UNTUK INDONESIA
Kronologi Penemuan Kerangka Manusia di Wates Kediri
Polres Kediri menduga kerangka manusia di lahan tebu, Desa Segaran adalah korban bunuh diri akibat terlilit utang.
Polres Kediri melakukan evakuasi penemuan kerangka manusia di lahan tebu di Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. (Foto: Polsek Wates/Tagar/Fendhi Lesmana)

Kediri - Warga Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, digegerkan penemuan kerangka manusia di lahan tebu. Diketahui identitas kerangka manusia tersebut adalah Suwardi, 61 tahun, warga Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Sektor Wates, Ajun Inspektur Dua Agung mengatakan penemuan kerangka manusia tersebut pertama kali diketahui oleh buruh penebang tebu, Kariono, 50 tahun. Agung mengungkapkan saat itu Kariono hendak memotong batang tebu. 

Untuk identifikasi ada tim Inafis Polres Kediri.

“Saksi pada saat itu akan menebang tebu mendapati ada mayat manusia yang sudah menjadi kerangka,” ujarnya kepada Tagar melalui keterangan tertulisnya, Minggu, 13 September 2020.

Mendapati kerangka manusia di lahan tebu, Kariono langsung melaporkan penemuan tersebut ke warga dan perangkat desa. Usai mendapatkan laporan tersebut, polisi langsung melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP). 

"Untuk identifikasi ada tim Inafis Polres Kediri," tuturnya. 

Agung mengungkapkan ciri-ciri kerangka manusia tersebut rahang gigi agak tonggos, menggunakan celana pendek kolor merek Levi Straus. 

"Kerangka manusia dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri untuk identifikasi," ujarnya. 

Sementara Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Kediri, Ajun Komisaris Iwan Setyo Budi mengatakan hasil identifikasi yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri, diketahui identitas kerangka manusia tersebut adalah Suwardi, warga Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

"Keluarga korban mengenali dari celana pendek dan celana dalam yang dipakai oleh korban serta ciri-ciri susunan gigi," ujarnya. 

Dari hasil keterangan keluarga korban, lanjut Iwan, korban meninggalkan rumah sekitar 3 bulan lalu. Korban mengalami depresi lantaran terhimpit ekonomi dan terlilit utang.

"Korban pergi tanpa pamit. Keluarga juga mencari keberadaan korban," kata Iwan.

Dari hasil pemeriksaan Tim Medis RS Bhayangkara Kota Kediri tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas luka penganiayaan ditubuh korban.

"Diduga korban bunuh diri," ucap Iwan.[](PEN)

Berita terkait
Lansia di Kediri Tewas Membusuk di Balai Desa
Polsek Ngadiluwih mengidentifikasi mayat lansia di Balai Desa Rembang bernama Sampir yang mengalami gangguan jiwa.
Satu Dokter RSUD Gambiran Kediri Wafat Terpapar C-19
Dokter ahli bedah syaraf di RSUD Gambiran, Kota Kediri, Jawa Timur, dinyatakan meninggal dunia akibat terpapar Covid -19.
Ganti Apparel, Persik Kediri Launching Jersey Baru
Persik Kediri me-launching jersey baru menjelang bergulirnya kembali Liga 1 pada Oktober 2020. Persik menggandeng Noij untuk kerja sama apparel.
0
PLN Gandeng KPK Amankan Aset Negara di Bali
Berkat sinergi antara PT PLN (Persero), KPK, dan ATR/BPN disebutkan nilai aset tanah yang diselamatkan lebih dari Rp 1 Triliun.