UNTUK INDONESIA
Lima Pelaku Ilegal Logging di Bima NTB Ditangkap
Aparat gabungan TNI-Polri menangkap lima orang terduga pelaku ilegal loging di Bima Nusa Tenggara Barat.
Petugas gabungan melakukan operasi penangkapan terhadap pelaku perambahan hutan di Bima, NTB. (Foto: Tagar/Harianto Nukman)

Bima - Aparat gabungan menangkap 5 orang terduga pelaku pembalakan hutan di Kabupaten Bima, NTB. Barang bukti berupa 1 unit mobil pick up, mesin senso dan 222 batang kayu turut diamankan.

Saat penangkapan terhadap 5 orang terduga pelaku, petugas sempat dihadang oleh warga Desa Kanca, Kecamatan Parado dengan menutup ruas jalan di desa setempat. Mereka memprotes penangkapan 5 warga sebagai terduga pelaku illegal logging tersebut.

Patroli gabungan yang dipimpin Danramil 1608-07/Monta, Mayor Inf Saharudin Syaharudin dibagi menjadi dua tim yakni tim satu dipimpin Danramil Monta bersama anggota Polsek dan instansi lainnya dengan sasaran Desa Kuta dan Desa Parado Wane dan tim dua dipimpin Danki A Yonif 742/SWY Kapten Inf Satria Perkasa Bahar dengan sasaran Desa Kanca Kecamatan Parado.

Ini harus menjadi atensi kita bersama dengan melakukan upaya penyelamatan hutan.

Sebelum melaksanakan patroli, aparat gabungan mendirikan Pos Komando (Posko) dan menentukan sasaran serta pembagian tim. Kelima oknum yang sudah diamankan di Polres Bima berinisial AS, 43 tahun, BU 42 tahun, ASS, 32 tahun, dan NU 32 tahun, dan SA, 35 tahun. Namun dua orang terduga berhasil melarikan diri.

Komandan Kodim 1608/Bima Letnan Kolonel Inf Bambang Kurnia Eka Putra saat dikonfirmasi membenarkan perihal tersebut dengan harapan hutan dan lingkungan terselamatkan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Ini harus menjadi atensi kita bersama dengan melakukan upaya penyelamatan hutan dengan melibatkan seluruh stake holder, instansi terkait bahkan seluruh komponen masyakarat harus ikut berperan aktif dalam menjaga hutan," ujar Bambang, Selasa, 24 Desember 2019.

Menurutnya, persoalan hutan tidak hanya menjadi atensi ditingkat bawah, namun juga menjadi perhatian khusus pemerintah pusat karena hutan sudah sangat memprihatinkan akibat pembalakan liar.

Seperti kita ketahui bersama, lanjut pria yang dikenal humanis tersebut, pada musim kemarau, rata-rata kita mengeluh kekurangan air bersih dan pada musim hujan terjadi banjir dan tanah longsor karena hutan sebagai penyangga dan penyedia air sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Ini sangat mengkhawatikan akan keselamatan hutan dan membahayakan kehidupan manusia.

Untuk itu, kata Bambang, pihaknya mengimbau dan mengajak seluruh komponen masyarakat mari kita bersatu padu selamatkan hutan sehingga bisa diwariskan kepada anak cucu generasi selanjutnya.

Terpisah, Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, terkait dengan pengamanan hutan, Kepala BNPB RI, Letjend TNI Doni Monardo sudah melakukan peninjaun di Parado, dan di sana marak terjadi penggundulan hutan yang luar biasa.

"Ini sangat mengkhawatikan akan keselamatan hutan dan membahayakan kehidupan manusia karena sekitar 8000 hektar kawasan hutan sudah rusak," sebut Ahmad Rizal.

Adapun dampak pembalakan liar, debet air menjadi sangat berkurang dan terjadi pendangkalan. "Dulu disana ada air terjun dan sekarang tidak ada tetesan air sama sekali," terangnya.

Terkait kondisi tersebut, pihaknya bersama Polri, KPH dan instansi terkait sudah membuat Posko di Parado dan kemarin langsung melakukan Patroli, dan berhasil mengamankan lima orang terduga pelaku perambahan hutan berserta barang bukti diamankan di Polres Kabupaten.

"Sesuai arahan Kepala BNPB RI, agar kedepan dilaksanakan rapat di tinkat Provinsi untuk mengamankan dan menyelamatkan hutan sekaligus mensosialisasikan tentang penanaman pohon kepada masyarakat," ungkapnya. []

Berita terkait
Hujan Angin Rusak Lapak PKL Pantai Lawata Bima NTB
Hujan disertai angin kencang memporak-porandakan lapak PKL di pantai Lawata Bima Nusa Tenggara Barat (NTB).
Lubang Hitam Besar Ditemukan di Galaksi Bima Sakti
Sebuah lubang hitam besar (big black hole) ditemukan di Galaksi Bima Sakti (milky way) oleh para astronom.
Spesifikasi Mobil Esemka: Bima, Garuda 1, Digdaya
Bima 1.2L, Bima 1.3L, Digdaya, dan Garuda 1, ragam model purwarupa keluaran Esemka. Berikut penjelasan spesifikasi selengkapnya.
0
Mendanai Terorisme Sama Juga Teroris
Mahfud MD menyatakan seseorang yang mendanai kegiatan atau kelompok terorisme sama saja dengan teroris.