UNTUK INDONESIA
Masjid Al Falaah Pejompongan Usai Kasus Ninoy Karundeng
Masjid Al Falaah Pejompongan menjadi terkenal karena diduga sebagai tempat penyekapan dan penyiksaan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.
Masjid Jami Al Falaah Pejompongan, Jl. Mesjid I No.12, RT.9/RW.5, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Oktober 2019. (Foto: Tagar/Moh Ainul Yaqin)

Jakarta - Masjid Al Falaah Pejompongan menjadi terkenal karena diduga sebagai tempat penyiksaan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng, tepat pada hari peringatan G30SPKI, Senin, 30 September 2019.

Tagar mengunjungi masjid itu pada Jumat, 11 Oktober 2019. Tepat 10 hari setelah peristiwa Ninoy Karundeng yang kasusnya, penculikan dan penganiyaan, masih dalam proses penyidikan Polda Metro Jaya.

Jumat sore itu matahari menyingsing di ufuk barat, mengiringi langkah kaki orang-orang menuju Masjid Al Falaah. Sayup-sayup terdengar suara azan dari pengeras suara, khas panggilan untuk muslim menunaikan salat magrib.

Terpampang jelas tulisan 'Masjid Jami’ Al Falaah' di dinding pemisah antara lantai satu dan dua. Masjid ini sekilas tidak berbeda dengan masjid pada umumnya.

Masjid Al Falaah terletak di perkampungan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, berjarak sekitar dua kilometer dari kompleks gedung DPR RI, Senayan.

Bangunan masjid tampak menarik dengan interior ukiran pada ventilasi. Pertama kaki menginjak halaman di depan gerbang masuk, masjid ini terlihat bersih, menandakan perawatan intens dilakukan petugas. Samping kiri dan kanan masjid, berhadapan langsung dengan perumahan warga, dengan jalan selebar empat meter. Jalan gang perumahan pada umumnya.

Sorotan lampu kuning di depan masjid memadukan imajinasi kereligiusan yang tinggi, apalagi saat menatap karpet merah di dalam masjid yang terlihat dari kaca jendela.

Di pojok kiri depan masjid terdapat toko kecil, menjual kebutuhan rumah tangga seperti detergen sabun cuci, alat pengusir nyamuk. Terpampang jelas bertuliskan 'TOMES Toko Masjid Jami’ Al Falaah'.

Pengeras suara terpasang menjulang di atas menara di sisi kiri dan kanan masjid.

Masjid Al Falaah sering mendatangkan ustaz terkenal yang sudah memiliki jam terbang tinggi, di antaranya Bachtiar Nasir dan Haikal Hasan.

Masjid Jami Al Falaah PejomponganRuang salat di lantai 2 Masjid Jami Al Falaah Pejompongan, Jl. Mesjid I No.12, RT.9/RW.5, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Oktober 2019. (Foto: Tagar/Moh. Ainul Yaqin) 

***

Azan usai berkumandang, banyak orang berbondong-bondong menuju arah masjid. Ada yang berjalan kaki. Ada beberapa orang mengenakan peci dan baju koko, datang dengan mobil dan motor. 

Antarjemaah laki-laki bersalaman di depan gerbang, kemudian melepas sepatu, untuk memasuki rumah Allah itu.

Tempat wudu bisa langsung ditemui ketika jemaah melangkahkan kaki, masuk dari pintu gerbang. Kondisi tempat wudu menunjukkan tukang bebersih selalu memperhatikan kenyamanan jemaah.

Di samping kiri merupakan tempat jemaah perempuan, sementara untuk jemaah laki-laki harus menapaki tangga di sebelah kanan tempat wudu. Berbeda dengan lantai satu, di lantai dua tak ada sekat ruangan, sehingga terlihat luas hamparan karpet merah.

Di masjid bertingkat pada umumnya, lokasi imam atau pemimpin salat biasanya ada di lantai bawah. Hal ini tidak terjadi di Masjid Al Falaah. Di sini posisi imam di lantai dua. Udara sejuk dengan pendingin ruangan membuat nyaman.

Iqamat berkumandang tanda salat magrib berjamaah segera dimulai. Seorang yang masih muda, melangkah ke posisi imam.

Usai salat, jemaah ada yang memilih membubarkan diri. Namun tidak sedikit yang tetap pada duduknya untuk berzikir.

Saya kurang paham kenapa kok Jumat ini ndak ada pengajian. Biasanya ramai ini masjid, soalnya kalau ada pengajian sudah diumumkan sejak tiga hari sebelumnya.

Masjid Jami Al Falaah PejomponganSalalt Magrib berjamaah di Masjid Jami Al Falaah Pejompongan, Jl. Mesjid I No.12, RT.9/RW.5, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Oktober 2019. (Foto: Tagar/Moh. Ainul Yaqin) 

***

Sutrisno, seorang jemaah, mengaku sudah 20 tahun sering menjalankan salat di Masjid Al Falaah. Namun setelah menikah dan menetap di kawasan Bekasi, Jawa Barat, ia jarang salat di masjid itu.

“Rumah Ibu saya di sini, kompleks C, nggak jauh dari sini,” kata Sutrisno kepada Tagar.

Ia pada hari itu kebetulan sedang mengunjungi ibu, dan tentu memilih salat magrib di Masjid Al Falaah.

Sutrisno mengatakan biasanya Masjid Al Falaah setiap hari Jumat menggelar kegiatan rutin selain salat wajib, yaitu pengajian usai salat magrib setiap hari Jumat. Namun hari itu sepi, tidak ada kegiatan lain selain salat. Sutrisno tidak tahu kenapa.

