UNTUK INDONESIA
Najib Razak Jangan Tinggalkan Malaysia, Polisi Gerebek Apartemen Pavilion Residences
Najib Razak jangan tinggalkan Malaysia, polisi gerebek Apartemen Pavilion Residences. “Petugas mencari dokumen peka, yang ditakutkan pemerintahan baru dibawa ke luar negeri,” kata polisi.
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dari Barisan Nasional (National Front) menunjukkan jarinya yang bertinta setelah memberikan suaranya dalam pemilhan umum, di tempat pemungutan suara di Pekan, Pahang, Malaysia, Rabu (9/5/2018). (Foto: Ant/Reuters/Athit Perawongmetha)

Kualalumpur, (Tagar 13/5/2018) – Gedung apartemen mewah di Kuala Lumpur, tempat keluarga mantan Perdana Menteri Najib Razak tinggal, Sabtu (12/5) digerebek polisi.

“Petugas menggeledah apartemen itu untuk mencari dokumen peka, yang ditakutkan pemerintahan baru dibawa ke luar negeri,” kata dua perwira kepolisian.

Disebutkan, penggerebekan dilancarkan pada saat perdana menteri baru Malaysia, Mahathir Mohamad, mengatakan telah mencegah Najib meninggalkan Malaysia atas kecurigaan terlibat dalam skandal dana negara 1MDB senilai miliaran dolar.

Polisi bergerak setelah menerima keluhan bahwa kendaraan pemerintah membawa puluhan kardus, yang dipakai untuk memasukkan tas bermerek serta barang lain ke apartemen tersebut untuk istri Najib, Rosmah Mansor.

Kemuakan masyarakat atas dugaan korupsi telah secara luas dilihat sebagai salah satu penyebab kekalahan mengejutkan koalisi Barisan Nasional berkuasa dalam pemilihan umum pada Rabu (9/5).

Najib telah berkali-kali membantah bersalah.

Sekitar 20 polisi, sebut Reuters, memasuki lobi berlantai marmer di gedung apartemen Pavilion Residences di Kuala Lumpur. Pada saat yang bersamaan, Mahathir sedang berbicara dalam acara jumpa pers untuk mengumumkan anggota-anggota kunci di kabinetnya.

Petugas keamanan gedung, yang dimiliki oleh Desmond Lim, yakni pengusaha kaya Malaysia dan pendukung Najib menyatakan bersedia membantu.

"Kami sedang mencari dokumen-dokumen pemerintah yang kemungkinan telah dibawa secara ilegal," kata seorang perwira polisi.

Polisi mengungkapkan, para anggota keluarga Najib sebelumnya tinggal di gedung apartemen tersebut, namun nama-nama mereka tidak disebutkan.

Najib pada Sabtu (12/5) mengatakan, dia akan berangkat ke luar negeri selama satu pekan untuk beristirahat. Namun beberapa menit kemudian, Departemen Keimigrasian mengumumkan bahwa Najib dan istrinya telah dilarang meninggalkan Malaysia.

Mahathir, yang pada Kamis (10/5) dilantik sebagai perdana menteri, telah menyatakan tekad untuk menyelidiki menghilangnya miliaran dolar dari dana negara 1Malaysia Development Berhard (1MDB), yang dibentuk oleh Najib.

Menurut dokumen-dokumen Departemen Kehakiman Amerika Serikat, dana sebesar 681 juta dolar dari 1MDB telah dialirkan ke rekening pribadi seseorang yang disebut dengan Pejabat Nomor Satu Malaysia. Sumber-sumber AS dan Malaysia memastikan bahwa seseorang itu adalah Najib.

Najib beralasan, simpanan bank itu merupakan sumbangan dari seorang anggota keluarga kerajaan Arab Saudi, yang tidak disebutkan namanya, dan telah dikembalikan dalam jumlah besar.

Skandal Multimiliar Dolar

Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad melarang pendahulunya, Najib Razak, pergi ke luar negeri.

