UNTUK INDONESIA
Lima Olahraga Ringan Sebelum Mendaki Gunung
Kegiatan 'berbau' alam saat ini banyak diminati masyarakat. Termasuk mendaki gunung. Ada olahraga ringan agar pendakian berjalan mulus.
Mendaki gunung saat ini banyak diminati dari berbagai usia.(foto:pixabay)

Jakarta - Kegiatan 'berbau' alam saat ini banyak diminati masyarakat. Termasuk mendaki gunung. Mendaki gunung menjadi salah satu kegiatan terbaik untuk menghabiskan waktu luang melepas penat.

Untuk memuluskan pendakian, persiapan fisik dapat dilakukan. Olahraga ringan bisa menjadi solusi. Pasalnya ketika mendaki, perjalanan yang ditempuh bisa mencapai ribuan meter, belum lagi jalanan yang terjal dan menanjak. 

Setelah persiapan dilakukan, ketika pendakian berlangsung, kondisi fisik pun menjadi tak akan kaget. Pendakian akhirnya berjalan mulus.

Apa saja olahraga ringan yang dapat dilakukan sebelum mendaki? Berikut Tagar beberkan.

1. Joging

Joging atau berlari pelan merupakan salah satu olahraga yang murah meriah dan mudah untuk dipraktekkan. Bila ditanya manfaatnya? Banyak.

Salah satu studi kesehatan menyebutkan jika rutin melakukan joging, tubuh akan menjadi semakin bugar dan stamina ikut terjaga. Olahraga ini juga akan secara efektif menurunkan berat badan.

Untuk para pendaki, joging yang dilakukan secara rutin juga dapat memperkuat otot-otot kaki. Efeknya ketika melakukan pendakian, kaki tidak akan mudah merasa lelah.

Olahraga JoggingOlahraga jogging menguatkan otot kaki. (Foto: Pixabay)

2. Berenang

Selain berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh, berenang juga dapat mengatur pernafasan. Pengaturan nafas itu dilakukan agar dapat mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh berjalan dengan lancar.

Olahraga ini berguna untuk mengatur pernafasan Anda yang hendak melakukan pendakian. Juga mampu melatih pemikiran agar tenang dan tidak panik saat mendaki dengan tujuan puncak gunung.

Olahraga RenangOlahraga renang dapat mengatur pernafasan.(foto:pixabay)

3. Naik Turun Tangga

Kemantapan kaki untuk menapak pada jalanan, baik di tanah, batu, atau pasir, juga perlu dilatih. Ini merupakan poin penting bagi yang niat melakukan pendakian hingga turun gunung. Pasalnya 'naik' gunung tak hanya menonjolkan kekuatan otot kaki dan stamina, tetapi juga kemantapan dalam berpijak di jalur pendakian.

Agar tak goyah ketika menghadapi medan pendakian, Anda dapat mencoba naik turun tangga. Caranya berdiri di hadapan tangga dengan tegap, lakukan selama 10 menit untuk naik turun di tiga anak tangga.

Naik Turun TanggaNaik turun tangga dapat menguatkan otot kaki. (Foto: Pixabay)

4. Push Up

Latihan push up sangat berguna, terlebih untuk para pendaki. Saat melakukan push up, kekuatan otot tangan dilatih. Berguna untuk menyeimbangkan diri saat merangkak atau memanjat jalur pendakian berbatu. Latihan push up cukup dilakukan 10 hingga 20 kali tiap hari untuk membentuk otot tangan yang kuat.

Push UpPush Up dapat menyehatkan tubuh.(foto:pixabay)

5. Yoga

Latihlah fleksibilitas tubuhmu dengan melakukan yoga. Gerakan ini mampu mereganggkan otot yang tegang saat melakukan pendakian. Selain itu, olahraga ini juga dapat melatih menenangkan pikiran saat melakukan pendakian.

dengan melakukan yoga, Anda akan terlatih menjadi tenang dan fokus menhadapi tantangan pendakian. Ketika mendaki dan menemukan hutan yang rimbun dapat membuat pikiran dan perasaan tidak tenang. Nah, dengan melakukan yoga, Anda akan terlatih menjadi tenang dan fokus menhadapi tantangan pendakian. 

YogaYoga dapat menenangkan hati dan pikiran.(foto:pixabay)

Berita terkait
Mengarahkan Anak Cintai Seni dan Olahraga
Orang tua sebagai panutan bagi anak dapat mengarahkannya ke bidang minat dan bakat agar anak kelak mengetahui passion-nya.
Erick Thohir, Cocok Jadi Menteri Pemuda dan Olahraga
Ketua TKN 02, Erick Thohir, berpeluang besar menjadi menteri karena tim yang dipimpinnya berhasil memenangkan Pilpres 2019.
Olahraga Kesukaan Jokowi dan Prabowo
Kedua Calon Presiden Jokowi dan Prabowo, selalu menyempatkan waktu untuk melakukan olahraga kesukaan.
0
Revisi UU KPK, Jokowi Minta Masyarakat Bersuara ke DPR
Presiden RI Joko Widodo menyampaikan tanggapannya terkait keputusan Revisi Undang-Undang KPK. Ia mengaku, ide awal revisi tersebut dibawa oleh DPR.