UNTUK INDONESIA
Nasi Goreng Menu Favorit di Qatar Airways
Nasi goreng yang menjadi salah satu kuliner Indonesia, kini menjadi menu favorit di maskapai Qatar Airways.
Ilustrasi Nasi Goreng. (Foto: Pixabay/FonthipWard)

Jakarta - Nasi goreng memang salah satu hidangan Indonesia yang paling dikenal di mancanegara. Bahkan, kini menjadi menu favorit di maskapai Qatar Airways.

Maskapai Qatar Airways memilih nasi goreng Indonesia sebagai hidangan dalam menu Quisine di kelas ekonomi pada penerbangan menuju dan dari Indonesia.

Nasi goreng dan mi goreng jadi favorit.

"Kami memutuskan berdasarkan menu apa yang paling populer di Indonesia," kata Qatar Airways Culinary Development Manager, Decha Mingkwan, di Cengkareng, Rabu, 26 Februari 2020, seperti diberitakan Antara

Kata dia, nasi goreng terbukti jadi makanan Indonesia terfavorit di maskapai tersebut.

"Nasi goreng dan mi goreng jadi favorit," kata dia.

Dia mengatakan tahun ini, ada empat macam nasi goreng yang dihidangkan sebagai menu sarapan di Qatar Airways. Pembedanya adalah lauk yang jadi sumber protein. Ada nasi goreng dengan sayur dan ayam, sayur dan udang, sayur dan daging sapi, serta sayur dan cumi.

Popularitas makanan juga menjadi pertimbangan dalam memperbarui menu. Decha menjelaskan menu di Qatar Airways diganti setiap tiga bulan sekali. Makanan yang populer di kalangan penumpang seperti mi goreng dan nasi goreng akan dimunculkan kembali.

Menu Quisine dibuat dari bahan baku segar karena berasal dari produsen lokal. Ketimbang memboyong makanan khas Arab saja, Qatar Airways menghadirkan menu-menu Nusantara karena koki dan bahannya tersedia di sini.

"Kalau kami bawa makanan Arab, bisa jadi bahannya tidak ada di sini, jadi kami pikir lebih baik membuat makanan yang terbaik dari kawasan setempat, membawa makanan Indonesia yang terbaik ke dunia."

Sebisa mungkin, makanan yang disajikan betul-betul punya cita rasa otentik, termasuk soal tingkat kepedasannya. Dia juga tidak mau kompromi soal rasa daripada membuat penumpang kecewa karena hidangan tidak otentik.

"Nasi ayam bumbu Bali kalau tidak pedas justru jadi hidangan lain. Kalau penumpang tidak suka pedas, kami punya pilihan lain." ujar dia.

Menurut Decha Mingkwan, mempertahankan konsistensi rasa menjadi tantangan terbesar baginya. Sehingga, dia menetapkan resep yang betul-betul detail untuk mempertahankan rasa makanan itu, meski dimasak oleh koki yang berbeda.

"Berapa sendok gula, berapa sendok kecap manis, kami ingin semua porsi rasanya konsisten." tutur Decha Mingkwan.  

Bukan cuma soal rasa, dia juga harus menganalisis tren makanan agar bisa menyiapkan hidangan sesuai dengan keinginan penumpang. Kendati biasanya ada beberapa pilihan makanan di setiap penerbangan, persentasenya tidak selalu harus 50:50.

Dia akan menyiapkan porsi hidangan terbanyak sesuai popularitas makanan. Data bisa dilihat dari menu apa yang paling banyak disantap di penerbangan. Demografi penumpang juga turut mempengaruhi jenis makanan yang diinginkan.

"Kalau banyak yang suka daging sapi, kami siapkan 60 persen daging sapi, 30 persen daging ayam dan 10 persen mie. Kalau banyak yang protes karena makanan yang diinginkan habis, kita akan beradaptasi dan mengubah sesuai permintaan."  kata Decha Mingkwan. []

Baca juga:

Berita terkait
Lima Daerah di Indonesia Ciptakan Nasi Goreng Lezat
Di Indonesia, nasi goreng memang menjadi primadona. Tak hanya satu, beragam jenis nasi goreng lahir di sejumlah daerah di nusantara.
Kue Tete dan Empat Makanan Unik Khas Indonesia
Makanan yang ada di Indonesia memiliki banyak keunikan, baik dari penampilan hingga penamaannya.
Lima Makanan Khas di Indonesia yang Terancam Punah
Sejumlah aragam kuliner atau makanan lokal khas Indonesia, kini justru terancam punah.
0
Terindikasi Corona, Risma Tolak Viking Sun Sandar
Sementara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta adanya pemeriksaan ulang terhadap seluruh penumpang Viking Sun sebelum sandar.