UNTUK INDONESIA
Bupati Kulon Progo Sutedjo dan Ajudan Dicatut Penipuan
Nama Bupati Kulon Progo Sutedjo dan ajudannya dicatut orang tidak bertanggung jawab untuk penipuan. Berikut klarifikasinya.
Dinas Kominfo Kulon Progo saat meminta klarifikasi keada Bupati Sutedjo. (Foto: Tagar/Dok Kominfo Kulon Progo/Harun Susanto)

Kulon Progo - Nama Bupati Kulon Progo dan ajudannya dicatut oleh seseorang tidak bertanggung jawab untuk penipuan. Percobaan ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya juga pernah terjadi pada September 2020.

Dalam modus kejahatan kali ini, terduga penipu tersebut menelepon PT Multintas dengan mengatasnamakan ajudan bupati. Selain itu, Diperkirakan orang yang sama, selanjutnya menelepon Direktur Utama PT KPLC (Karya Prima Lestari Cemerlang) dengan mengatasnamakan bupati.

Baca Juga:

Terkait hal ini, Bupati Kulon Progo, Sutedjo mengatakan, kejadian penipuan tersebut diketahui pada Selasa 20 Oktober 2020 pada pukul 14.00 WIB saat mendapatkan pesan singkat dari Harnowati selaku kolega. Dia menanyakan tentang seseorang yang menghubungi PT Multintas dan PT KPLC mengatasnamakan bupati beserta ajudan pribadinya.

“Ibu Harnowati ini bertanya, apakah ada ajudan bupati bernama Sutik, dengan nomor handphone 081385244359. Oknum tersebut bertanya tentang kegiatan PT Multintas. Kemudian juga ada bu Sita selaku Dirut PT KPLC yang ditelpon dengan nomor tersebut, mengatasnamakan saya," tutur Sutedjo, di Kulon Progo, Rabu, 21 Oktober 2020.

Ajudan saya pastikan tidak menelepon ke PT Multintes. Saya juga tidak menelepon Bu Sita Dirut PT KPLC.

Sutedjo menegaskan, dirinya atau ajudannya tidak pernah melakukan hal tersebut. Itu hanyalah perbuatan orang lain yang tidak memiliki niatan yang baik. “Ajudan saya pastikan tidak menelepon ke PT Multintes. Saya juga tidak menelepon Bu Sita Dirut PT KPLC," ungkap Sutedjo.

Baca Juga:

Sutedjo mengimbau kepada seseorang yang berbuat hal tersebut untuk menghentikan kegiatan yang menagatasnamakan orang lain dan sebagainya. Karena itu berdosa dan merupakan kejahatan yang tentunya bisa dipidanakan dengan kasus penipuan. "Saya juga imbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya kepada sembarang orang," tuturnya.

Sutedjo mengibaratkan sekarang ini banyak orang yang berkudung lulang macan, artinya menjual atau mengatasnamakan pejabat untuk memperudah urusan atau bahkan meminta bantuan dan dukungan dengan mengatasnamakan pejabat. "Mohon untuk tidak mudah percaya. Jika ada yang meminta bantuan apapun atau sumbangan, masyarakat bisa mengklarifikasi secara langsung,” ucap Sutedjo. []

Berita terkait
Toko Bunga Denise Chariesta Ternyata Kesandung Kasus Penipuan
Selebgram Denise Chariesta menunjukkan gelagat sombongnya memancing amarah warganet Ketahuan, toko bunga lakukan penipuan.
Menaker Minta Korban Penipuan Prakerja Lapor Polisi
Menaker memita korban penipuan dan pesan hoaks program Kartu Prakerja di situs https://prakerja.vip membuat laporan kepada polisi.
Perjalanan Kasus Penipuan Presenter Dalton Ichiro Tanonaka
Dalton Ichiro Tanonaka ditangkap Kejaksaan Agung setelah buron atas kasus penipuan PT Melia Media.
0
Pria Botak di Sumut Diancam 15 Tahun Penjara, Ini Kasusnya
Pria botak di Deli Serdang, Sumatera Utara, nodai adik ipar. Penjara 15 tahun menantinya.