UNTUK INDONESIA
Pahamify Sebar Diskon Bantu Pembelajaran Jarak Jauh
Startup edukasi berlomba menggaet calon pengguna baru dengan menawarkan berbagai fitur dan diskon tertentu
Siswa di Kota Semarang tengah melaksanakan pembelajaran daring di rumahnya, Kamis, 23 Juli 2020. Dukungan kuota internet sangat dibutuhkan di pembelajaran jarak jauh itu. Disdikbud membolehkan Dana BOS untuk beli kuota internet siswa dan guru. (Foto: Tagar/Agus Joko Mulyono)

Jakarta – Perusahaan rintisan (startup) edukasai Pahamify memberikan potongan harga berlangganan hingga 80 persen bagi para calon pengguna selama periode pembelajaran jarak jauh atau PJJ. Chief Executive Officer Pahamify Syarif Rousyan Fikri mengatakan langkah terbaru perusahaannya tersebut merupakan upaya dalam membantu pelajar untuk menghadapi penilaian tengah semester (PTS).

Tidak hanya itu, Pahamify disebut Syarif juga menyediakan konten edukasi gratis yang bisa diakses oleh masyarakat luas.

“Kami juga mengadakan kelas online live streaming yang dapat diakses oleh siapapun secara gratis langsung di aplikasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa, 15 September 2020.

Dalam pemaparannya, bos Pahamify tersebut mengungkapkan bahwa para pelajar hanya perlu membuat akun di aplikasi Pahamify dan menonton kelas online setiap pukul 14.00-16.00 WIB dari hari Senin sampai Jumat. Semua program tersebut diklaim telah melalui rancangan khusus guna memudahkan siswa dalam belajar serta memberi wadah untuk melatih pemahaman serta kemampuan akademik.

“Menghadirkan belajar lewat konsep yang memadukan ilmu pengetahuan dengan gamifikasi, Pahamify telah diakses oleh lebih dari ratusan ribu pengguna dan menjadi teman belajar terbaik mereka secara online,” tuturnya.

Sebagai informasi, startup yang mulai beroperasi pada 2019 itu menawarkan konten edukasi untuk tingkatan siswa kelas X hingga XII. Program promosi ini diharapkan dapat membantu lebih dari 2 juta siswa Indonesia dalam meningkatkan belajar prestasi di tengah masa pandemi.

“Pada tahun ini Pahamify telah sukses mengantarkan ratusan siswa pengguna aplikasi, baik yang berlangganan paket belajar maupun paket try Out dalam meraih perguruan tinggi negeri [PTN] impian mereka,” ucap Syarif.

Untuk diketahui, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) melansir data bahwa dari seluruh peserta seleksi PTN yang berjumlah sekitar 750.000 orang, hanya sekitar 160.000 yang lulus atau setara 23 persen.

Berita terkait
Subsidi Kuota PJJ di Universitas Minim Kompleksitas
Saat ini universitas di Indonesia, khususnya di daerah perkotaan sudah mulai mendata nomor yang akan disalurkan kuota internet dari Kemendikbud.
Materi Buku PJJ dari Pengalaman Guru di Yogyakarta
26 kepala SMP di Yogyakarta menyusun buku panduan pembelajaran jarak jauh untuk siswa mereka. Buku itu disusun selama 4 bulan.
Provider dan Kepala Sekolah Dicurigai Korupsi Kuota PJJ
Kerja sama antara provider dengan pimpinan sekolah menjadi celah terjadinya tindak korupsi dalam proses subsidi kuota Kemendikbud ini.
0
Wanita, Tersangka Baru Pembunuhan Wartawan Demas Laira
Kepolisian Mamuju Tengah kembali menetapkan satu tersangka baru dalam kasus pembunuhan wartawan Demas Laira.