Ia mengatakan pengisi pengajian biasanya tidak hanya ustaz lokal. "Masjid Al Falaah sering mendatangkan ustaz terkenal yang sudah memiliki jam terbang tinggi, di antaranya Bachtiar Nasir dan Haikal Hasan."

Selain itu, kata Sutrisno, sejak dulu Masjid Al Falaah memiliki kebiasaan cukup unik, yakni merekrut pemuda hapal Alquran menjadi imam. "Mungkin dengan alasan lebih enerjik dan semangat," kata Sutrisno.

Mereka, para imam, disediakan tempat tinggal di sisi kanan lantai dua, terpisah dari tempat salat.

“Jadi itu kamar untuk para imam,” kata Sutrisno menunjuk lorong ke arah kamar imam.

Tidak hanya itu. Masjid Al Falaah juga memiliki Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam naungan kementerian agama (Kemenag). Lokasi bangunan MI tepat di samping kanan masjid.

Ketika tim dari masjid melakukan sweeping mencari korban di lokasi demo, Ninoy ditemukan tergeletak di jalan dengan muka sudah babak belur.

Masjid Al FalaahRuang salat jemaah perempuan disekat tirai di lantai 1 Masjid Jami Al Falaah Pejompongan, Jl. Mesjid I No.12, RT.9/RW.5, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Foto: Tagar/M Irkhamni)

***

Asep Saifudin, seorang pegawai bank, mengaku nyaris setiap hari melaksanakan salat jamaah Magrib dan Isya di Masjid Al Falaah. Karena masjid itu yang paling dekat dengan kantornya. Setelah salat magrib dan isya di masjid itu, Asep pulang ke rumahnya di Depok, Jawa Barat, dengan menggunakan Bus TransJakarta.

“Saya kurang paham kenapa kok Jumat ini ndak ada pengajian. Biasanya ramai ini masjid, soalnya kalau ada pengajian sudah diumumkan sejak tiga hari sebelumnya,” kata Asep.

Ayah satu anak ini menghela napas panjang saat perbincangan sampai pada peristiwa demonstrasi berlangsung di sekitar masjid, demo mahasiswa menentang revisi UU KPK dan RUU KUHP. Demonstrasi yang berlangsung berjilid-jilid hingga kejadian Ninoy Karundeng diduga diculik dan disiksa di dalam Masjid Al Falaah.

Menurut Asep, saat berlangsung unjuk rasa mahasiswa pertama, 19 September 2019, Masjid Al Falaah digunakan untuk menampung peserta aksi yang terluka akibat bentrokan dengan aparat kepolisian. Mahasiswa yang mengalami luka-luka diamankan dan diobati di masjid.

Begitu juga dengan demonstrasi yang berlangsung dramatis pada 24 September 2019, yang selain mahasiswa juga terdapat massa pelajar sekolah menengah kejuruan atau STM. Korban berjatuhan akibat bentrokan dengan aparat.

Kubu demonstran yang mengalami sesak napas dan luka-luka, mendapatkan penanganan medis di masjid ini.

“Waktu itu masjid ramai sekali. Ini semua penuh sama anak-anak demo, di sini mereka cuci muka, dikasih obat, karena kan kena gas air mata, perih itu,” kata Asep.

Hal sama juga begitu, ketika Ninoy Karundeng mengaku dianiaya orang tak dikenal hingga wajahnya penuh memar pada 30 September 2019. 

Ninoy Karundeng dalam keterangannya di depan wartawan menyebut dirinya disekap dan dipukuli di dalam masjid ini, bahkan dirinya hampir dibunuh karena diketahui kerap menyudutkan kelompok tertentu dalam postingannya di media sosial. Untungnya, Ninoy bisa malafalkan syahadat yang menunjukkan dirinya beragama Islam, sehingga dirinya mendapat ampunan dan diantarkan pulang ke rumah.

Asep mengaku merasa ada yang janggal dengan pengakuan Ninoy tersebut. Dari cerita yang ia dengar, Ninoy sebenarnya adalah korban penganiayaan di lokasi unjuk rasa. 

"Ketika tim dari masjid melakukan sweeping mencari korban di lokasi demo, Ninoy ditemukan tergeletak di jalan dengan muka sudah babak belur," kata Asep.

Sehingga otomatis tim dari Masjid Al Falaah mengangkut Ninoy untuk diselamatkan. Di masjid, Ninoy dirawat kemudian diantarkan pulang.

“Kalau misal disekap dan mau dibunuh, masak diantarkan pulang? Ya kalau mau dilepas ya lepasin aja di jalan, tapi ini kan diantar pulang ke rumah,” ujar Asep. []

Baca juga:

Berita terkait
Tersangka Baru Dalam Kasus Ninoy Karundeng
Polda Metro Jaya kembali menetapkan satu tersangka dalam kasus penganiayaan Ninoy Karundeng dengan demikian sudah 14 yang jadi tersangka
Munarman Dipanggil Polisi sebagai Saksi Ninoy Karundeng
Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya atas kasus Ninoy Karundeng.
Mengenal Bernard Abdul Jabbar, Tersangka Penganiaya Ninoy Karundeng
Mengenal Sekjen PA 212 Bernard Abdul Jabbar, mualaf yang ditetapkan menjadi tersangka penganiayan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.
0
Anggota Polres Maros Diimbau Tidak Coba Narkoba
Kasat Narkoba Polres Maros mewanti-wanti anggotanya untuk tidak coba-coba menggunakan narkoba.