Mahasiswi Yogyakarta Tipu Teman Kampus Berkedok Investasi

Mahasiswi di Yogyakarta dilaporkan ke pihak berwajib atas dugaan penipuan berkedok investasi. Kerugian para korban puluhan juta rupiah.
Sejumlah korban yang mengaku ditipu oleh teman kampusnya sendiri, lewat investasi bodong berkedok arisan saat melapor ke Mapolres Sleman. (foto Tagar/Evi Nur Afiah)

Sleman - Seorang mahasiswi Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) inisial EGT, 22 tahun, dilaporkan teman-temanya sendiri. Perempuan asal Balimbingan, Sumatera Utara, ini diduga sudah melakukan penipuan investasi berkedok arisan online. Para korban melaporkan kejadian ini ke Polres Sleman.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari beberapa korban, terduga pelaku menawarkan penghasilan yang cukup menjanjikan. Sehingga mereka rela merogoh kocek puluhan juta rupiah. Namun bukanya untung, mereka terpaksa rugi puluhan juta.

Baca Juga:

Juli Indah, salah satu korban penipuan tersebut mengaku, mulanya dirinya tergiur ikut arisan yang diadakan oleh terduga pelaku EGT pada 2019 lalu. "Awalnya dia memberikan tawaran investasi dari Rp3 juta jadi Rp4 juta, dalam waktu ada yang 20 hari, ada yang 25 hari, ada juga yang 10 hari. Tapi faktanya ternyata tidak,” kata Juli, sembari memperlihatkan salinan identitas diri EGT kepada wartawan. Senin, 16 November 2020.

Sebelum terlanjur basah dalam permainan teduga pelaku, dirinya sempat menanyakan bagaimana terduga mengelola uang milik para investornya. Terduga menyebut, uang tersebut akan diputar kepada orang lain.

Ternyata korban yang dijanjikan seperti saya melalui investasi ini banyak. Setelah kami cari tahu ke keluarganya, pelaku katanya terlilit utang sama orang sekitar Rp15 juta.

Juli melanjutkan, awalnya tidak memiliki kecurigaan buruk terhadap terduga. Terlebih, mereka merupakan teman satu kampus. Namun, belakangan ini dirinya melihat uang-uang para investor digunakan sendiri oleh teduga. “Ternyata korban yang dijanjikan seperti saya melalui investasi ini banyak. Setelah kami cari tahu ke keluarganya, pelaku katanya terlilit utang sama orang sekitar Rp15 juta. Jadi dia minjem ke sana-sini begitu, " ucapnya.

Penipuan di SlemanSejumlah korban yang mengaku ditipu oleh teman kampusnya sendiri, lewat investasi bodong berkedok arisan saat melapor ke Mapolres Sleman. (foto Tagar/Evi Nur Afiah)

Beberapa kali korban menagih haknya, terduga pelaku selalu mengklaim pasti mengembalikan uang miliknya dan kerap menunjukkan transparansi aliran dana, untuk meyakinkan korban. “Dia janji bakal mengembalikan uang-uang korban. Kalau saya rugi sekitar Rp 40 jutaan diberikan secara bertahap,” tambahnya.

Uang puluhan juta rupiah tersebut bukan milik Juli semata. Keluarganya yang berada di Medan pun tertarik dengan investasi tersebut. “Betapa tidak, enak kan dari Rp 5 juta balik Rp 7 juta dalam waktu 25 hari begitu. Jadi keluarga mau ikutan juga,” ujar mahasiswi jurusan informatika.

Sementara itu korban lainnya, Angelia Lestari menyatakan, sebagai karyawan lembaga keuangan di Jakarta, mengaku mengenal sosok EGT melalui teman Angel, pada sekitar Juli 2020.

Baca Juga:

Kala itu, dirinya memulai investasi sebesar Rp 16,5 juta. Terduga pelaku menawarkan iming-iming keuntungan hingga Rp 22 juta, dalam waktu berbeda mulai dari 5 hari, 7, 10, hingga 20 hari. “Memang awalnya lancar-lancar saja. Tidak ada bermasalah, malah sempat mendapat keuntungan. Cuma sekarang kok malah tersendat-sendat,” katanya.

Korban lainnya, Via Kristi, mahasiswi Fakultas Manajemen UTY asal Banjarnegara, Jawa Tengah, mengaku mengalami kerugian mencapai Rp 17 juta."Awalnya dia bikin status gitu, lalu saya tanya kan. Katanya dari uang Rp 2 juta dalam 10 hari dapat Rp 700 ribu, jadi Rp 2,7 juta. Saya tertarik, saya coba Rp 1 juta," ucapnya menyesal.

Kemudian, karena benar-benar mendapatkan keuntungan, Via terus menambah saldonya dengan jumlah berbeda secara bertahap kepada EGT. Namun berakhir sama dengan apa yang dialami korban lainnya, uang mulai tersendat.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sleman Ajun Komisaris Polisi Deni Irwansyah memperkirakan, investasi semacam itu biasanya dilakukan pelaku dengan cara 'gali lubang tutup lubang'."Laporan tersebut akan kami dalami," kata AKP Deni. []

Berita terkait
Teten: Soal Investasi Bodong, Tak Adil Cuma Koperasi Disorot
Perihal Investasi Bodong, Menkop UKM Teten Masduki mempertanyakan mengapa hanya Koperasi yang di permasalahkan, sedangkan non Koperasi tidak.
Tangisan Tersangka Investasi Bodong Bank Syariah di Malang
Pelaku investasi bodong di Malang mengaku menyesal atas perbuatannya melakukan penipuan dan penggelapan berkedok investasi di BRI Syariah.
Trik Hindari Jebakan Advisor dengan Investasi Bodong
Pengamat pasar modal Siswa Rizali menyarankan masyarakat yang hendak memilih perusahaan jasa investasi untuk memperhatikan deteksi konflik advisor.
0
Pemkot Lhokseumawe Segera Lakukan Vaksinasi Massal Covid-19
Pemerintah Kota Lhokseumawe, Aceh, dalam bulan Juni 2021 ini akan segera melakukan vaksinasi Covid-19 secara massal