UNTUK INDONESIA
Komunitas Gay Penyumbang HIV AIDS di Aceh
Komunitas gay atau homoseksual berkembang pesat di Provinsi Aceh, dinilai sebagai faktor penyumbang penyakit menular seksual HIV AIDS.
Ilustrasi, pita merah simbol solidaritas penanganan HIV/AIDS. (Gambar: Ist)

Lhokseumawe - Komunitas gay atau homoseksual berkembang pesat di Provinsi Aceh, dinilai sebagai satu di antara faktor penyumbang penyakit menular seksual dan HIV AIDS.

Direktur Yayasan Permata Aceh Peduli (YPAP) Khaidir, Selasa, 13 Agustus 2019 mengatakan,  untuk wilayah Kota Langsa, Aceh, pihaknya sedang mendampingi lebih dari 300 orang yang orientasi seksualnya mengarah kepada homoseksual.

“Coba bayangkan untuk Kota Langsa saja, dalam satu bulan di ruang Care and Treatment terdapat 17 orang yang dirawat karena mengalami penyakit HIV/AIDS dan ini hanya di satu kota saja, bagaimana dengan kota lainnya,” ujar Khaidir.

Dalam satu bulan di ruang Care and Treatment terdapat 17 orang yang dirawat karena mengalami penyakit HIV/AIDS.

Khaidir menambahkan, secara umum yang terkena penyakit mematikan itu, latar belakangnya adalah dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dan proses penularannya dengan berbagai faktor.

Hal yang harus dipikirkan bersama-sama adalah mengenai bagaimana cara memutuskan mata rantai penularan itu dan juga penting untuk dilakukan pendidikan seks , terutama bagi yang masih remaja.

“Tidak ada tempat yang aman dari kekerasan seksual, maka pendidikan seks cukup penting dan semua elemen harus ikut turun tangan dalam mengupayakan tentang pendidikan LGBT dan bahkan LGBT di Aceh sudah mulai tumbuh sejak SMP,” tutur Khaidir. []

Berita terkait
Polisi Amankan 28 Pengedar dan Bandar Narkoba di Gowa
Operasi Antik Lipu yang berlangsung sejak 16 Juli hingga 6 Agustus 2019 berhasil mengamankan 28 tersangka penyalahgunaan Narkotika jenis Sabu, di Kabupaten Gowa sulsel
Penderita HIV/AIDS di Aceh Utara Meningkat
Mengherankan, Aceh Utara penderi HIV/Aids justru meningkat.
0
Rusuh di Penajam Pasir Utara Berawal dari Penganiayaan
Kerusuhan yang terjadi karena dipicu kejadian penikaman pada Rabu, 9 Oktober 2019 lalu. Namun kemudian dikaitkan dengan konflik suku.