UNTUK INDONESIA
Medan Hentikan Pasokan Gula Pasir untuk Aceh
Gula pasir dari Medan, Sumatera Utara untuk Provinsi Aceh dihentikan untuk sementara waktu.
Karyawan membereskan sembako di salah satu toko grosis di Pasar Peunayong, Kota Banda Aceh, Aceh, Selasa, 24 Maret 2020. (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)

Banda Aceh - Pasokan gula pasir dari Medan, Sumatera Utara untuk Provinsi Aceh dihentikan untuk sementara waktu. Kondisi ini memberi dampak cukup berarti bagi masyarakat Tanah Rencong.

Ramli, 54 tahun, pemilik toko grosir di Pasar Peunayong, Kota Banda Aceh, Aceh mengatakan, akibat penghentian pasokan tersebut, harga gula pasir di kota tersebut saat ini melonjak menjadi Rp 18 ribu per kilogram.

“Kemarin-kemarin kami jual harga gula Rp 12 ribu per kilogram, ini di bawah harga pemerintah, sekarang karena krisis gula, jadi naik menjadi Rp 18 ribu,” kata Ramli saat ditemui di tokonya, Selasa, 24 Maret 2020.

Ia menjelaskan, pasokan gula dari Medan terakhir dilakukan pada pekan lalu. Setelah itu, mereka memutuskan untuk menghentikan sementara.

Sekarang karena krisis gula, jadi naik menjadi Rp 18 ribu.

“Ada juga yang jual di atas itu, tapi kita menjaga juga kondisi daripada keadaan masyarakat kita di Aceh supaya harga tidak melebihi Rp 18 ribu,” katanya.

Kata Ramli, terhentinya pasokan gula dari Medan seharusnya menjadi perhatian Pemerintah Aceh. Kondisi ini harus membuat Aceh lebih mandiri, tak tak bergantung lagi pada Sumatera Utara.

“Gula ini adalah kita ketergantungan ke Sumatera Utara, yang biasanya kita bawa dari Medan, sekarang ada larangan tidak boleh masuk gula ke Aceh untuk sementara, karena mungkin kebutuhan dari Sumatera Utara tidak mencukupi,” tuturnya.

Baca juga: Gula Pasir Langka dan Mahal di Aceh

Ramli menjelaskan, krisis gula di Aceh dikhawatirkan akan bertahan hingga Ramadan dan Idul Fitri. Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Aceh untuk melakukan upaya-upaya, seperti mengimpor dari luar negeri.

“Selain pemerintah, mohon kepada semua pengusaha untuk mengimpor gula, ini kesempatan, apalagi ke depan adalah bulan puasa. Bulan puasa dan lebaran, kita tahu kondisi di Aceh kalau bulan puasa itu masyarakat membeli gula yang biasanya 2 kilo, ini menjadi 10 kilo,” kata Ramli.

Ia menyebutkan, dalam pasokan terakhir pekan lalu, gula yang diterima tokonya sebanyak 300 sak. Dari jumlah itu, 250 sak di antaranya diecerkan kepada toko-toko yang ada di Kota Banda Aceh.

“Kita sudah bagi semua kepada toko-toko, yang ada. Sekarang tinggal sekitar 50 sak, saya bagi untuk ibu-ibu yang meminta gula 2 dan 3 kilo,” tutur Ramli.

“Sampai saat ini tidak ada pasokan lagi, tetapi ada informasi, benar atau salah saya tidak mengerti, hari Kamis ada masuk 8 kontainer yang membawa gula ke Aceh, mudah-mudahan benar,” ujarnya menambahkan. []

Berita terkait
Gula Pasir Langka dan Mahal di Aceh
Gula pasir di Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh mulai langka dan harganya merangkak naik.
Cara Orang Aceh Terdahulu Mengusir Wabah Penyakit
Masyarakat Aceh terdahulu punya cara tersendiri untuk mengusir wabah penyakit. Membaca yasin selama 7 hari berturut-turut.
Pasien PDP Corona di Aceh Meninggal Dunia
Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona atau Covid-19 meninggal dunia.
0
Jokowi Lantik Hakim Konstitusi Manahan MP Sitompul
Presiden Joko Widodo hari ini, Kamis, 30 April 2020 resmi melantik Manahan MP Sitompul sebagai Hakim Konstitusi 2020-2025.