmu-ilmu patroli harimau darinya.

“Ketika tim BKSDA melakukan patroli atau pemasangan camera trap (kamera pemantau) tim terlebih dahulu meminta petunjuk titik lokasi pemasangan camera trap pada Kek Carwani,” ujar Zaynul. []

Baca Cerita Menarik Lainnya : 

Berita terkait
Harimau Kembali Teror Perkampungan di Aceh
Harimau kembali masuk perkampungan di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh. Warga diminta waspada.
Teror Harimau, Warga Subulussalam Aceh Semakin Cemas
Penampakan harimau yang melintas di sekitar perkebunan kelapa sawit di Subulussalam, Aceh menambah keresahan warga
Harimau Masuk Kampung Aceh, BKSDA Datangkan Pawang
Pengusiran harimau di Aceh dilakukan dengan cara menghadirkan pawang.
0
Pawang Harimau Aceh Merindukan Kakbah di Usia Senja
Carwani Sabi pawang harimau Aceh yang berusia 85 tahun sangat ingin menunaikan ibadah haji dikala umurnya yang sudah senja.