UNTUK INDONESIA
Lima Ucapan Ustaz Abdul Somad Paling Menggegerkan
Tak jarang pernyataannya membuat gaduh, memantik riuh rendah perdebatan. Ini lima ucapan Ustaz Abdul Somad (UAS) yang paling menggegerkan.
Ustaz Abdul Somad. (Foto: Instagram/@ustadzabdulsomad_official)

Jakarta - Abdul Somad seorang ustaz dengan sederet kontroversi. Tak jarang pernyataannya membuat gaduh, memantik riuh rendah perdebatan di ruang media sosial.

Berikut ini lima ucapan Ustaz Abdul Somad (UAS) yang paling menggegerkan.

1. Kasus Rina Nose

Nama UAS ramai diperbincangkan di linimasa media sosial setelah dirinya membuat pernyataan dalam salah satu ceramahnya di Medan, Sumatera Utara bahwa ia tak pernah mengamati artis jelek.

"Rina Nose Siapa? Artis? Yang pesek itu? Saya kalau artis jelek kurang berminat. Apa kelebihannya? Pesek, buruk, itu saja," kata UAS dalam video di platform YouTube yang banyak beredar.

Akibat pernyataannya, banyak kalangan menilai UAS tak sepatutnya menghina makhluk ciptaan Tuhan. Rina Nose pun memberikan tanggapannya melalui postingan Instagram pribadinya, @rinanose16.

"Saya memang jelek, pesek, buruk, dan tidak memiliki kelebihan apa-apa. Saya sudah tahu sebelum Anda mengatakannya," tulisnya.

Rina menambahkan dalam caption Instagramnya bahwa dengan segala keterbatasan dan kelemahan ilmunya, ia tidak sampai hati mengatakan hal buruk tentang orang lain.

2. Polemik Starbucks

Pernyataan yang mengundang perdebatan kembali dilontarkan oleh UAS. Dalam ceramahnya, ia menyebut bahwa pembeli Starbucks artinya mendukung LGBT dan akan masuk neraka.

"Nanti di akhirat nampak sumbangannya untuk LGBT. Ditanya malaikat, LGBT, kenapa kalian besar? Karena ada sumbangan. Siapa yang menyumbang? Itu yang di surga. Eh tarik balik. Diobok-obok masuk neraka, gara-gara menyumbang ke Starbucks," kata UAS dalam video ceramahnya yang beredar di YouTube.

Nanti di akhirat nampak sumbangannya untuk LGBT. Ditanya malaikat, LGBT, kenapa kalian besar? Karena ada sumbangan. Siapa yang menyumbang? Itu yang di surga. Eh tarik balik. Diobok-obok masuk neraka, gara-gara menyumbang ke Starbucks.

3. Halalkan Korupsi

Pernyataan terkait UAS menghalalkan korupsi ini bermula dari pertanyaan audiens dalam ceramahnya di sebuah masjid di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Saat itu, pertanyaannya berisi tentang hukum seseorang yang menyogok untuk menjadi pegawai di instansi pemerintahan serta bagaimana gajinya nanti, halal atau haram.

UAS pun memberikan jawabannya. Menurutnya, nyogok itu terbagi dua, konvensional dan syariah. Menyogok syariah dimaknai olehnya dengan membayarkan uang tertentu untuk mendapatkan hak yang sudah harus dimiliki oleh seseorang.

"Kalau sudah memenuhi syarat, tidak masalah. Karena itu artinya dia sedang mengambil haknya. Daripada haknya itu diambil orang lain," kata Somad dalam ceramahnya di video yang beredar.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah berpendapat bahwa hal tersebut salah menurut undang-undang.

“Praktik suap tersebut terbukti dikumpulkan sebagai setoran untuk pejabat-pejabat yang mengambil keputusan. Hal ini jika ditoleransi dan berlaku masif akan memunculkan korupsi yang lebih besar,” kata Febri pada wartawan, Senin, 5 Februari 2018.

4. Bom Bunuh Diri

Pria kelahiran 18 Mei 1977 ini kembali dliputi kontroversi terkait pernyataannya yang menyebut aksi bom bunuh diri sebagai gerakan mati syahid. Merespon hal ini, UAS kemudian mengklarifikasi bahwa pernyataan tersebut telah dipotong dan diunggah kembali oleh sejumlah pihak yang menyebabkan multitafsir.

Dalam video yang diunggah oleh akun YouTube milik Tafaqquh video berjudul 'Benarkah Ustaz Abdul Somad, Lc. MA Membolehkan Bom Bunuh Diri? Simak Penjelasan Ini dengan Baik', UAS memberikan klasrifikasinya.

"Dua hari ini, video saya, menjawab pertanyaan di An Nur, lebih kurang dua tiga tahun lalu, diviralkan lagi. Tapi video itu di-cut, dipotong. Saya masih ingat, tempat lokasi masjid itu, An Nur, kajian subuh Sabtu," kata Abdul Somad.

UAS menambahkan, umat Islam harus bisa membedakan antara bom bunuh diri yang dilakukan muslim Palestina dan di luar Palestina.

5. Kontroversi Salib Jin Kafir

Terbaru, pria asal Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, ini dilaporkan ke polisi akibat pernyataannya mengenai salib jin kafir. Ia dilaporkan oleh Organisasi Massa (Ormas) Brigade Meo Nusa Tenggara Timur (NTT) ke polisi pada Sabtu, 17 Agustus 2019.

Anggota Brigade Meo, Jemmy Ndeo menganggap dakwah Somad telah menistakan salib dan patung yang merupakan simbol agama Katolik dan Kristen Protestan.

"Apa yang dikatakan Ustaz Abdul Somad dalam videonya itu sudah sangat meresahkan masyarakat, terlebih umat Kristen dan Katolik. Dia harus bertanggung jawab," kata Jemmy.

UAS membantah tuduhan itu. Dalam sebuah video, ia menyampaikan klarifikasi bahwa ia hanya menjawab pertanyaan jemaah.

"Itu pengajian di dalam masjid tertutup, bukan di stadion, bukan di lapangan sepak bola, bukan di teve, tapi untuk intern umat Islam yang meminta penjelasan tentang patung, tentang kedudukan Nabi Isa alaihi salam. Untuk orang Islam dalam Alquran dan Sunah Nabi Solallahualaihi wassalam," kata UAS.

"Pengajian itu tiga tahun yang lalu. Sudah lama. Kajian subuh Sabtu. Di Masjid An Nur Pekanbaru. Satu jam pengajian diteruskan tanya jawab tanya jawab tanya jawab. Kenapa diviralkan sekarang, kenapa dituntut sekarang, saya serahkan kepada Allah Subhanallahu wataala," kata UAS lagi. []

Sebelumnya:

Berita terkait
Karisma Ustaz Abdul Somad di Lingkaran Artis Indonesia
Ustaz Abdul Somad tak hanya populer di kalangan masyarakat biasa. Sebagai salah satu penceramah, karismanya sampai ke kalangan artis Indonesia.
ICMI Desak Ustaz Abdul Somad Meminta Maaf
Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie meminta Ustaz Abdul Somad (UAS) segera meminta maaf dalam kontroversi 'salip jin kafir'.
Pro Kontra Netizen Tanggapi Salib Jin Kafir Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad (UAS) menjadi bahan perbincangan publik seusai potongan ceramahnya viral di media sosial. Berikut berbagai tanggapan netizen.
0
Relawan Minta Jokowi Pilih Menteri yang Selama Ini Berkeringat
Tokoh relawan Jokowi meminta Presiden lebih memilih dan mempercayai pendukung setianya yang selama ini telah berkontribusi lebih dan berkeringat.