UNTUK INDONESIA
Nama Kuda Pacu di Flores Sangat Unik
Nama Kuda yang ikut lomba di Kabupaten Manggarai NTT sangat unik. Berikut beberapa nama unik dari kuda tersebut.
Kuda bernama Mbape menjadi juara dalam perlombaan Pacuan kuda di Manggarai Flores NTT. (Foto: Tagar/Yos Syukur)

Manggarai - Unik dan seru, itulah kesan para pecinta Lomba pacuan Kuda di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Perlombaan pacuan kuda sebelumnya dibuka secara resmi oleh Ketua Pordasi Kabupaten Manggarai, Manseltus Mitak, di Nanga Banda, Kelurahan Baru, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Flores,  Nusa Tenggara Timur (NTT),  Jumat 13 September 2019 Siang.

Lomba pacuan kuda ini diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) RI Ke-74 tingkat kabupaten Manggarai.

Lomba pacuan kuda yang dilaksanakan selama 3 hari ini, yakni dari hari Jumat, 13 September 2019 dan final pada Minggu, 15 September 2019 berlangsung seru dan dramatis.

Para penunggang kuda atau joky merupakan anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar dan kuda yang telah terdaftar di panitia perlombaan sebanyak 21 ekor yang berasal dari 2 kabupaten, yakni kabupaten Ngada dan kabupaten Manggarai.

Kuda-kuda pacu ini memiliki nama yang unik dan biasanya akan dipanggil satu persatu sebelum ke titik start. Panitia perlombaan akan mempromosikan kuda pacu tersebut, mulai dari nama, asal kuda, nama pemilik, penungang kuda, kecepatan, tinggi dan berat badan,hingga biaya yang dikeluarkan untuk merawat kuda pacu.

Guyonan master of ceremony membuat tenggorakan para pecinta kuda bersorak tak kala nama kuda jagoannya disebut. Meski cuaca panas dan debu berterbangan tak membuat semangat para pencinta kuda kendor untuk menyaksikan kuda jagoannya berlari di area lintasan.

Mbape adalah nama kuda juara bertahan, kuda milik Bupati Manggarai, Kamelus Deno ini sudah tiga kali meraih juara umum.
Kuda Bintang Kota dari Ruteng, Langke Rembong, dan Nore Gore dari Kabupaten Ngada merupakan kuda pesaing dari Mbape.

Ketika final, para penonton tidak sabar menyaksikan. Apabila pluit ditiup dari panitia di titik finis, maka para penonton mulai berdesakan untuk menyaksikan kuda-kuda yang berada dititik star.

Panitia titik star mulai memerintahkan agar kuda siap dilepas. Para pelepas kuda diatur agar berputar seirama dan serempak melepas pegangang ketika lonceng berbunyi.

Begitu lonceng dititik star berbunyi, semua kuda dilepas, mata para penonton serasi, serempak dan kompak mengikuti posisi kuda yang berlari dilintasan.

Ayo Mbape, Bintang Kota...hajar, Nore Gore....Nore Gore...suara para penonton membuat pertandingan semakin seru dan Kuda Mbape kembali meraih kemenangan sehingga mendapatkan piala dari wakil Bupati Manggarai, Viktor Madur yang diterima oleh Haji Masyur.

Wihelmus, pecinta lomba pacuan kuda dari Ruteng, Ibu Kota Kabupaten Manggarai, kepada Tagar mengatakan pertandingan sebelumnya berlangsung di kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, namun disini juga seru.

"Lombanya seru, terimakasih kepada pembab Manggarai dan Pordasi," ujarnya.

Berikut nama kuda unik  yang meraih juara perkelas

Juara Kelas A

a. juara 1 Kuda Mbape

b. juara 2 Kuda Nore Gore

B. Juara Kelas B

a. juara 1 Kuda Buru Liok

b. juara 2 Kuda Bintang Kota

C. Juara Kelas C

a.juara 1  Kuda Lady Gaga

b.juara 2  Kuda Jet Star

D. Juara Kelas D

a.juara 1 Kuda Bay Pas

b.juara 2 Kuda Hanter

E.juara umum

1.Kuda Mbape

2.Kuda Bintang Kota

Nama kuda pacu di Manggarai dari dulu memang unik, kata Valentinus, warga Kecamatan Reok kepada Tagar.

"Dulu ada nama kuda pacu, dolar, ninja, matahari, tenda rumah, symphoni, angin malam, melon, melati, rajawali, Porong Telo, depet dan nona manis kuda betina dari kabupaten Ngada," ujarnya.

Nama kuda, kata Valens, biasanya identik dengan nama tempat usaha, misalnya kuda rajawali, pemiliknya dari apotek Rajawali Ruteng.

Dikatakannya, nama kuda pacu juga biasa dari bahasa daerah setempat, misalnya Porong Telo berarti Nonton Bareng, sedangkan nama kuda Mbape karena pemiliknya fans berat denga Mbape, pemain sepak bola dunia. "kuda ini hadir pasca piala dunia tahun lalu," katanya.

Baca juga:

Berita terkait
NTT Provinsi Termiskin ke-3, Dana Desa Masih Dikorup
Mengacu pada data BPS tahun 2019, NTT merupakan provinsi termiskin ke tiga di Indonesia.
Korupsi Dana Desa Kades di NTT di Penjara Dua Tahun
Akibat korupsi dana desa Kepala Desa dan stafnya di Provinsi Nusa Tenggara timur di penjara.
Sebut Garam NTT Lebih Bagus dari Madura, Jokowi Didemo
Ratusan petani garam asal Madura menggelar demonstrasi menuntut Presiden Jokowi mencabut pernyataan Garam NTT lebih bagus daripada Garam Madura.
0
Erick Thohir Orang Kelima Tiba di Istana Kepresidenan
Mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Erick Thohir, tiba di Istana Kepresidenan, sekitar pukul 11.14 WIB, Senin, 21 Oktober 2019.