UNTUK INDONESIA
Nama Sekda Surabaya Dicatut Penipuan CPNS
Nama Sekda Surabaya Hendro Gunawan yang dicatut oleh orang tak dikenal (OTK) untuk memuluskan kelulusan CPNS.
Pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 resmi dibuka pada Senin 11 November 2019. (Foto: Setkab.go.id)

Surabaya - Penipuan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang mencatut nama pejabat kembali terjadi. Kali ini, nama Sekretaris Daerah (Sekda) Surabaya, Hendro Gunawan yang dicatut oleh orang tak dikenal (OTK) untuk memuluskan kelulusan CPNS.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya Febriadhitya Prajatara membenarkan adanya penipuan yang mencatut nama Sekda Surabaya Hendro Gunawan. Febri mengungkapkan pelaku penipuan beroperasi dengan cara menelpon calon korbannya dan mengaku sebagai Sekda Surabaya.

"Modusnya mereka menelepon calon korbannya untuk menjanjikan sesuatu seperti kenaikan pangkat dan juga penerimaan CPNS," ujarnya kepada Tagar melalui telepon, Senin 25 November 2019.

Febri mengaku pelaku menggunakan dua nomor telepon untuk melancarkan aksi penipuan. Febri menegaskan Pemkot Surabaya memastikan penerimaan CPNS berjalan dengan baik dan sesuai aturan.

Modusnya mereka menelepon calon korbannya untuk menjanjikan sesuatu seperti kenaikan pangkat dan juga penerimaan CPNS.

"Pemkot Surabaya menyatakan bahwa tidak ada satu pun janji dari Sekda berupa jabatan ataupun CPNS. Padahal itu sebenarnya tidak benar, bohong," kata Febri.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim Anom Surahno meminta agar masyarakat tidak mempercayai calo yang bisa menjamin diterima menjadi PNS. Calo saat ini terbilang cerdik karena tidak meminta uang muka kepada korban.

Menurut Anom, calo awalnya meminta berkas korban untuk dibawa ke Jakarta. Hanya saja, saat meminta berkas tersebut, korban tidak dimintai uang seperser pun. Calo menjanjikan akan berusaha maksimal agar lulus tes. Selanjutnya pembayaran bisa dilakukan setelah diterima menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Ini modus baru, calo tidak meminta pembayaran dulu. Jika korban diterima, baru bisa dilakukan pembayaran. Padahal kalau diterima itu hasil dia sendiri, bukan karena orang itu," ujarnya di kantor BKD Jatim, Rabu 13 November 2019.

Ano menegaskan BKD akan menindak tegas dengan memecatnya jika ada ASN lingkungan Pemprov Jatim ikut terlibat atau menjadi calo CPNS.

"Pokoknya kalau ketahuan (ada oknum orang dalam yang menjadi calo), pasti saya pecat," imbuh Anom.

Anom mengaku mendengar kabar adanya calo CPNS. Seperti halnya di Kediri dan Gresik. Pelaku sudah diamankan oleh orang yang meng-collect pendaftaran.

Untuk itu, masyarakat diharapkan tidak mudah terkena rayuan oknum yang bisa menjamin lolos tes karena pendaftaran dilakukan secara online. []

Baca juga:

Berita terkait
Hadapi WTO Tantangan Guru di Surabaya Semakin Berat
Risma mengatakan era industri 4.0 saat ini tantangan berat bagi guru untuk menyiapkan siswa agar bisa bersaingan WTO atau pasar bebas.
Kompetisi Robotik Dorong Terobosan Siswa di Surabaya
Sebanyak 320 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) se Indonesia mengikuti bertarung dalam ajang KNSP di Gedung Robotika ITS Surabaya.
1 Warga di Bangkalan Meninggal Tertimpa Rumah Roboh
Hujan deras disertai angin kencang di Desa Tlagah, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan memakan tiga korban jiwa.
0
Pengakuan Menantu Bunuh Sadis Mertua‎ di Pemalang
Pembunuhan menantu terhadap mertua di Pemalang terungkap jelas. Sang menantu akhirnya membeber penyebab ia menggorok leher mertuanya.