UNTUK INDONESIA
Kronologi dan Motif Pembunuhan Suami Istri di Tegal
Polres Tegal mengungkap kronologi dan motif pembunuhan sadis terhadap suami istri di Lebaksiu. Pelaku awalnya hanya akan membunuh satu orang.
Jajaran pimpinan Polres Tegal menunjukkan barang bukti kasus pembunuhan sadis suami istri saat rilis pengungkapan kasus di mapolres setempat, Senin, 3 Agustus 2020. Polisi mengungkapkan kronologi dan motif pembunuhan tersebut. (Foto: Tagar/Farid Firdaus)

Tegal - ‎Kepolisian Resort Tegal (Polres) Tegal mengungkap kronologi dan motif pembunuhan sadis terhadap suami istri di Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah pada 29 Juli 2020 lalu. Terungkap jika pelaku sudah merencanakan perbuatannya dan awalnya hanya berniat membunuh satu orang.

‎Kepala Polres Tegal Ajun Komisaris Besar Muhammad Iqbal Simatupang‎ mengatakan pelaku pembunuhan, yakni Ade Setiawan, 31 tahun, warga Desa Bogares Kidul, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal.

"Pelaku melakukan perbuatannya Rabu, 29 Juli jam 00.30. Awalnya pelaku datang ke rumah korban jam 22.00 kemudian ngobrol-ngobrol. Selama ngobrol-ngobrol terjadi miskomunikasi, sehingga pelaku langsung mengambil tindakan melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam sehingga kedua korban, yaitu suami istri meninggal," kata Iqbal di Mapolres Tegal, Senin, 3 Agustus 2020.

‎Seperti diketahui, korban bernama Handi Purwanto, 30 tahun, dan istrinya Citrawati, 25 tahun. Keduanya tinggal rumah toko di Dukuh Sempumaja RT 01 RW 01 Desa Yamansari.  

Pelaku datang sudah membawa pisau dan bensin.‎ Tujuannya untuk membunuh istrinya.

Menurut Iqbal, ‎saat datang ke rumah korban, Ade sudah berniat untuk membunuh. Namun sasaran utamanya adalah Citrawati.

"Pelaku datang sudah membawa pisau dan bensin.‎ Tujuannya untuk membunuh istrinya. Tapi suaminya juga ada di rumah sehingga ikut dianiaya hingga meninggal," ujar Iqbal.

‎Iqbal mengatakan Ade dan Handi memiliki kerja sama dalam bisnis burung lovebird sejak 2017. Dalam bisnis itu timbul permasalahan sehingga korban sakit hati dan akhirnya menghabisi kedua korban.

"Motifnya masalah penagihan bisnis loverbird kepada pelaku. Nilainya sekitar Rp 50 juta. Ada kata-kata dari korban yang membuat pelaku emosi dan kalap," ujar Iqbal.

Iqbal menyebut, berdasarkan hasil outopsi, kedua korban meninggal karena ‎luka tusuk di bagian kepala, badan, dan leher. "Di TKP, ada bercak darah dan potongan rambut mulai dari dapur, garasi sampai di luar rumah. Setelah dilakukan olah TKP dan penyelidikan, pelaku ditangkap sekitar pukul 06.00," ujarnya.

Baca juga: 

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tegal Ajun Komisaris Heru Sanusi mengungkapkan, sebelum mendatangi rumah korban, Ade lebih dulu bertanya kepada Handi untuk memastikan di rumah atau tidak. Saat itu korban menjawab ‎akan keluar rumah untuk mengisi saldo pulsa.

Ternyata Handi di rumah, sedang bersiap-siap menutup konter HP miliknya. Ia tidak jadi pergi karena saldo pulsa ternyata sudah diisikan oleh salah satu karyawannya. Akhirnya Ade beralasan hanya ingin main dan mengajak Handi mengobrol di lantai atas rumah.

"Selama ngobrol dari jam 10 sampai jam 12 malam, korban perempuan ‎bolak-balik ke lantai atas sambil terus mengeluarkan perkataan yang membuat pelaku emosi. Sampai akhirnya pelaku tidak bisa menahan diri, kemudian menampar korban perempuan. Dari situ konflik dengan suami, berantem. Akhirnya pelaku turun mengambil pisau di motor. Yang pertama dihajar istrinya dulu, tapi karena dilindungi suaminya akhirnya suaminya dulu yang dihabisin," ucap Sanusi.

Terkait bisnis burung lovebird yang menjadi pemicu perbuatan sadis Ade, menurut Sanusi bisnis tersebut sudah berjalan sebelum Handi menikah.

"Jadi pelaku awalnya mengajak korban Handi bisnis lovebird. Kemudian korban menginvestasikan dua pasang lovebird senilai hampir Rp 50 juta. Seiring berjalan waktu lovebird sudah tidak booming lagi sehingga sudah tidak ada harganya. Dari situ timbul permasalahan,"‎ kata dia. []

Berita terkait
Suami Istri Dibunuh di Tegal Menanti Kelahiran Anak
Suami istri di Tegal korban pembunuhan sadis ternyata tengah menantikan kelahiran anak pertamanya. Bayi di kandungan ikut meninggal dunia.
Geger Suami Istri di Tegal Dibunuh Secara Sadis
Warga Tegal digegerkan dengan pembunuhan sadis yang menimpa pasangan suami istri. Diduga masalah bisnis jadi motif pembunuhan tersebut.
Demi Hidupi 4 Anak, Ibu di Tegal Curi Bahan Pangan
Seorang ibu di Tegal mencuri bahan pangan di Pasar Cerih. Alasannya untuk hidupi 4 anaknya. Ternyata ia seorang residivis.
0
Kapolres di Papua Diminta Amankan Pilkada dan Pengumuman CPNS
Kapolda Papua memerintahkan Polres jajarannya untuk mengamankan Pilkada dan pengumuman CPNS di wilayahnya. Ini alasannya.