Mahathir mengungkapkan, ada bukti cukup untuk menyelidiki keterkaitan Najib dengan skandal multimiliar dolar.

Pihak imigrasi mengeluarkan perintah pelarangan meninggalkan Malaysia atas Najib dan istrinya, Rosmah Mansor, hanya beberapa menit setelah perdana menteri tersingkir itu mengatakan bahwa mereka akan pergi berlibur sepekan ke luar negeri untuk beristirahat setelah kekalahannya yang mengejutkan dalam pemilihan umum.

"Memang benar saya mencegah Najib meninggalkan negeri," kata Mahathir dalam acara jumpa pers pada Sabtu (12/5).

Dia menambahkan, langkah itu diambil untuk mencegah kemungkinan masalah timbul kemudian terkait ekstradisi.

"Ada cukup bukti bahwa penyelidikan terhadap hal-hal tertentu ... yang dilakukan oleh mantan perdana menteri itu harus dijalankan dan, jika perlu, aturan hukum akan diterapkan," ujarnya.

Mahathir sebelumnya pernah menjabat sebagai perdana menteri negara berpenduduk mayoritas Melayu Muslim selama 22 tahun.

Dia mengatakan bahwa jaksa agung, yang melepaskan Najib dari kesalahan dalam skandal korupsi dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB), sudah dipecat.

Sang jaksa agung, Apandi Ali, menolak memberikan tanggapan.

Setelah larangan bepergian ke luar negeri atasnya diumumkan, Najib mengatakan di Twitter bahwa dia akan menghormati keputusan itu dan akan tetap berada di Malaysia.

Pertanyaan soal keberadaannya terjawab ketika dia muncul dalam pertemuan Organisasi Kebangsaan Malaysia Bersatu (UMNO) untuk mengumumkan bahwa dia mengundurkan diri jabatan ketua partai dan ketua Barisan Nasional.

Barisan Nasional adalah persekutuan yang didominasi UMNO dan telah menguasai Malaysia selama enam dasawarsa.

Sebelumnya, kabar beredar di media sosial dan media setempat yang menyebutkan, Najib dan istrinya berada dalam daftar penumpang sebuah pesawat jet, yang dijadwalkan terbang menuju Jakarta pada pukul 10.00 waktu setempat.

Namun, polisi kemudian mengatakan tidak ada pesawat yang akan lepas landas dari Bandara Sultan Abdul Aziz Shah dengan membawa Najib dan istrinya.

Najib kalah dalam pemilihan setidaknya sebagian karena skandal 1MDB yang membuat muak banyak kalangan.

Kabar muncul pada 2015 bahwa sekitar 700 juta dolar AS (sekitar Rp 9,7 triliun) kemungkinan dicuri dari 1MDB dan masuk ke rekening-rekening bank pribadi Najib.

Najib membantah melakukan kesalahan, bahkan kendati pihak berwenang Amerika Serikat menduga bahwa dana sebesar 4,5 miliar dolar (sekitar Rp 62,7 triliun) telah hilang melalui penipuan yang digerakkan oleh seorang pemodal yang memiliki hubungan dekat dengan Najib dan keluarganya.

Jaksa Agung AS Jeff Sessions menyebut skandal 1MDB itu sebagai "pencurian terburuk oleh negara" dan dana itu sedang diselidiki sebagai pencucian uang di setidaknya enam negara, termasuk Swiss, Singapura, dan Amerika Serikat.

Menurut gugatan sipil yang dicatat Departemen Kehakiman AS, hampir 30 juta dolar (sekitar Rp 418,5 miliar) dana yang dicuri itu digunakan untuk membeli perhiasan bagi Rosmah, termasuk kalung dengan berlian merah muda 22 karat yang langka. (ant/yps)

Berita terkait
0
Istana Bicarakan Penghapusan Pasal dalam UU Cipta Kerja
Staf Khusus Presiden bidang Hukum Dini Shanti Purwono menyatakan, pihaknya telah melakukan koreksi terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja.