UNTUK INDONESIA
KPU: Pemilu 2019 Buat Kami Tidak Nyaman
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman heran reaksi publik terlalu heboh saat mengetahui petugas KPPS meninggal di Pemilu 2019.
Ketua KPU Arief Budiman saat memaparkan capaian pelaksanaan Pemilu 2019, di Ruang Sidang KPU RI, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Januari 2020. (Foto: Tagar/Moh. Yaqin).

Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyebut Pemilu 2019 membuat dirinya tidak nyaman, lantaran banyak pemberitaan terkait petugas KPPS yang meninggal dalam melaksanakan tugas.

“Ini merupakan jumlah yang bengak didiskusikan publik. Jumlah petugas yang meninggal dan yang sakit ini yang membuat kami tidak nyaman,” kata Arief dalam acara refleksi penyelenggaraan Pemilu serentak 2019 dan persiapan Pilkada serentak 2020, di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Januari 2020.

Meski petugas yang meninggal setiap pemilu selalu ada, tapi pembahasaannya tidak seperti Pemilu 2019.

Menurut Arief, jumlah petugas pemilu yang meninggal tahun 2019 berjumlah 894. Sementara untuk petugas yang jatuh sakit ada 5.175 orang.

Padahal, kata Arief, setiap pelaksanaan pesta demokrasi selalu ada petugas KPPS yang meninggal ataupun sakit. Namun, reaksi publik sangat heboh pada Pemilu 2019 lalu.

“Meski petugas yang meninggal setiap pemilu selalu ada, tapi pembahasaannya tidak seperti Pemilu 2019,” ujar dia.

Arief menyebut selama dia menjabat sebagai Ketua KPU, lembaganya telah menerbitkan 18 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). 

PKPU itu termasuk menetapkan 20 partai politik, 16 parpol nasional dan 4 parpol lokal di Provinsi Aceh.

“KPU telah menerbitkan 18 PKPU sesuai amanat Undang-undang (UU). Termasuk penetapan dua calon pemilihan presiden dan 20 parpol peserta pemilu,” ucapnya.

Kemudian, Arief mengatakan kandidat perempuan dalan pemilihan legislatif 2020 memiliki jumlah terbanyak dari pemilu sebelumnya. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) disebutnya mencalonkan caleg perempuan paling banyak dibanding partai lain.

Partai yang dipimpin Grace Natalie itu, lanjut Arief, mencalonkan 274 caleg perempuan dan 300 caleg laki-laki.

“Bisa Anda lihat (di layar paparan) partai mana yang kandidasi perempuannya paling banyak,” ucapnya.

Turut hadir dalam acara ini, para anggota KPU Evi Novida Ginting, Hasyim Asari dan sejumlah undangan lembaga swadaya masyarakat. []

Berita terkait
Jalur Independen Heri Cahyono Siap Daftar KPU Malang
Heri Cahyono memastikan maju melalui jalur independen di Pilkada Malang setelah menggandeng Gunardi Handoko sebagai Bacabup Malang.
KPU Sibolga Rekrut PPK yang Bersih dari Paslon
KPU Kota Sibolga merekrut calon anggota PPK dan PPS untuk Pilkada tahun 2020.
KPK Sita Dokumen dari Rumah dan Kantor KPU
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut tim penyidik telah menyita dokumen hasil penggeledahan dari ruang kerja dan rumah dinas Wahyu Setiawan.
0
Curhatan Emak Pedagang Pasar Tradisional di Semarang
Pandemi corona membuat omzet usaha kecil di Kota Semarang terjun bebas. Seperti apa keluhan mereka?