UNTUK INDONESIA
Musim Hujan, Awas Mobil Mengalami Aquaplaning
Salah satu kendala yang dihadapi saat mengemudikan mobil di trek yang basah adalah fenomena Aquaplaning atau hydroplaning.
Aquaplaning atau hydroplaning merupakan kondisi ban yang tidak menapak dengan permukaan jalan yang disebabkan lapisan air. (Foto: Auto2000)

Jakarta - Berkendara saat musim hujan diperlukan perhatian khusus agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, terlebih saat mengemudikan mobil. Salah satu kendala yang dihadapi saat mengemudikan mobil di trek yang basah adalah fenomena Aquaplaning atau hydroplaning.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan Aquaplaning?

Dilansir dari laman resmi Auto2000, Senin, 6 Januari 2020, aquaplaning atau hydroplaning adalah kondisi ban mobil yang kehilangan penapakan (traksi) pada permukaan jalan saat melintasi genangan air di permukaan jalan. Kondisi genangan itu bisa tinggi atau rendah, intinya terdapat lapisan yang menjadi pemisah antara ban mobil dengan jalan.

Pada hakikatnya, saat berjalan, kondisi ban mobil harus menapak pada permukaan jalan karena adanya bobot mobil. Namun perlu diketahui, saat melaju setiap mobil memiliki bagian kolong yang dialiri angin, hal tersebut yang dapat menimbulkan daya angkat seiring dengan meningkatnya kecepatan mobil.


Di sisi lain, air sendiri mempunyai nilai viskositas (kekentalan) sehingga membutuhkan waktu untuk mengalir atau berpindah tempat meskipun mendapatkan tekanan dari bobot mobil yang sedang melaju. Sebagian air yang tidak sempat dipindahkan oleh alur telapak ban akan tertahan di bawah ban sehingga membentuk lapisan tipis. Hal itu yang menghambat telapak ban mobil untuk menyentuh permukaan jalan.

Ketika telapak ban mobil tidak menyentuh permukaan jalan, saat itu juga ban mobil akan kehilangan traksi. Hal tersebut akan membuat pengemudi kehilangan kendali sehingga menyebabkan kecelakaan. Pengemudi seringkali tidak waspada lantaran kejadiannya hanya sepersekian detik, layaknya saat anda terpeleset di lantai licin.

Sistem drainase jalan yang tidak optimal dan perbedaan kontur jalan, akan menimbulkan genangan di atas permukaan jalan. Tipisnya lapisan air membuat pengendara tidak sadar akan potensi bahaya sehingga relatif kurang waspada, terlebih saat mobil dipacu kencang.

Mobil Melaju KencangSebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi saat kondisi hujan. (Foto: Auto2000)

Faktor penyebab selanjutnya yakni dari segi pengendara. Saat hujan turun, pengendara harus memahami kondisi jalan, pengendara harus menurunkan kecepatan untuk menghindari risiko ban kehilangan grip. Hindari bermanuver secara mendadak dan tajam yang dapat membuat ban kehilangan traksi.

Faktor terakhir yang menyebabkan aquaplaning adalah kondisi ban itu sendiri. Ban memiliki kemampuan terbatas dalam membuang genangan air, terlebih jika kondisi telapak ban sudah aus atau botak. Kemudian tekanan angin masing-masing ban harus sama satu sama lain, oleh sebab itu pengendara wajib memeriksa kondisi tekanan angin secara rutin.

Kondisi ban saat berkendara pada musim hujan harus dalam kondisi yang prima. Telapak ban tidak aus, tekanan angin harus sesuai, tidak terlalu kencang maupun tidak terlalu kekurangan, dan terakhir harus pastikan dinding ban masih dalam kondisi bagus.

Cara mengatasi Aquaplaning

1. Tetap fokus dan tenang

Meskipun aquaplaning berlangsung dalam hitungan detik, tapi semua dapat diantisipasi dengan melakukan beberapa hal. Pertama, tetap fokus dan tenang saat merasakan gejala aquaplaning saat berkendara. Jangan sampai panik yang membuat pengendara melakukan manuver mendadak seperti berpindah jalur yang dapat memperburuk situasi karena mobil sulit dikendalikan.

2. Hindari rem mendadak

Langkah selanjutnya untuk mengantisipasi aquaplaning adalah dengan tidak melakukan pengereman mendadak. Meskipun banyak mobil yang sudah dilengkapi dengan fitur Anti-lock Braking System (ABS) tapi fitur ini tidak akan berfungsi jika kondisi mobil sudah terlanjur slip.

3. Jangan injak pedal gas

Saat mobil mengalami gejala aquaplaning, segera lepaskan kaki dari pedal gas kemudian pegang kemudi lurus untuk memastikan mobil tetap mengarah kedepan, lalu biarkan hingga kecepatan mobil berkurang secara gradual hingga ban berhasil mendapatkan kembali daya cengkeramannya ke permukaan jalan.

Saat kondisi ban sudah kembali menapak di permukaan jalan, cobalah untuk kembali pedal gas secara perlahan. Lihat situasi sekitar, pastikan kondisi jalan aman dan pengendara tidak nervous atau panik berlebih, jika masih dalam keadaan panik disarankan untuk menepi terlebih dahulu sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Aquaplaning terjadi dalam hitungan detik sehingga bila tidak di antisipasi akan menyebabkan kecelakaan, bahkan nyawa pengendara, penumpang, dan pengguna jalan lain jadi taruhannya. Oleh sebab itu, ada baiknya untuk lebih memperhatikan hal-hal yang menyebabkan aquaplaning, sebelum memulai berkendara di musim hujan. []

Berita terkait
Tips Terhindar dari Beli Mobil Bekas Terendam Banjir
Bagi Anda yang berminat untuk membeli mobil bekas, ada baiknya memperhatikan beberapa hal agar tidak membeli mobil bekas terendam banjir.
Bengkel Kebanjiran Servis Kendaaran Terdampak Banjir
Pengelola bengkel menyebut banyak menangani kendaaran yang rusak akibat terdampak banjir.
1.500 Taksi Blue Bird Rusak Berat Terendam Banjir
Sebanyak 1.500 unit armada taksi Blue Bird yang terendam banjir mengalami rusak berat.
0
Nomor Pengaduan Maladministrasi Dampak Covid-19 Banten
Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Provinsi Banten membuka Posko Pengaduan Daring soal maladministrasi yang terkena dampak Covid-19.