UNTUK INDONESIA
Najib Razak Diputus Bersalah Kasus Korupsi 1MDB
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak dinyatakan bersalah atas tujuh dakwaan dalam persidangan kasus korupsi 1MDB.
Najib Razak. (Reuters/Athit Perawongmetha)

Mataram - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak dinyatakan bersalah atas tujuh dakwaan yang dilayangkan kepadanya dalam persidangan kasus korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Hakim Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur Mohamad Nazlan Mohamad Ghazali mengatakan penuntut dalam kasus tersebut berhasil membuktikan keterlibatan Najib Razak dalam skandal korupsi 1MDB.

Baca Juga: Anwar Ibrahim, MACC Jelaskan Percakapan Najib Razak 

"Setelah mempertimbangkan semua bukti dalam persidangan ini, saya menemukan bahwa penuntut telah berhasil membuktikan kasusnya tanpa keraguan," ujar Nazlan, seperti dikutip dari The Guardian.

Apa pun keputusan di Pengadilan Tinggi besok, itu tidak berakhir di sini ... setelah ini, kita akan pergi ke Pengadilan Banding. Aku siap.

Dalam skandal tersebut, Najib didakwa atas penyalahgunaan kekuasaan, pelanggaran kepercayaan kriminal (CBT), dan pencucian uang. Atas tindakannya, pria 67 tahun itu terancam pidana hingga puluhan tahun penjara.

Dalam persidangan tersebut, pengadilan mendengar tentang pembelanjaan mewah yang dilakukan Najib, seperti menghabiskan US$ 800.000 di toko perhiasan di Italia dalam satu hari dan menghabiskan dana sebesar US$ 108.000 di butik Chanel di Hawaii.

Kabarnya, Najib akan menjalani lima persidangan lainnya terkait skandal 1MDB . Dalam persidangan hari ini, Najib menghadapi tuduhan transfer sebesar 42 juta ringgit (Rp 143,6 miliar) dari mantan unit 1MDB SRC International ke rekening pribadi miliknya.

Bantahan Najib 

Najib membantah seluruh tuduhan keterlibatannya dalam salah satu skandal penipuan finansial terbesar di dunia itu. Ia menyatakan akan mengajukan banding.

Melalui pernyataannya di akun media sosial pribadinya, Najib mengatakan persidangan tersebut merupakan kesempatan baginya untuk membersihkan namanya dari kasus tersebut.

"Apa pun keputusan di Pengadilan Tinggi besok, itu tidak berakhir di sini ... setelah ini, kita akan pergi ke Pengadilan Banding. Aku siap," kata Najib.

Sebagai bentuk pembelaan dirinya, Najib menyebutkan bahwa  pembelanjaan kartu kredit sebagai pembelian untuk keperluan resmi. Dia mengaku tidak bersalah atas pelanggaran kepercayaan, pencucian uang ataupun penyalahgunaan kekuasaan. Dia mengatakan telah dijebak oleh seorang penasihat keuangan, Jho Low, yang didakwa di Amerika Serikat dan Malaysia.

Secara total, departemen kehakiman AS percaya lebih dari US$ 4,5 miliar dicuri dari dana 1MDB dan dicuci oleh Najib Razak dan kerabatnya. Lebih dari US$ 700 juta dari dana yang diduga mendarat di rekening bank Najib. Istri Najib dan beberapa pejabat dari partainya dan pemerintahan sebelumnya juga telah dituduh melakukan korupsi.

Baca Juga: Otoritas Malaysia Interogasi Wartawan Al Jazeera 

Skandal korupsi 1MDB telah mengguncang politik Malaysia, dan mendorong serangkaian investigasi terkait di sejumlah negara di seluruh dunia. []

Berita terkait
Anwar Ibrahim, MACC Jelaskan Percakapan Najib Razak
Ketua Anti-Korpsi Malaysia diminta Anwar Ibrahim jelaskan alasan kenapa dia buka percakapan telepon mantan PM Najib Razak
Najib Razak Jangan Tinggalkan Malaysia, Polisi Gerebek Apartemen Pavilion Residences
Najib Razak jangan tinggalkan Malaysia, polisi gerebek Apartemen Pavilion Residences. “Petugas mencari dokumen peka, yang ditakutkan pemerintahan baru dibawa ke luar negeri,” kata polisi.
Istana Bantah Jokowi Akan Bertemu dengan Mantan PM Najib Razak
Sekretariat Presiden mengaskan bahwa Presiden Joko Widodo tidak akan bertemu dengan Mantan PM Malaysia Najib Razak di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
0
Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Jaga Daya Beli Masyarakat
Jokowi meminta pemerintah daerah menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran agar daya beli masyarakat lekas pulih.