Para Pemenang Kontes Menulis Novel Kesehatan Jiwa ala Cabaca

Cabaca menggelar Kontes menulis novel bertema kesehatan jiwa dengan tajuk Unbreakable Me. Kontes ini berhasil mengumpulkan lebih dari 80 peserta.
Kontes menulis novel yang diselenggarakan Cabaca.id memperingati hari kesehatan jiwa sedunia 2020. (Foto: Tagar/Rilis Cabaca)

Jakarta – Guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan jiwa, Cabaca sebagai sebuah platform penerbitan digital, menggelar kontes menulis novel bertema kesehatan jiwa dengan tajuk Unbreakable Me. Kontes ini berhasil mengumpulkan lebih dari 80 peserta dan melahirkan tiga novel terbaik sebagai pemenang.

Hampir 90 persen kasus bunuh diri terjadi karena gangguan jiwa. 

Ketiga novel tersebut adalah Hello, Seventeen sebagai juara pertama, I Feel Better When I’m With You sebagai juara kedua, dan Me & Cincin Saturnus sebagai juara ketiga. 

"Tulisan para pemenang sudah di-launching di platform Cabaca bertepatan dengan World Mental Health Day atau Hari Kesehatan Jiwa Sedunia,” ujar Fatimah Azzahrah, Project Manager Cabaca selaku penanggung jawab kontes, Sabtu, 10 Oktober 2020.

Dalam proses penjuriannya, kata Fatimah, sekaligus untuk menilai karya dari sudut pandang profesional, Cabaca berkolaborasi dengan Ibunda.id, sebuah social enterprise yang berfokus pada layanan kesehatan mental melalui inovasi teknologi dan psikologi.

Ketiga novel pemenang kontes menulis Unbreakable Me berusaha menampilkan pentingnya kesehatan jiwa dari beberapa sudut pandang. Mulai dari pemikiran remaja tentang bunuh diri hingga cerita tentang seseorang yang mengidap body dysmorphic disorder (BDD).

“Melalui cerita fiksi, diharapkan pesan mengenai pentingnya menjaga kesehatan jiwa lebih mudah diterima,” tuturnya.

Fatimah juga menyebut Novel sebagai media yang cukup baik untuk meningkatkan mental health awareness. Diawali dengan belajar dari cerita yang ringan dan menghibur, ia berharap kepedulian tersebut bisa lebih menyebar.

Kata Fatimah, 28 tahun sejak pertama kali diperingati pada tahun 1992, kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jiwa dunia belum terlalu tinggi. Jumlah kasus orang meninggal karena bunuh diri di dunia hampir mencapai 800.000 orang setiap tahunnya.

“Tahun 2018, menurut data WHO, Asia Tenggara menempati tingkat bunuh diri terbanyak kedua setelah Eropa. Data menunjukkan bahwa hampir 90 persen kasus bunuh diri terjadi karena gangguan jiwa. Dimana, 79 persen diantaranya terjadi di negara berpenghasilan rendah dan negara berpenghasilan menengah,” sebut Fatimah.

Baca juga:Akibat Kesehatan Mental, Ratusan Ribu Orang Masih Dibelenggu

Fatimah berharap langkah kecil yang telah dilakukan Cabaca.id dan Ibunda.id, seluruh lapisan masyarakat bisa bersama-sama bersinergi dalam membangun kesadaran kesehatan mental.

“Semoga seterusnya bisa menghapus stigma negatif pada orang-orang dengan gangguan kesehatan mental, bahkan menekan angka bunuh diri akibat gangguan jiwa,” pungkasnya.[]

Berita terkait
Sejarah Hari Kesehatan Jiwa 10 Oktober dan Penjelasan Para Ahli
Hari Kesehatan Mental Dunia diperingati setiap tanggal 10 Oktober untuk mendidik masyarakat tentang Isu-isu relevan terkait kesehatan mental.
Akibat Kesehatan Mental, Ratusan Ribu Orang Masih Dibelenggu
Ratusan ribu laki-laki, perempuan, dan anak-anak terbelenggu di sekitar 60 negara akibat masalah kesehatan mental.
Khasiat Remdesivir Obati Corona di RSAM Bukittinggi, Teruji?
Dokter Spesialis Paru di RSAM Bukittinggi telah pernah menggunakan khasiat obat Remdesivir untuk menangani pasien corona. Apakah Remdesivir teruji?
0
Mengenal Efek Samping Kebanyakan Minuman Berenergi
Mengenal efek samping minuman berenergi yang di dalamnya terdapat kafein dan lebih banyak gula serta bahan lainnya jika dikonsumsi terlalu banyak.