UNTUK INDONESIA
Order Ojol Semarang dan Kebiasaan Berbagi Gambar Hot
Ada korelasi sepinya order ojol dengan keisengan berbagi gambar hot. Pengakuan driver ojol Semarang menguak hal itu.
Seorang driver ojol di Semarang tengah melayani order dari pelanggan belum lama ini. Mulai ramainya order ternyata mengurangi keisengan sejumlah driver membagikan gambar hot ke grup komunikasi berbasis media sosial. (Foto: Tagar/Budi Utomo)

Semarang - Pertengahan Februari order yang diterima driver ojek online (ojol) di Kota Semarang, Jawa Tengah mulai ramai. Momen tersebut menjadi waktu bagi para driver mengejar pendapatan setelah hampir dua bulan terakhir permintaan jasa transportasi dari konsumen menurun. 

Dan ternyata, ada korelasi antara ramainya order ojol dengan keisengan mereka di sejumlah aplikasi informasi berbasis media sosial. Kebiasaan mereka berbagi gambar hot berbau seronok, baik dalam bentuk foto maupun video, di grup komunikasi berkurang drastis. 

Enggak ada maksud apa-apa, buat ramein grup aja, biar teman-teman pada senang.

Seperti pengakuan seorang driver ojol bernama Edo, 47 tahun. Tak ada lagi waktu untuk membuat keriuhan di grup WhatsApp alumni sekolahnya lantaran order pelanggan yang terus meningkat di pertengahan bulan ini. Kebiasaannya mengirim gambar seronok harus dikesampingkan guna mengejar pendapatan.

"Pas sepi order kemarin yang sering iseng kirim-kirim gambar begituan. Enggak ada maksud apa-apa, buat ramein grup aja, biar teman-teman pada senang,” kata Edo kepada Tagar, Selasa, 18 Februari 2020.

Karena tidak lagi iseng, banyak teman Edo yang mengira ia kehabisan kuota internet. Padahal memang tengah sibuk mengejar poin agar bisa mendapat bonus lebih cepat. "Masa paceklik telah lewat. Kalau berangkat pagi, pasti bisa tutup poin lebih awal,” ucap Edo dengan nada yakin.

Mulai ramainya order ojol di Semarang terpantau dari banyaknya ojol yang lalu lalang di hampir seluruh ruas jalan di Kota Semarang. Mereka terlihat membawa penumpang ataupun membawa bungkusan makanan atau paket barang.

Aktivitas kampus yang mulai aktif pada Senin, 17 Februari 2020, juga menjadi salah satu faktor penyebab ramainya order abang ojol. Di kawasan Tembalang, Sekaran, dan Jalan Arteri Soekarno Hatta, hiruk pikuk para mahasiswa di sekitar kampus juga sangat terasa.

Pria yang fokus bekerja sebagai ojol setelah pensiun muda dari operator stasiun pengisian bahan bakar umum tersebut mengaku pendapatannya berangsur pulih pada pekan ini. “Hari Minggu kemarin bisa dapat poin 24. Itu artinya order sudah normal,” ujarnya.

Ramainya order ojol juga dirasakan oleh Jay, 42 tahun. Pria yang memilih menjadi ojol sebagai pekerjaan sampingan tersebut mengaku mendapat hasil yang mulai beranjak normal. Di kondisi normal, ia biasa mulai melayani permintaan setelah pulang kerja. "Mulai jam 17.00 WIB sampai 22.00 WIB, saya biasa dapat Rp 80-100 ribu,” katanya. 

Jay mengakui mulai Januari sampai pertengahan Februari merupakan masa sulit bagi para driver ojol. Di masa paceklik itu rata-rata hanya mendapat Rp 20 ribuan. “Tapi Senin kemarin selama lima jam dapat Rp 75 ribu, berarti sudah mendekati normal lagi,” ujar pria yang sehari-hari bekerja sebagai admin di sebuah pangkalan elpiji tersebut.

Jay pun menyarankan agar para driver yang hanya mengandalkan pendapatan dari ojol bisa bekerja lebih giat dan rutin menabung saat ramai order. “Nah, dengan order yang sudah mulai ramai, ada baiknya rekan-rekan ojol untuk bekerja sambil melakukan antisipasi saat order sepi. Kalau di Semarang sepi order itu biasa terjadi saat musim libur mahasiswa," ucap driver yang telah bergabung dengan Gojek lebih dari tiga tahun itu. [] 

Baca juga:

Berita terkait
Order di Semarang Sepi, Ini Pengakuan Abang Ojol
Order ojol Semarang menurun di Januari ini. Asumsi abang ojol karena kalangan kampus yang tengah libur.
Sebuah Mobil Porak-porandakan Pangkalan Ojol di Semarang
Satu orang mengalami luka dan empat unit motor milik pengemudi ojol rusak parah akibat kejadian tersebut.
Sepi Order Ojek Online di Semarang, Kapan Ramainya?
Sepinya order di Semarang membuat sejumlah driver ojek online utang untuk bertahan hidup. Tapi masa paceklik diyakini segera berakhir.
0
Selebgram Awkarin dan Ruth Stefani Diperiksa Polisi
Dua selebgram yakni Awkarin dan Ruth Stefani memenuhi panggilan pemeriksaan Kepolisian Daerah Jawa Timur.