UNTUK INDONESIA
Lima Wali Nagari Pessel Terjerat Perselingkuhan
Lima wali nagari (desa) di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat terlibat kasus perselingkuhan. Seorang diantaranya sudah diberhentikan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari (DPM) Kabupaten Pesisir Selatan, Hamdi. (Foto: Tagar/Teddy Setiawan)

Pesisir Selatan - Lima wali nagari (desa) di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar) terlibat kasus perselingkuhan dan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Tiga lainnya sedang dalam proses investigasi.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Pessel, Hamdi. Menurutnya, satu dari lima wali nagari tersebut sudah diberhentikan. Satu lainnya sedang menunggu putusan pimpinan.

"Tiga lainnya sedang dalam proses investigasi dari tim pencari fakta," katanya, Rabu 13 November 2019.

Lima wali nagari tersebut di antaranya, Wali Nagari Salido, Sago, Sungai Liku Palangai, Gurun Panjang Utara, dan Wali Nagari Rawang Gunung Malelo.

Menghindari terjadinya kasus serupa, Pemerintah Kabupaten Pessel berencana melahirkan peraturan daerah (perda) di 2020. Perda tersebut kelak mengatur norma-norma wali nagari, sesuai ketentuan norma agama dan adat yang berlaku di daerah tersebut.

Sesuai rencana, perda itu akan diusulkan sebagai revisi perda nomor 2 tahun 2016 tentang nagari. "Kami harap dengan adanya perda ini nanti bisa lebih efektif menindak wali nagari yang bermasalah," katanya.

Selain kasus selingkuh, seorang wali nagari lainnya kini juga tersandung persoalan KDRT. Saat ini tengah menunggu gelar perkara dari Kepolisian Resor Pessel.

Sebelumnya baru-baru ini, warga Nagari Rawang Gunung Malelo, Kabupaten Pessel meneken petisi pemberhentian wali nagari setempat.

Petisi yang ditandatangani ribuan masyarakat itu telah diserahkan pada Dinas Pemerdayaan Masyarakat (DPM) sebagai institusi pembina pemerintahan nagari.

"Karena kami menilai perbuatannya sudah tak sesuai dengan aspirasi warga," ungkap Ketua Badan Musyawarah (Bamus), Alisrel. []

Baca juga:

Berita terkait
Polisi Bakal Tindak Galian C Pelangai Gadang Pessel
Penambangan batu dan pasir marak terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan. Polisi menertibkan satu persatu lokasi tambang yang dinilai ilegal.
Polisi Tutup Tambang Batu Pasir Ilegal di Pessel
Polisi menutup tambang batu dan pasir diduga ilegal di Kampung Koto Lamo, Nagari Lakitan Tengah, Kecamatan Lengayang, Kabupate Pesisir Selatan.
Honor Petugas TPS Naik, Ini Permintaan KPU Pessel
KPU Pesisir Selatan mengajukan penyesuaian anggaran pilkada dalam pembahasan APBD 2020.
0
Anggota Polres Maros Diimbau Tidak Coba Narkoba
Kasat Narkoba Polres Maros mewanti-wanti anggotanya untuk tidak coba-coba menggunakan narkoba.