UNTUK INDONESIA
Musda Golkar Aceh TM Nurlif Klaim Dapat 20 Dukungan
Menjelang perhelatan musyawarah daerah (musda) ke 11 DPD I Golkar Aceh TM Nurlif mengaku mendapat 20 dukungan.
Calon incumbent musyawarah daerah (musda) ke 11 DPD I Golkar Aceh, TM Nurlif. (Foto: Tagar/Istimewa)

Banda Aceh - Menjelang perhelatan musyawarah daerah (musda) ke 11 DPD I Golkar Aceh yang akan dibuka malam ini di Banda Aceh, Rabu 4 Maret 2020. Dua kandidat yakni T Husen Banta dan TM Nurlif masing-masing sudah mulai memperdengarkan kekuatan dukungan.

Calon incumbent, TM Nurlif mengatakan, sampai dengan hari ini dirinya sudah mengantongi 19 sampai 20 dukungan dari peserta pemilik hak suara dalam musda ke 11 nanti, bahkan bisa melebihi angka itu.

"Suara 19 sampai 20, kemungkinan bertambah, dan hari ini ada beberapa nanti yang akan berjumpa dengan kita," kata TM Nurlif dalam keterangannya, Rabu, 4 Maret 2020.

Suara 19 sampai 20, kemungkinan bertambah, dan hari ini ada beberapa nanti yang akan berjumpa dengan kita.

Namun, Nurlif enggan membeberkan siapa-siapa saja yang telah menyatakan dukungan terhadapnya. Hal itu karena ingin menjaga harmonisasi baik di sesama pengurus DPD I maupun DPD II kabupaten/kota. "Nanti disampaikan. Saya ingin menjaga harmonisasi, supaya pengurus solid," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Nurlif juga menuturkan, dirinya mencalonkan diri lagi itu setelah adanya konsultasi dengan DPP Golkar, dan pusat memberikan dukungan serta restu kepadanya untuk kembali memimpin Golkar Aceh.

Dukungan DPP itu diberikan, sebagai apresiasi atas kerja-kerja politik yang dilaksanakan semasa kepengurusan, serta program jangka panjang menghadapi pemilihan legislatif dan presiden kedepan. "Kalau tidak mendapatkan dukungan ketua DPP, mungkin saya akan mempertimbangkan keinginan maju kembali," tutur Nurlif.

Nurlif juga menyampaikan, dirinya akan mengakomodir seluruh potensi kader-kader Golkar di Aceh, baik senior maupun yang masih muda. Mengingat kekompakan untuk membesarkan partai sangat diperlukan, sehingga rakyat bisa melihat Golkar memperjuangkan hak-hak mereka.

"Apa yang sudah kita letakkan, menjadi modal kuat untuk melanjutkan langkah konkrit selanjutnya," katanya. []

Berita terkait
Jalur Laut, 50 Ton Bawang Ilegal Ditemukan di Aceh
50 ton bawang merah ilegal yang diseludup melalui jalur laut di Aceh.
Aceh Belum Miliki Laboratorium Cek Pasien Corona
Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia belum memiliki laboratorium untuk mengecek langsung bagi pasien yang mengidap virus corona.
Masyarakat Aceh Singkil Diminta Beli Masker Sendiri
Untuk mencegah wabah virus corona atau Covid-19, masyarakat Aceh Singkil, Aceh diminta untuk membeli masker dengan biaya sendiri.
0
Kata PKS, Presiden Jokowi Lemah dan Plin Plan
Pemerintahan Jokowi periode dua ini masih saja seperti dulu. Lemah dan plin plan. Terlihat saat wabah Covid-19 melanda negara ini. Kata orang PKS.